
...206π...
Raehan melangkah kan kaki nya gontai, di mana wajah nya terlihat kusut dan letih.
Sungguh berada dalam satu ruangan dengan berbagai drama cukup membuat ia pengap dan letih.
Tenggorokan nya terasa kering, seperti gurun pasir tanpa mata air.
Akhir nya seleksi tahap ke dua osis akhir nya selesai juga.
Sekarang ia bisa bernafas lega, dan bisa menghirup udara segar di luar ruangan.
Ia rasa nya terkurung selama ribuan tahun, dan keluar dari penjara pengap.
Tugas nya hari ini sudah selesai, ia sangat berharap jika diri nya tidak lolos dalam tahap seleksi ini.
Apa lagi ia susah menuang bensin ke dalam api, di mana ia sudah berani menegur dewan guru bahkan mengatai ketua osis dengan lancang.
Namun ia sedikit ragu, saat melihat tatapan kagum semua orang pada diri nya.
Ini lah yang di takut kan, bagaimana nanti jika ia berhasil memenang kan seleksi ini dan duduk di kursi kehormatan sebagai ketua osis.
Hhhh... Memabayang kan nya saja membuat kepala nya semakin pusing.
Sretttt...
Srak...
"Hahhh?" Raehan memekik seketika, saat tubuh nya terasa melayang karna di tarik oleh seseorang.
Di mana bibir nya langsung di bungkam cepat oleh sebuah tangan kekar.
Jantung Raehan rasa nya terbang keluar dari sarang nya, karna saking terkejut dengan tarikan dari seseorang.
Namun ke dua mata lebar Raehan meredup, saat melihat siapa pelaku penculikan diri nya yang bahkan kini tersenyum seksi di depan wajah nya nya.
"Penampilan mu sangat luar biasa Rae.. Aku bahkan tidak tahu jika pacar ku sangat pintar..." Puji Agara dengan mengejit kan kening nya. Lalu melepas tangan yang membungkam mulut Raehan.
Untung saja Raehan tidak menyerang balik, menyerang titik terlemah seorang pria. Jika tidak Agara pasti sudah beeguling- guling di lantai.
Raehan tidak habis pikir, tadi pagi ia di seret oleh Felix dan sekarang ia di tarik paksa oleh Agara.
Sungguh nasib nya seperti karung tanpa berat yang bisa di seret semena- mena.
"Uhuk... Uhuk..." Raehan terbatuk saat Agara menurun kan bekapan nya.
Nafas nya hampir saja menghilang karna ulah Agara.
"Bisa ngak kak Aga ngak usah pake acara narik- narik..." Seru Raehan menatap tidak suka.
Agara terkekeh ringan melihat mimik wajah Raehan yang terlihat sedikit marah karna ulah nya.
"Maaf kan aku ya.. Tapi sungguh aku tidak bisa menahan rindu pada mu..."
__ADS_1
Slash..
Agara langsung memeluk tubuh Raehan manja, satu hal yang paling ia sukai dan candu bagi nya.
"Kak Aga lepas kan.. Nanti orang lain lihat..." Raehan mencoba mendorong dada Agara supaya Agara melepas pelukan nya.
Ia tidak mau orang lain melihat posisi mereka, nanti di kira diri nya dan Agara sedang melakukan hal yang tidak- tidak karna berpelukan di lorong yang sepi.
"Hmmm Sebentar lagi. dua menit lagi aku mohon.... !" Pinta Agara merenggek dengan nada bicara memelas, yang membuat Raehan hanya mampu pasrah dan diam di tempat.
Setelah mereka resmi menjadi pacar, Agara sangat posesif pada diri nya. Bahkan selalu ingin menempel di dekat nya seperti permen karet.
Seolah takdir sedang berbalik, dulu Raehan yang selalu mengejar dan menempeli Agara, dan kini Agara yang selalu menuntut untuk menempel pada nya.
Raehan tersenyum mengingat hal itu.
"Kau tahu aku tidak suka melihat mu dekat- dekat dengan Dion.. Lalu Felix kenapa pria itu juga membawa mu pergi dari ku..?" Tanya Agara memulai percakapan tanpa melepas pelukan nya.
"Maaf tapi aku dekat kak Dion hanya sebatas teman saja.. Dan untuk Felix aku benar- benar tidak menyangka jika dia sekarang mempunyai perasaan ku... Tapi kak Aga tenang saja.. Aku hanya milik mu..." Jawab Agara dengan lembut.
Namun wajah Raehan ingin tertawa saat ini.
Agara mengatakan hal itu semua, membukti kan jika pria tampan itu dalam mode cemburu.
"Apa kak Aga cemburu karna mereka berdua?" Tanya Raehan.
Agara langsung mengurai pelukan nya dan menatap Raehan dengan bibir yang mengerucut ke depan.
"Yah aku cemburu... Aku cemburu melihat mu dengan pria lain.. Apa lagi Dion, Felix juga..." Jawab Agara jujur dengan apa yang ia rasa kan.
Ia berharap setelah Raehan mendengar nya, Raehan tidak lagi dekat- dekat dengan ke dua ulat bulu itu. Batin Agara dengan sebal.
"Ha.. Ha.. Pacar ku sangat menggemas kan saat cemburu..." Raehan mencubit gemas ke dua pipi Agara yang mengembung.
"Kau berani sekali kau mencubit ku... " Sinis Agara yang langsung mencekal tangan Raehan.
"Tentu saja aku berani.. Apa yang perlu aku takut kan..." Tantang Raehan dengan wajah meledek.
"Kau pikir mencubit pipi seorang Agara gratis..." Kini wajah Agara merubah menyeringgai.
"Oh ya?"
"Tentu saja.. Jika kau berani mencubit pipi ku tanpa izin.. Maka aku juga bisa melakukan ini..."
Cup...
Satu ciuman dalam langsung mendarat di pipi Raehan.
Membuat Raehan membeku di tempat dengan apa yang baru saja di lakukan Agara.
Rasa nya tubuh nya meleleh menjadi air saat ini juga.
Jantung nya kali ini tidak berdegup, tapi berhenti berdetak.
__ADS_1
Astaga lagi- lagi Agara mencuri cium pada nya.
Ke dua pipi Raehan merona dengan sempurna, seperti buah tomat yang matang.
Agara tersenyum penuh kemenangan melihat reaksi Raehan yang terlihat seperti balon yang penuh dengan udara dan ingin meletus.
Tidak puas dengan apa yang di lakukan, Agara mendekat kan wajah nya tepat di samping telinga Raehan.
"Aku mencintai mu gadis pendek... Tunggu aku saat pulang sekolah...!" Bisik Agara tepat di telinga Raehan, di mana berhasil membuat tubuh Raehan meremang.
Agara mengacak- ngacak rambut Raehan gemas, lalu berlari dengan tertawa meninggal kan Raehan yang masih kaget di mana nyawa nya rasa nya hilang sebagian.
Tanpa Agara dan Raehan sadari, sejak tadi ada sepasang mata yang menatap mereka dengan penuh kemarahan.
Melihat apa yang terjadi antara Agara dan Raehan, di mana ke dua mata nya terlihat memerah penuh kabut amarah.
"Lagi - lagi dia satu langkah di depan ku..." Lirih Lessia dengan amarah yang sudah memuncak , menyaksi kan kemesraan Raehan dan Agara di depan mata nya.
Bahkan ia melihat Agara mencium manja pipi Raehan.
Ia tidak terima semua itu, Agara adalah milik nya bukan Raehan.
Nafas Lessia menderu dengan tidak teraturan, terlihat dari dada nya yang naik turun.
Bagaimana bisa ia kecolongan dan membiar kan hubungan Raehan dan Agara semakin dekat, bahkan ia mendengar jika Raehan dan Agara sudah menjadi pacar.
Ini adalah kekalahan besar untuk diri nya, dan ia tidak menerima kekalahan.
"Kak Lessi kenapa?" Tanya Kiara menghampiri Lessia yang terlihat begitu marah.
"Ikut aku.. Kita harus memberikan pelajaran kepada seseorang... Pelajaran yang tidak akan pernah ia lupakan..." Balas Lessia yang berhasil membuat Kiara mengerut kan kening nya bingung.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???