
...144โฃ...
Fir, Miya, dan Raehan kini tengah duduk di salah satu bangku taman.
Malam kali ini cukup terang, karna ada bulan tipis yang menggantung dengan indah.
Angin malam yang tertiup , meniup surai rambut mereka yang terbawa bersama hembusan angin.
"Malam nya bukan kah sangat indah?" Celetuk Miya sembari menatap ke arah bulan yang begitu memanjakan mata.
"Hmmm" Jawab Fir dan Raehan hanya dengan deheman, sedang kan ke dua mata mereka masih fokus menikmati bulan di langit.
Yah, mereka bertiga saat ini sedang menatap langit, di mana bulan tipis tergantung begitu indah di temani dengan serpihan- serpihan bintang kecil yang terletak berjauhan satu sama lain.
Sama seperti pikiran mereka yang tengah menerawang nun jauh.
Raehan menatap penuh pesona pada langit yang cukup terang malam ini.
Suasana hening dan sepi, di baluri dengan gemerisik semak- semak karna ulah hewan tanah.
Benar- benar membuat diri nya menjadi rileks.
Pikiran nya masih melayang pada sosok pria dengan ke dua mata semerah darah di sertai dengan wajah tampan mempesona.
Menerima perlakuan seperti itu, sungguh hati siapa yang tak akan hancur dan pecah hingga berkeping- keping.
Semakin diri nya mendorong diri nya untuk dekat dengan Agara, semakin Agara mendorong nya menjauh.
Ia berjuang mati- matian untuk mendapat kan perhatian kecil dari Agara. Namun Lessia menerima semua nya dengan percuma.
Iri.
Mungkin itu lah kata yang tepat saat ini untuk kondisi hati nya yang kini galau dan merana.
Mungkin tadi di mall, sekali pun ia tidak menangis menerima semua hal yang begitu menyakiti nya, terutama Agara yang terus menunjukkan sikap kasar terhadap diri nya.
Namun lagi- lagi rasa itu tertepis karna sikap Agara yang juga sangat manis, saat memasang kan jepit rambut di kepala nya.
Rasa nya saat itu dia di bawa terbang ke nirwana. Namun setelah terbang tinggi diri nya di jatuh kan begitu saja hingga tubuh nya hancur dan terbang bersama debu.
Raehan mengangkat tangan nya, mengusap jepitan pemberian Agara yang masih terpasang begitu kuat di kepala nya.
Hati nya seketika menghangat, saat tangan nya menyentuh benda tersebut. Seakan benda tersebut menyalur kan energi positif.
Namun kepala nya juga tidak ingin kalah dengan hati nya.
Dengan jahil nya kepala nya memutar ingatan Agara menggandeng tangan Lessia. Dan berhasil melolos kan lagi cairan bening dari ke dua sudut mata nya.
__ADS_1
Seandai nya bisa kepala nya di buka, tanpa mempertaruh kan nyawa. Pasti diri nya sudah mengeluar kan isi kepala nya lalu mencuci nya dan membuang kenangan jelek seperti itu. Pikir konyol Raehan dengan air mata yang masih mengalir.
Berbeda dengan Miya yang duduk di samping Raehan.
Ke dua mata nya melebar menatap keindahan malam yang di sajikan alam.
Pikiran nya menerawang, menuju sebuah istana indah di mana diri nya menjadi putri cantik dengan gaun besar mewah bak gaun pernikahan.
Di sekitar nya begitu banyak para bangsawan yang tengah memuji kecantikan nya, hingga membuat semua para pria begitu memuja diri nya.
Suara gemuruh tapak kaki kuda tiba- tiba terdengar, bersamaan dengan gerbang istana yang terbuka.
Miya sedikit terkejut dan bertanya - tanya siapa yang datang.
Siluet bayangan seorang pria dengan baju indah di sertai dengan zirah besi membuat ke dua mata nya melotot dengan sempurna.
"Pangeran berkuda...!" Lirih Miya tanpa sadar.
Pangeran itu terus mendekat, membuat bayangan nya semakin jelas.
Jantung Miya terus bertalu dengan cepat, namun terhenti saat melihat jika pangeran berkuda impian nya adalah Kazuya.
"Aaaaa.....!!!" Teriak Miya spontan sambil menutup wajah nya dengan ke dua tangan.
Raehan dan Fir yang sama- sama melamun sangat terkejut, bahkan rasa nya jantung mereka terlempar keluar angkasa karna saking terkejut nya dengan teriakan Miya.
"Woi... Mi ngapain teriak ...!" Ketus Fir yang kesal karna lamunan nya buyar karna teriakan memecah gendang telinga dari Miya.
Astaga apa yang terjadi pada diri nya , kenapa wajah Kazuya terus menghantui diri nya.
"Miya....!!" Teriak Raehan kini tepat di telinga Miya.
"Raehan kamu gila ya..." Sinis Miya mengusap telinga nya yang rasa nya sangat kebas karna panggilan Raehan tepat di telinga nya.
"Kamu yang gila... Teriak- teriak ngak jelas untung aja jantung ku masih kuat.. Kalau ngak kamu ganti jantung ku karna berhenti berdetak karna kamu..." Sahut Raehan yang juga sama kesal nya seperti Fir.
Puk..
Satu pukulan mendarat di kepala Miya.
"Eeehhh Dodol ngapaian pukul kepala ku...?" Pekik Miya dengan ringgisan memegang kepala nya yang juga kini terasa sakit, karna ulah Fir yang memukul kepala nya.
"Diam... Mulut kamu emang perlu di cabein.. Orang sahabat nya lagi sedih tujuh turunan kamu nya teriak- teriak ngak jelas... Ntar aku kirim kamu ke hutan amazon biar jadi istri nya tarzan.. Auuuuu wooooo..." Fir berteriak dengan tingkah memukul dada persis seperti tarzan anak orang hutan.
Miya menanggapi ucapan Fir dengan memberengut kan bibir nya.
Ini semua karna bayangan wajah Kazuya yang membuat nya kaget dan sampai berteriak.
__ADS_1
Ia tidak membalas umpatan Fir karna tahu diri nya salah.
Raehan bangkit dari duduk nya, melenggang lebih dalam menuju area taman.
Lalu berhenti tepat di pinggiran tebing, yang menampil kan area serba hitam yang pekat.
"Huaaaa...... Kenapa kak Aga...!!! Sebegitu tidak pantas kah aku untuk mu?.. Kenapa kamu tidak bisa melihat ku? Melihat perhatian ku? melihat cinta ku...? Kenapa harus Lessia? Kak Aga bilang kalau kak Aga dengan Lessia tidak ada hubungan apa- apa tapi kenapa sekarang kalian begitu dekat?...!" Teriak Raehan dengan histeris, mengeluar kan semua unek- unek yang terpendam dan menumpuk di dalam hati nya.
"Seharus nya Raehan yang kamu lempar ke hutan amazon, lihat dia berteriak seperti istri tarzan..." Seloroh Miya asal dengan suara rendah.
"Jika Raehan di lempar ke hutan Amazon, maka kamu akan ku lempar ke kandang buaya.."
"Lah..?"
"Iya biar kamu bisa jadi istri buaya sama kayak suzanna siluman buaya putih..."
"Tidak bisa begitu , apa hubungan ku..?"
"Ada karna aku sudah muak melihat tubuh mu yang semakin gemuk.. Ha... Ha..."
Miya menghentak kan kaki nya dengan keras, lalu meninggal kan teman tidak waras nya dan mendekati Raehan yang masih menangis mengeluarkan isi hati nya.
"Kenapa kamu tidak berhenti saja untuk mengejar kak Aga..." Seru Miya saat sudah berada di belakang Raehan.
Raehan langsung terdiam mendengar ucapan Miya yang terdengar begitu menohok hati nya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???