
...86...
Dion masuk ke dalam mansion mewah milik nya. Mansion megah yang terlihat sepi, hanya ada beberapa pekerja yang berlalu lalang.
Dengan tubuh lemas dan malas, Dion berjalan dengan cepat menuju kamar nya.
Para pekerja yang mengetahui kehadiran Dion langsung membungkuk memberi hormat.
"Woaahhh akhir nya pulang juga... " Sosor Niel yang sedang duduk di meja belajar Dion.
Melihat sahabat nya yang sudah di anggap seperti saudara itu akhir nya menampak kan diri, setelah setengah hari tidak bertemu.
Dion melempar ransel nya asal, hingga mendarat tepat di wajah Niel.
"Ehhh Busyeettt..." Cicit Niel tidak senang.
Dion merebah kan bokong nya di atas kasur, lalu membuka sepatu nya. Tanpa memperdulikan kehadiran Niel.
Hari ini ia benar- benar letih. Beberapa kejadian yang berhasil mematah kan hati nya, tapi setelah itu beberapa kejadian yang membuat hati nya menghangat pun terjadi.
Hhhh,,, hari yang begitu berat. Dengan berperang dengan diri- sendiri.
"Bagaimana rencana mu tadi pagi Ion.. Raehan sudah memaafkan tingkah bodoh mu itu kan?" Celetuk Niel dengan antusias, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dion.
Glek...
Niel menelan saliva nya paksa. Ia merinding melihat tatapan menyeram kan dari Dion.
Bagaimana tidak, mata merah melotot, hidung yang memerah dengan ekspresi wajah penuh emosi.
"Seperti nya si bodoh ini kalah lagi dari idola sekolah... Ck.. ck... Nasib percintaan nya memang sangat buruk..." Batin Niel menatap Dion dengan kasihan.
"Jangan menatap ku dengan tatapan menjijikkan itu..." Balas Dion sinis, sambil membuang pandangan nya.
Tentu saja ia kesal, sudah patah hati dan sekarang sahabat nya yang tidak tahu malu ini malah mengejek nya dengan tatapan kasihan.
Tentu saja harga diri nya terluka jika di tatap seperti itu.
"Raehan sudah memaaf kan ku..." Lirih Dion hampir bergumam.
Niel menatap Dion dengan antusias, seperti nya dugaan nya salah kali ini.
Niel mendekat dengan cepat dan duduk di samping sahabat nya.
Ini adalah kabar gembira, permintaan maaf sahabat bodoh nya ini di terima. Yah meskipun diri nya tahu jika Raehan bukan lah gadis yang pendendam.
__ADS_1
"Bukan nya ini bagus... Itu adalah sebuah kemajuan, tapi tunggu kenapa wajah mu di tekuk seperti pantat bebek yang baru selesai bertelur?" Niel mengerjit.
Dion menghela nafas panjang sebelum menceritakan apa yang terjadi.
Setidak nya beban nya sedikit berkurang jika bercerita dengan Niel. Apa lagi pria di samping nya adalah sahabat nya sejak kecil. Mungkin dengan bercerita ada solusi untuk masalah nya. Pikir Dion.
"Apa aku mundur saja?" Ucap Dion sedih.
"Hei... Ayo lah mana bisa kau mundur sebelum maju..." Ucap Niel hampir berteriak tidak setuju.
"Apa yang bisa ku harap kan, jika gadis kecil itu memilih orang lain... Sanggup kah aku menahan nya di sisi ku dan melihat dia terluka hanya karna keegoisan ku.? Jawaban nya tentu saja tidak..." Nada bicara Dion semakin sedih.
"Tapi setidak nya kamu berjuang Ion. Bagaimana bisa kamu menyimpul kan hal itu. Perasaan bisa berubah seiring waktu.." Niel sedikit iba dengan keaadan Dion. Pasti sangat menyakit kan berada di posisi sahabat nya.
Untung saja diri nya menjadi pria yang di kejar bukan menjadi pria yang mengejar.
Jadi setidak nya dia bisa memilih gadis mana yang pantas menjadi kekasih nya.
"Hmm.. Aku melihat nya sangat bahagia saat bersama Agara. Dia tersenyum tanpa beban seakan dunia hanya milik mereka.. Dan gadis kecil itu tidak pernah merasakan hal itu saat bersama ku.. Dan yang lebih menyakit kan lagi, seperti nya Agara juga memiliki rasa yang sama dengan gadis kecil itu.. Lalu di mana aku? Aku tidak bisa mengambil kebahagiaan nya hanya untuk bersama ku..." Tanpa Dion sadari, lagi dan lagi air mata nya jatuh tanpa ia ingin kan.
Luka hati nya kembali menganga dengan kenyataan pahit itu.
Dion memalingkan wajah nya, agar Niel tidak melihat air mata nya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan? melepas nya begitu saja?" Niel menepuk bahu sahabat nya pelan.
"Melepas kan nya untuk bahagia bukan hal yang buruk.. Tapi jika Agara berani melukai dan menyakiti hati nya.. Tanpa berpikir lagi aku akan merampas nya..." Jawab Dion penuh tekad.
"Bisa berada di dekat nya sudah membuat ku senang.. Aku akan melindungi nya..." Lanjut Dion mengulas senyum getir.
"Aku percaya pada mu..." Sahut Niel menyetujui pilihan Dion. Meski dia tahu dengan pilihan itu, hati sahabat nya akan hancur dan patah berkali- kali.
"Oh ya bibi dan paman mengirim sesuatu untuk kita..." Celetuk Niel lagi dengan cengiran kuda dan langsung melangkah ke arah meja belajar Dion.
Mengambil amplop lalu menyerah kan nya pada Dion.
Dion memandang lekat amplop putih di tangan nya, bibir nya berkedut saat mengingat apa yang ia minta dari orang tua nya yang kini tinggal di paris.
Dion tentu saja tahu apa isi nya, dan hal itu kembali menyayat perih relung hati nya.
Dion mengeluarkan tiga helai kertas dari dalam amplop.
Tiga buah tiket menuju paris kini di tangan nya. Tiga tiket yang sengaja dia minta. Hanya untuk di jadi kan hadiah permintaan maaf untuk Raehan.
Yah, dia ingin mengajak gadis kecil itu ke negri cinta. Ia tidak tahu apa gadis itu suka atau tidak tapi pasti semua gadis bermimpi untuk pergi ke negri cinta itu bukan.
__ADS_1
"Kamu memang yang paling hebat, satu tiket ini milik ku kan..." Niel langsung merampas satu tiket dari tangan Dion.
Diri nya tentu saja sangat senang, karna liburan sekolah nanti ia akan berlibur ke paris. Negri favorit bagi diri nya.
"Hhhh aku tidak sabar, menunggu liburan panjang usai ujian... Kita akan pergi kan Ion?" Papar Niel dengan begitu antusias.
Dion hanya mengangguk pelan.
"Sebentar... Kita pergi bertiga apa kamu punya kawan baru? kenapa aku tidak tahu." Tanya Niel bingung.
"Satu nya untuk Raehan..." Jawab Dion tanpa semangat.
Wajah Niel berubah menjadi sendu, ternyata Raehan benar- benar gadis spesial untuk Dion.
Bahkan Dion berniat mengajak nya untuk pergi ke paris.
"Kamu yakin akan mengajak nya?"
"Entah lah... Aku tidak tahu... Kita lihat saja nanti..." Dion beranjak masuk ke dalam kamar mandi.
Meninggal kan Niel yang duduk memandangi dua tiket yang baru di letak kan Dion atas meja.
"Hhhh aku tidak akan membiar kan tiket nya mubazir... Sangat rugi jika tiket nya tidak di pakai.. Apa lagi itu tiket VVIP..." Gumam Niel dengan beberapa rencana yang bermunculan di kepala nya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???