
...109โฃ...
"Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan kak Dion, dia hanya senior ku saat masa orientasi... Kami tidak memiliki hubungan apa pun selain antara senior dan junior.. Dan untuk aku tidak mengatakan masalah ku pada kak Aga.. Karna waktu itu kak Aga sangat sibuk fotoshoot dengan nenek sihir itu.." Jelas Raehan dengan menggebu- gebu.
Raehan langsung membalik kan tubuh nya membelakangi Agara.
Agar Agara tidak melihat wajah nya yang memerah karna mengingat adegan fotoshoot sialan kemarin.
Agara terdiam mendengar jawaban yang terlontar kan dari bibir Raehan.
Bibir nya berkedut senang, apa ini arti nya Raehan cemburu ke pada nya.?
Tentu saja, sikap atau ekspresi yang di tunjukkan gadis mungil di samping nya mengatakan hal itu.
Sungguh tidak bisa di bohongi,jika hati Agara sedang berbunga- bunga, karna Raehan tidak mempunyai perasaaan yang sama dengan Dion.
Setidak nya mereka tidak akan menjadi sepasang kekasih atau semacam nya bukan?
Tapi tunggu dulu, kenapa diri nya begitu peduli akan hal itu.?
Seharus nya bagus jika Raehan menjadi kekasih Dion. Maka dia akan terbebas dari tempelan maut gadis mungil ini.
Namun ayolah, hati nya berkata tidak rela. Bahkan amarah nya langsung terbakar hanya karna melihat Raehan bersama pria lain.
"Tapi Dion menyukai mu?" Celetuk Agara dengan nada bicara yang tertahan.
Bibir nya begitu berat untuk mengucap kan hal itu, kalimat tersebut seperti membakar lidah nya hingga melepuh dan begitu terasa sakit.
Tapi dia hanya ingin tahu bagaimana reaksi Raehan mendengar hal ini.
Raehan mencebikkan bibir nya dalam, lalu berbalik berbalik menghadap Agara yang menatap nya lekat.
Pandangan mereka menubruk satu sama lain, Raehan mencari kebohongan atau dusta dalam bola mata merah indah Agara.
Tentu saja ia merasa terkejut dengan kalimat pernyataan yang di katakan Agara.
Dion menyukai nya?
Tapi itu tidak mungkin, pria itu bahkan begitu membenci nya.
Selalu menjahili nya, bahkan selalu membuat nya kesusahan dengan setiap perintah yang mutlak.
Jadi rasa nya apa iya Dion menyukai nya?
"Hua... ha... Ha.. ha..." Raehan langsung tertawa dengan keras, bahkan ia sampai memegangi perut nya yang terasa tergelitik.
"Aku rasa itu tidak mungkin kak Aga.. Aku dan dia musuh.. Ha... Dia tidak mungkin menyukai ku hhhhuuuffftttt...." Raehan berusaha menghentikan tawa nya saat melihat tatapan kesal Agara.
"Musuh yang menjadi cinta.."
"Kak Aga mengatakan semua ini karna cemburu kan?"
Agara langsung melotot dengan air liur tersendat di tenggorokan nya.
Tanpa ia sadari wajah Raehan tepat di hadapan nya, sejajar dengan dada nya yang berdetak dengan cepat.
__ADS_1
Tidak, ia harus menjauh sebelum gadis sial ini mendengar debaran jantung nya yang sudah seperti drum yang di pukul.
Agara segera melangkah mundur, tapi dengan cepat tangan mungil Raehan menarik kerah baju Agara dengan cepat dan
Brukkk..
Mereka berdua terjatuh tepat di atas sofa, dengan posisi Raehan berada di bawah dan Agara berada di atas.
Agara menjangga tubuh nya dengan ke dua tangan nya, agar tidak menindih Raehan.
Tatapan mereka berhenti seketika, wajah merona dengan ke dua jantung yang terus bertalu dengan cepat, saling bersahutan satu sama lain.
Waktu terasa berhenti dengan posisi mereka yang begitu dekat, bahkan ke empat mata ke dua nya tidak berkedip sama sekali.
Tatapan mereka terus saling beradu dengan hempasan nafas yang saling menerpa wajah mereka.
Tubuh mereka benar- benar menjadi kaku, layak nya mendapat sihir menjadi patung kayu.
Tringgg....
Bel sekolah berbunyi pertanda jam masuk telah tiba.
Agara segera bangkit saat bel sekolah menyadar kan nya dari hal yang belum sempat bisa ia cerna.
Wajah Agara begitu merah hingga ke telinga nya persis seperti kepiting rebus.
Begitu juga dengan Raehan, kejadian tadi benar- benar cepat, bahkan ia tidak sempat menyentuh wajah tampan Agara meski jarak nya begitu dekat. Bahkan ia bisa merasakan tiupan nafas Agara di wajah nya.
Raehan langsung menggeleng cepat, lagi- lagi otak kecil nya berkelana ingin menembus area terlarang.
Gugup, ia benar gugup sekarang. Otak nya sangat buntu kali ini. Bahkan ia tidak memiliki keberanian untuk menatap Agara sekarang, ia sangat malu akan hal ini.
"Baik lah.. Aku pergi.." Ujar Raehan cepat, dan berlari dengan cepat keluar dari ruangan Agara.
Sementara Agara hanya memandang kepergian Raehan dari tempat nya.
Deg. Deg. Deg.
Agara mengipas- ngipas wajah nya yang terasa panas , sedang kan jantung nya kini bekerja terlalu cepat dengan detakan yang membuat seluruh tubuh nya gemetar.
Oohhh, Astaga apa yang baru saja terjadi.?
Posisi nya dengan gadis itu begitu dekat hanya beberapa senti lagi maka wajah mereka akan menempel dengan sempurna.
Mata bulat dengan lonjongan sedikit, bulu mata tidak terlalu panjang, yang terkesan lurus ke depan.
Pipi putih chuby dan empuk, hidung mungil tidak mancung maupun tidak pesek. Dan yang paling indah bibir pich yang membuat bibir nya berkedut ingin mencium bibir itu.
Agara mengusap wajah nya kasar.
Apa yang ia pikir kan?
Sejak kapan ia tertarik untuk mencium seorang gadis.?
Bahkan dulu hanya melihat bayangan seorang gadis saja ia sudah bergidik jijik.
__ADS_1
Seperti nya diri nya harus segera pergi pada psikiater untuk membantu nya menghilang kan rasa ini.
...----------------...
Dion terlihat bergelung dengan beberapa berkas di ruangan nya.
Satu minggu ini ia tidak pernah mengikuti kelas, karna sibuk dengan urusan osis.
Hal itu terlihat dari kaca mata tipis yang bertengger di hidung nya menambah kesan keseriusan.
Dion terus memilah dan melihat setiap nama yang tertera dalam setumpuk formulir pendaftaran yang sudah di isi oleh para murid yang ingin menjadi anggota osis.
"Kau sedang mencari apa Ion, jangan membuat berkas itu berantakan, aku tidak ingin merapikan nya lagi..." Ujar Niel yang sejak tadi duduk di sofa sembari mengamati kawan karib nya yang tengah memilah tumpukan berkas setinggi gunung eferest.
"Kenapa nama nya tidak ada.. Apa dia tidak mendaftar juga..?" Balas Dion dengan pertanyaan juga.
Niel melipat bibir nya dalam. Ia sangat tahu siapa yang di maksud sahabat nya ini.
Ia yakin itu adalah Raehan.
"Aku rasa dia tidak mendaftar ...."
"Apa ??"
"Iya.. Aku sudah menginput nama dan data siswa yang ikut, tapi tidak ada nama Raehan. Mungkin dia tidak mendaftar karna tidak berminat.. Lagi pula kenapa kamu susah- susah mencari formulir nama nya pada berkas- berkas ini. Kamu tinggal mengetik nama nya di kolom pencarian dalam data calon anggota osis baru..."
Dion membuka pelan kaca mata nya.
Sungguh bodoh diri nya, kenapa tidak terpikir kan hal itu di kepala nya.
Ia malah bersusah payah membongkar kertas- kertas payah ini sejak tadi pagi.
Seperti nya otak nya perlu di cuci ulang karna kecerdasan nya berkurang. Batin Dion menunduk konyol.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???