Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Mencari Dion


__ADS_3

...113โฃ...


Tiga sekawan tengah asik berjalan di lorong koridor sembari melempar tawa, canda, bahkan kejahilan- kejahilan lain nya.


Raehan, Miya , Dan Fir berjalan berdampingan. Mereka akan menuju mading untuk mengecek apa yang di ucap kan Fir adalah benar, atau hanya sekedar bualan saja.


"Ingat ya Fir kalau kamu bohong, traktir kita belanja di mol..." Seru Raehan dengan nada menantang.


"Oke siapa takut lagi pula aku tidak takut, aku yakin namamu Rae pasti ada..." Balas Fir dengan percaya diri.


"Tapi kalau nama Raehan ada di mading, kamu harus traktir kita juga ke mol Fir..." Ucap Miya.


"Yeyyyy, kok gitu sih... Masak ada atau ngak nya nama Raehan di mading tetep aku yang teraktir.. Ini nama nya curang, alias maniak uang..."


"Adooh kata nya anak sultan yang deller motornya di mana- mana. Kok traktir dua cewek yang belanja nya ngak seberapa udah ciut.." Ejek Raehan.


"Okelah... Karna aku orang dermawan aku bakal teraktir kalian di mol malam nanti.."


"Gitu donk ganteng..." Seru Miya dan Raehan berbarengan.


Tak butuh waktu berjam- jam untuk sampai di mading, yang hanya terletak lima belas meter dari kelas mereka.


Kini mereka sudah berdiri dengan mata Raehan yang melongo menatap kertas yang tertempel di mading.


Sementara Fir menaik kan sudut bibir nya merasa puas. Karna apa yang di katakan tadi pagi memang benar ada nya.


Nama Raehan memang benar ada dalam daftar calon anggota osis. Dan itu semua tidak akan berubah meski ke dua sahabat gila nya membantah hal itu.


"Lihat... Aku tidak bohong kan..." Ujar Fir menyedekap kan ke dua tangan nya di dada.


"Bagaimana bisa ?" Lirih Raehan yang masih memandang kertas pengumuman di depan nya dengan syok.


Ia tidak mendaftar sama sekali, lalu kenapa nama nya ikut terdaftar.


Apa mungkin salah satu siswi memiliki nama yang persis seperti diri nya?. Tapi juga itu tidak mungkin karna di sana juga tercantum nama kelas XA.


Dan di kelas XA tidak ada siswi yang memiliki nama yang kembar dengan nya kecuali diri nya.


"Eeeee Raehan tega ngak ngajak kita daftar..." Teriak Miya memasang wajah jelek, di iringi suara menangis pura- pura. Yang lebih mirip terdengar seperti kentut bebek.


"Kamu mau mengelak apa lagi Rae ?" Fir.


"Astaga kalian... Sungguh aku tidak pernah mendaftar..." Raehan mencoba menjelas kan apa yang tidak pernah ia lakukan kepada Fir dan Miya.

__ADS_1


Pasti sekarang diri nya terlihat konyol di hadapan kedua sahabat nya. Karna apa yang di katakan tidak sesuai dengan realita.


"Tapi tidak mungkin nama mu tiba- tiba terdaftar seperti itu Rae... Apa mungkin ada seseorang yang sengaja mendaftar kan nama mu?" Miya.


Otak Raehan langsung bergulir ke belakang, dengan nyala lampu yang langsung menyinari wajah Dion.


Ke dua lubang hidung Raehan langsung mengembang saat mengingat siapa yang bisa melakukan hal seperti ini.


Dan itu pasti Dion, karna dia lah satu- satu nya yang selalu memperlakukan nya dengan semena- mena dan juga yang lebih menyakin kan lagi. Jika Dion adalah ketua osis dan ia yakin semua nya adalah ulah Dion si pria paling menyebalkan meski ada beberapa adegan dalam karya ini yang membuat Dion terlihat berjasa dalam hidup nya.


Ohhh, author yang terkasih kenapa bisa diri mu membuat karakter seperti Dion. Yang selalu menciptakan masalah dalam kisah Raehan.


Ke dua telinga Raehan terlihat mengeluar kan asap kemarahan , yang membumbung tinggi dan menggumpal di atas kepala nya.


Kali ini seperti nya ia harus memberi pelajaran untuk Dion untuk berhenti bertindak semena- mena pada diri nya.


Raehan segera bergegas dengan cepat, di ikuti oleh Fir dan Miya yang terlihat bingung kemana Raehan akan pergi dengan kemarahan seperti itu.


Raehan menatap pintu dengan papan nama bertulis kan nama Dion.


Tangan Raehan terangkat menggedor pintu dengan kencang.


Kali ini apa yang di lakukan Dion benar- benar sudah terlalu jauh.


Dor...


Dor..


Dor...


"Lihat saja aku akan menemukan di mana pun kamu berada.. Dasar pria menyebal kan. Selalu bertindak semena- mena..." Umpat Raehan dengan kesal, sembari terus menggedor pintu ruangan Dion.


Raehan menarik tangan nya, saat ia merasa tangan nya terasa panas dan nyeri karna terus menggedor pintu yang tidak kunjung di buka.


"Seperti nya dia memang tidak ada disini" Batin Raehan dengan bibir mengerucut.


Sementara Fir dan Miya sejak tadi hanya berdiri sambil menonton tingkah Raehan yang sudah sangat mirip dengan orang gila.


Tertawa kecil sembari membuat guyonan kecil. Tentu saja dengan meledek Raehan yang di mata mereka seperti cacing yang sedang mengamuk karna kepanasan.


"Heiii... Kalian kenapa berdiri di sana.. Cepat bantu aku untuk menemukan Dion kampret itu..." Ujar Raehan dengan nada meledak- ledak.


"Ha... Ha... Rae.. Rae kami tidak akan menggedor pintu yang di dalam nya tidak ada siapa pun..." Seloroh Fir dengan tertawa terpingkal- pingkal sambil memegangi perut nya yang terasa kram karna terus tertawa.

__ADS_1


"Fir.... !!!" Teriak Raehan dengan kesal, lalu berjalan melewati ke dua sahabat dengan otak setengah.


Saat ini tujuan nya adalah mencari Dion sampai ia menemukan pria itu. Meminta pria berkuasa itu untuk menghapus nama nya. Karna ia tidak ingin ikut serta atau bergabung dalam organisasi osis atau apa lah semacam nya.


Jika Dion tidak ada di ruangan nya. Maka ia yakin akan menemukan pria itu di kelas nya.


Lihat saja ia akan mengomel dengan kekuatan super ala emak- emak di depan semua orang.


Biar sekalian Dion malu dan berhenti membuat masalah dengan nya.


Pikir Raehan dengan tangan mengepal dengan erat, sembari langkah nya terus melangkah menuju kelas XIIA.


Miya dan Fir yang masih berdiri di tempat, saling melempar kan pandangan satu sama lain, lalu segera melangkah mengikuti kemana arah Raehan pergi.


Mereka tidak akan menyia- nyiakan tontonan yang sangat berharga seperti ini.


Pertunjukan yang pasti nya akan sangat seru. Karna Raehan akan melabrak sang ketua osis.


Sejujur nya Fir juga ikut merasa kesal karna sikap Dion yang semena- mena pada sahabat nya.


Meski ia terhibur dengan tingkah Raehan yang marah namun terlihat begitu lucu di mata nya. Ia juga tidak terima akan hal itu.


Lihat saja ketika ia menemukan Dion, ia pastikan dua bogem mentah nya akan mendarat di wajah menyebal kan ketua osis itu. Batin Fir dengan tekad mantap.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2