Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Kencan ?


__ADS_3

...43...


Di ruang tamu.


Lion sedang termanggu menatap pria tampan di depan nya.


Mata nya tidak bisa berkedip sejak tadi, bahkan bibir nya menganga lebar, mengagumi pria super tampan di depan nya.


Sedang kan orang yang di tatap nya hanya tersenyum kaku.


"Lion jangan membuat teman kakak mu menjadi canggung.." Titah sang ibu Ny. Marisa dari arah dapur, yang masih asik menggoyang kan wajan nya.


"Ini manusia atau apa Mom.?? Kok bisa ya ada pria seganteng kakak ini.. Ck.. Ck..." Decak Lion sambil menggeleng- geleng kan kepala nya penuh kekaguman.


"Kamu pikir kamu yang paling tampan di dunia ini... Masih banyak yang jauh lebih tampan dari kamu..." Kini Ny. Marisa meletakkan santapan nya di atas piring.


"Ck... Wajar saja aku berpikir seperti itu.. Aku anak nya momsy Marisa.. Kakak saja mengatakan jika diri nya adalah bidadari yang turun dari langit... Padahal mana ada bidadari bertubuh pendek... Ha... Ha..." Ejek Lion memgingat sang kakak Raehan.


Rasa nya perut nya terasa di aduk- aduk saat mengingat kakak nya yang bermimpi menganggap diri nya sebagai bidadari.


Sungguh naas nasib kakak nya.. Batin Lion dengan cekikikan beruntun.


"Kak Rae lebih cocok di katakan bidadari yang naik dari empang...! Ha... Ha... Ha..." Lanjut Lion, bersamaan dengan gelak tawa nya yang pecah. Hingga membuat diri nya berguling- guling di lantai karna tertawa.


Ny. Marisa yang mendengar lelucon sang anak, malah ikut tertawa.


Sedang kan sang tamu pria hanya tertawa tipis.


"Apa..!! Kamu bilang aku bidadari yang naik dari empang.." Gertak Raehan yang tiba- tiba datang memakai minidress berwarna pink. Yang terlihat manis membalut tubuh mungil nya.


Adik nya ini benar- benar tidak bisa tidak mengejek nya. Berani- berani nya dia mengatai nya bidadari yang naik dari empang.


Sialan.. Teriak Raehan dalam hati, sambil melayang kan pukulan- pukulan pada Lion.


"Kakak... Henti kan aku hanya mengatakan kenyataan nya saja..." Bela Lion sambil menangklis serangan Raehan.


"Benar apa nya,, Kamu mengolok- ngolok kakak mu yang cantik ini... Asal kamu tahu aku adalah primadona di sekolah... Dengan julukan gadis cantik tanpa tanding..." Puji Raehan memuji diri nya sambil berkacak pinggang.


"Benarkah...?" Celetuk suara bariton yang langsung membuat darah Raehan berhenti mengalir.


Raehan mengalihkan pandangan nya pada pria yang tengah duduk santai di sofa.


Ke dua mata nya semakin melotot.


"Kak Dion..." Lirih Raehan gelapagan.


Oh tidak, jadi yang bertamu ke kontrakan nya adalah Dion.


Sial, mana cowok menyebalkan ini mendengar diri nya memuji dirinya sendiri.


Ini adalah kutukan, batin Raehan membisu di tempat.


Habis sudah harga diri nya di hadapan Dion.


"Kenapa sekarang gadis cantik primadona sekolah menjadi pucat.. Ada apa?" Ujar Dion lagi dengan menurun naikkan alis nya.

__ADS_1


Sembari memberikan senyum seringgai penuh arti.


Glek...


Raehan menelan saliva nya paksa.


"Apa yang sudah aku lakukan... Bagaimana bisa aku memuji diri ku di depan nya... Seumur hidup dia pasti akan meledek ku... Kenapa juga si aku tidak melihat tubuh sebesar ini sejak tadi..." Rutuk Raehan membatin.


"Astaga , sang bidadari empang mempunyai teman seorang pangeran langit..." Sosor Lion.


"Diam....!!" Tangan Raehan langsung membekap mulut Lion.


Ia tidak ingin terus di ejek oleh adik nya yang memiliki bibir seperti kran air.


"Kak Dion ngapain di sini?" Tanya Raehan yang masih terkejut dengan kehadiran Dion di rumah nya.


Lion menurun kan cepat tangan sang kakak.


"Wah nama pangeran langit ternyata mirip dengan ku..." Celetuk nya senang.


"Lion Diam..." jenggel Raehan kembali membekap mulut sang adik.


"Lion jangan ganggu kakak mu,, Jika kamu tidak ingin di masukkan lagi ke asrama...!" Ancam Ny. Marisa yang datang dan meletak kan sepiring nasi goreng hangat di meja.


Mendengar ancaman sang Momsy, Lion menepis tangan Raehan dan segera berlari menjauh.


Tinggal Dion dan Raehan yang kini berada di ruang tamu.


"Ayo lah jangan menatap ku seperti itu, aku ini tamu ..." Tutur Dion.


"Katakan Kak Dion memgetahui rumah ku dari mana?"


"Aku ini ketua osis... Gampang untuk ku tahu di mana rumah para murid..."


"Lalu ada urusan apa kak Dion kemari?"


"Ayo lah.. Aku merasa seperti calon pekerja yang sedang di interviw oleh mu... Aku ke sini bukan untuk menghancurkan rumah mu..."


Dion diam sejenak, lalu mengambil sebuah surat dari dalam tas nya.


Tangan nya terulur memberikan surat putih itu pada Raehan.


"Apa ini?" Tanya Raehan yang semakin bingung.


"Surat skors dari ---"


Belum sempat Dion menyelesaikan kalimat nya. Dengan cepat tangan mungil Raehan membekap mulut Dion, lalu merebahkan tubuh nya di samping pria menyebalkan ini.


Raehan mengedarkan pandanga nya, mencari- cari jika salah satu anggota keluarga nya tidak mendengarkan apa yang baru saja di katakan Dion.


Jika Momsy, Popsy, Atau Lion mendengarnya, dapat di pastikan riwayat nya akan tamat.


"Ngomong nya jangan kenceng - kenceng..." Ujar Raehan berbisik.


"Ada apa?.. Oh aku tahu kau takut orang tua mu mendengar nya.."

__ADS_1


"Sssstttt" Raehan meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir Dion.


"Udah di bilangin jangan ngomong kenceng- kenceng..." Raehan mulai kesal, bibir nya mengerucut ke depan.


Ia segera meraih surat yang di bawa Dion lalu meremas nya kuat.


"Kenapa ngak di kasi di sekolah aja sih.. Ngak perlu pake bawa ke rumah segala..." Ketus Raehan dengan perasaan takut.


"Surat nya keluar siang ini.. Dan kau sudah pulang jadi aku bawa ke rumah mu lah... Ini kan amanah..."


Wajah Raehan semakin tertekuk ke dalam. Otak nya masih berputar untuk rencana besok, agar ke dua orang tua nya tidak curiga jika ia tidak masuk sekolah.


"Seharus nya kamu memberi tahu ke dua orang tua mu Rae... " Ujar Dion, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Raehan.


"Jangan mendorong ku untuk terjun ke jurang..."


"Baiklah biarkan aku yang memberi tahu Momsy dan popsy mu..."


Dion mulai beranjak dari duduk nya, namun langsung di tarik keras oleh Raehan.


Membuat tubuh nya kembali duduk di sofa.


"Jangan lakukan itu... ku mohon..." Renggek Raehan sambil menarik - narik lengan Dion.


Oh manis nya seperti anak kucing yang sedang meminta makan... Pekik Dion gemas dengan tingkah Raehan.


Hati nya semakin meleleh saja di buat oleh Raehan.


"Baiklah... Tapi.." Suara Dion mengambang di udara.


"Tapi??"


"Berkencan lah dengan ku malam ini..."


Deg....


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??


__ADS_2