
...202π...
Raehan menarik nafas nya dalam, mengontrol kegugupan yang benar- benar mengganggu nya. Lalu menghembus kan nafas nya dengan teratur, di iringin senyum ramah yang melengkung di bibir nya.
"Terimakasih untuk waktu dan kesempatan kalian semua nya, sebelum nya saya mengucap kan salam hormat kepada semua dewan guru sekaligus dewan juri, lalu salam hormat untuk dewan osis dan juga semua orang yang hadir dalam aula ini..." Raehan menjeda kalimat nya, menarik oksigen dalam sebelum melanjut kan ucapan nya.
"Visi saya adalah Tentu saja memajukan sekolah ini dengan landasan keadilan dan kejujuran. Sedang kan misi saya merangkul seluruh siswa maupun siswi untuk bekerja sama dalam memaju kan sekolah tercinta kita... Itu lah visi dan misi saya beserta impian dan harapan saya untuk sekolah Milver High School. Terimakasih. " Ujar Raehan dengan ucapan terimakasih sebagai akhir dari penyampaian visi misi nya yang hanya terdiri dari dua kalimat.
Bahkan tidak sampai satu menit Raehan sudah selesai dengan penyampaian visi misi nya.
Semua orang saling menatap heran, karna penyampain visi misi yang begitu singkat.
Semua dewan guru terlihat begitu terheran - heran dengan penampilan Raehan yang bagi mereka terkesan hanya main- main belaka.
Sedang kan anggota osis melongo dengan visi misi sesingkat itu.
Dapat Raehan lihat Dion memijit kepala nya dengan kepala menunduk, seolah menyembunyi kan wajah nya karna malu.
Raehan sedikit kecewa melihat sikap Dion, sementara diri nya sudah sangat bersusah payah untuk membuat visi misi ini, namun semua orang menatap nya dengan aneh.
Lalu tatapan dari kursi murid biasa juga memasang dan memandang mimik aneh, bahkan ada yang tertawa.
Suara bisik- bisik tetangga mulai terdengar, dengan menatap Raehan penuh lelucon.
"Astaga apa- apaan dia? dia hanya membaca dua kalimat untuk visi misi nya..."
"Apa kalimat pendek itu pantas di sebut visi misi... Kalimat pendek nya sama dengan tubuh pendek nya..."
"Aku yakin dia akan langsung di skualifikasi dari seleksi..."
"Kasihan mungkin dia tidak bisa membuat visi misi kali ya..."
Begitu lah kira- kira ocehan- ocehan tak berbobot yang berhasil telinga Raehan tangkap.
Walau masih banyak olokan dan ejekan bahkan tertawaan yang terlempar pada nya.
Lessia tersenyum senang, melihat penampilan Raehan yang di tertawa kan.
Ia sangat senang melihat semua orang membicara kan dan mengolok Raehan.
Melihat Raehan di hina di depan umum, adalah satu kemenangan untuk diri nya.
"Astaga Rae.. Rae.. Kamu memang bodoh... Lihat bahkan penampilan mu di hina oleh semua orang..." Gumam Lessia yang langsung berdiri dari duduk nya.
__ADS_1
Yang perlu ia lakukan sekarang adalah menuang minyak ke dalam api, sehingga api penghinaan yang akan di terima Raehan akan semakin besar.
"Mending kamu turun aja... Visi misi mu sama sekali tidak berbobot...!!" Teriak Lessia menyuara kan hinaan nya, sekaligus menjadi kompor yang memanas kan suasana.
"Iya benar... Kamu ngak tahu apa itu visi misi ya..."
"Perlu aku ajar kan ngak...?"
"Penampilan mu sangat jelek..."
"Kamu tidak pantaa untuk dudukd di kursi delapan besar..."
"Turun kamu... !!"
Teriak- teriak ekstrem mulai terdengar, membuat seluruh aula bergemuruh dengan makian yang di tujukan pada Raehan.
Namun Raehan menatap semua orang dengan kepala terangkat.
Sedikit pun ia tak gentar meski mendapat cacian dan makian.
Bagi nya apa yang di sampai kan memang benar, selagi ia tidak membuat kesalahan bagi nya tidak ada tempat untuk rasa malu.
Jika ia di diskualifikasi maka ia sangat bersyukur untuk itu.
"Harap tenang semua nya...!!!" Pekik sang Mc yang berusaha menenang kan suasana riuh yang sedang terjadi.
Felix yang mulai geram mendengat hinaan dan makian yang di tuju kan pada Raehan langsung bangkit dari kursi nya.
Dengan wajah garang dan urat- urat yang menonjol jelas.
"Henti kan...!!!" Teriak Felix lantang yang mampu memekik kan telinga.
Langsung membuat seluruh ocehan- ocehan semua orang tertelan oleh oleh suara bentakan lantang dan juga keras, bahkan suara nya sampai memantul- mantul di tengah aula.
Semua mulut terdiam seribu bahasa, di mana bentakan Felix seperti perintah komando mutlak yang tak bisa terbantah kan.
Semua fokus kini tertuju ke arah Felix, termasuk tatapan Raehan.
"Ini adalah acara seleksi osis jadi harap tenang semua... Saya mohon kepada kepala sekolah untuk menenang kan semua orang.." Seru Felix dengan hormat, lalu duduk kembali di kursi nya. Tanpa menatap ke arah Raehan yang masih mematung melihat Felix melindungi diri nya, meski pria tidak menunjuk kan nya, namun hati Raehan sedikit terenyuh dengan apa yang Felix lakukan.
Kepala sekolah yang juga menyaksi kan seleksi ini pun , langsung berdiri dari duduk nya.
Wajah nya tersenyum ramah, namun tetap terlihat kharis kepimpinan dari diri nya.
__ADS_1
"Apa yang di kata kan Felix memang benar, semua yang hadir di sini tidak boleh memvonis apa lagi melempar kan cacian atau makian terhadap peserta seleksi.. Peserta seleksi hanya ingin menampil kan hal itu lalu kenapa kita menuntut untuk dia melakukan hal lebih..... Tapi saya juga di sini merasa heran nak Raehan Angelina dengan visi dan misi mu yang singkat dan begitu umum... Coba jelas kan kenapa kamu membuat visi misi pendek itu.? Anggap saja saya menyuarakan kebingungan serta keheranan semua orang yang hadir dalam aula ini..." Seru kepala sekolah dengan begitu bijak sana.
Di mana semua kepala langsung mengangguk setuju.
Zack yang memperhati kan semua hak yang terjadi dalam diam, benar- benar ingin bertepuk tangan untuk Raehan.
Karna Raehan sudah berhasil mengguncang seluruh aula.
Raehan menarik tipis bibir nya, sebelum menggerak kan mulut nya untuk memberi kan sebuah jawaban yang tepat.
"Sebelum nya saya sangat tersanjung mendapat pertanyaan langsung dari kepala sekolah yang terhormat... Saya membuat visi dan misi yang terkesan pendek karna menurut saya tidak perlu membuat visi misi yang panjang...
Kalau bisa pendek kenapa harus panjang?. Visi saya mungkin terdengar umum, coba kita pikir kan bersama saya memilih visi yang umum karna visi tersebut mencakup seluruh visi misi yang akan saya lakukan...
Begitu pula dengan misi, siapa yang akan tahu jika misi untuk menjalan kan visi bisa berubah seiring waktu dan kondisi...
visi saya untuk memaju kan sekolah kita dengan keadilan dan kejujuran, karna bagi saya dua landasan tersebut adalah landasan dasar untuk membuat sekolah kita semakin di kenal dan bersinar, karna di dalam nya ada ribuan murid yang bisa memberi kan keadilan dan kejujuran.
Lalu misi saya merangkul pundak seluruh murid, karna saya tahu jika hanya osis saja yang bekerja keraa maka hasil nya akan tiga puluh persen.. Tapi jika osis merangkul pundak murid untuk mewujud kan impian bersama... Maka apa pun impian yang kita impikan untuk sekolah kita pasti akan tercapai....
Saya menyampai kan visi misi singkat karn saya tidak ingin menjanji kan sesuatu kepada warga Milver, karna janji adalah sebuah ikrar yang harus di tepati... Memikul nya tidak lah mudah karna kita berjanji bukan untuk satu orang melain kan ribuan orang..."
Jelas Raehan dengan lantang dan berani. Membuat semua orang bungkam dan terpana dengan jawaban Raehan.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???