Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Teralih kan.


__ADS_3

...114โฃ...


Raehan berhenti seketika, saat ke dua netra nya menatap ke arah lapangan basket yang ramai.


Miya langsung menabrak punggung Raehan yang langsung terdorong sedikit ke depan.


Begitu pula Fir yang mendorong punggung Miya, hingga memberikan dorongan yang jauh lebih besar pada dua gadis di depan nya.


"Raehan kalau jalan suka berhenti mendadak..." Kesal Miya langsung mendelik ke arah Fir.


"Ssstttt...." Raehan meletak kan telunjuk nya di depan bibir. Meminta dua sahabat nya untuk menutup mulut mereka yang sudah seperti radio rusak, yang tidak bisa diam meski hanya sedetik saja.


Fir dan Miya memberengut bingung, melihat perubahan ekspresi yang begitu drastis dari Raehan.


Benar- benar tidak terduga, seperti membalikkan telapak tangan. Raut wajah Raehan yang sebelum nya sudah seperti banteng gelagapan. Kini berubah menjadi serius bahkan kemarahan yang tadi di wajah nya entah hilang kemana.


Fir dan Miya mengikuti kemana arah pandangan Raehan yang tertuju pada barisan murid kelas XIIA yang sedang belajar bersama guru olahraga yang mereka kenal.


Mereka dengan mudah menebak jika kelas tersebut sedang belajar mapel olahraga. Itu begitu terlihat dari tangan mereka yang menenteng baju olahraga.


Rahang Fir langsung mengetat dan mengeras dengan sempurna. Ke dua bola mata nya terlihat mengeluar kan aura membunuh yang tertuju ke arah Dion. Pria yang di cari- cari sejak tadi. Pria yang akan beberapa menit ke depan akan menjadi samsak tinju nya.


Ke dua tangan Fir mengepal dengan kuat, ke dua tangan nya sudah sangat gatal untuk menghantam wajah menyebal kan pria kampret itu.


Apa lagi saat Fir melihat dengan tenang nya Dion bercanda dengan babu nya Niel, tertawa tanpa beban atau pun rasa bersalah karna sudah melakukan tindakan semena- mena pada sahabat nya.


Tidak ingin membuang waktu lebih lama, Fir melangkah kan kaki panjang nya, untuk menarik ketua sok berkuasa itu dan memberi nya pelajaran.


Namun, baru dua langkah ia melangkah. Tubuh nya kembali tertarik ke belakang. Saat lengan nya di tarik oleh tangan mungil Raehan.


"Lepasin Rae..." Gertak Fir dengan tatapan tidak bersahabat, bahkan sedikit mampu membuat Raehan bergidik ngeri.


Sebenar nya siapa yang menjadi korban di sini.?


Siapa yang harus nya marah dan menghajar Dion, tapi lihat lah siapa yang lebih terbakar emosi dari pada diri nya sekarang.


Dasar Fir pria berotak kecil, umpat Raehan dalam hati.


"Fir tenang... Kamu apa- apaan sih... Ngapain ke sana?"


"Ya mau kasih tuh kampret pelajaran... Biar dia ngak ganggu kamu lagi Rae... Kamu diam saja di sini.. Biar kan ini menjadi urusan laki- laki dengan laki- laki.." Kekeh Fir dengan amarah yang sudah siap meledak.


Raehan menghela nafas nya bodoh, melihat kemarahan Fir yang kini melebihi diri nya.

__ADS_1


Benar- benar konyol.


"Fir.. Diam di sini tidak ada yang akan pergi ke sana.." Seru Raehan tegas dan mutlak.


"Kenapa? apa kamu berubah pikiran untuk melabrak Dion karna takut dia akan menyakiti mu.. Atau kamu berubah pikiran karna dia adalah pria dengan wajah tampan.."


Pukk...


Satu toyoran cukup keras mendarat di dahi Fir, membuat Fir meringgis kesakitan, karna ulah Raehan yang asal menoyor bagian kepala nya.


"Di sini aku yang menjadi korban Fir... Jadi aku yang akan menyelesai kan nya.. Tapi ada hal yang lebih penting yang harus ku lakukan untuk membalas si nenek sihir itu..." Raehan menjeda kalimat nya, sorot mata nya menunjuk ke arah Lessia yang tengah tersipu malu karna di goda oleh teman sekelas nya.


Fir dan Miya langsung menatap ke arah Lessia, yang langsung membuat mereka mengerti.


Kemarahan Raehan pada Dion bisa di lanjut kan nanti, tapi membalas Lessia harus segera di lakukan.


Tapi apa rencana Raehan untuk membalas Lessia?.


Apa Raehan akan turun ke lapangan, lalu berkelahi dengan Lessia dengan saling menjambak rambut satu sama lain?.


Tapi apa Raehan akan menang.?


"Tapi kamu tidak akan menang jika berkelahi dengan Lessia Rae.. Itu bisa di lihat dari perbedaan tinggi postur tubuh kalian.." Ujar Miya menyuarakan pikiran nya, yang sekaligus mewakili kerisauan Fir.


Raehan langsung menepuk jidat nya bodoh.


Astaga ke dua sahabat nya apa tidak bisa berpikir dengan benar.


Siapa yang akan berkelahi dengan nenek sihir tua itu, ehh tapi kan nenek sihir selalu tua. Otak nya juga seperti nya terkontaminasi dengan pikiran kolot dan dangkal ke dua sahabat nya ini.


Untuk apa berkelahi dengan Lessia, ia tidak akan melakukan hal bodoh dan memalukan seperti itu.


Ada banyak cara untuk membalas kan dendam nya yang sudah ia pikir kan dengan baik, dan sesuai dengan kondisi, waktu, dan situasi.


Dan Raehan memilih rencana yang akan membuat Lessia malu di depan teman nya.


Sebelum nya Lessia sengaja menempel kan permen karet ke rambut nya, untuk membuat rambut nya jelek dan menjadi bahan ejekan, tertawaan, dan olokan para murid.


Tapi sayang nya, tuhan berada di pihak nya bukan nya menjadi bahan tertawaan, ia menjadi bahan pujian.


Ohhh,, astaga kenapa sifat sombong mulai menyelinap. Raehan langsung menghempas pikiran- pikiran tersebut dari dalam kepala nya.


Ia tidak mau kepala kecil nya terkontaminasi oleh sifat- sifat buruk. Jika iya maka apa beda nya diri nya dengan nenek sihir Lessia.

__ADS_1


"Kalian jangan berpikiran kayak anak kecil gitu deh.. Siapa yang bakal berkelahi..?" Raehan mengusap kasar ke dua wajah sahabat nya asal. untuk menghilang kan pikiran buruk dua sahabat nya itu.


"Ihhhh ckkk. Tangan kamu bau tahi ayam tahu..." Kesal Miya mengerucut kan bibir nya ke depan.


Sementara Fir menyugar rambut nya, merapikan anak rambut yang jatuh karna ulah tangan kurang ajar Raehan.


"Itu biar kalian tidak berpikir macam- macam. Aku tidak akan mau mempermalukan diri ku dengan berkelahi dengan Lessia... Aku punya rencana yang lebih bagus dan akan membuat Lessia yang sombong akan mengingat pembalasan ku selama nya..." Ucap Raehan dengan smirk licik di bibir nya.


"Aduhh.. Ternyata kamu masih mendendam dengan Lessia.. Aku pikir kamu sudah melupakan nya... Lebih baik kalian berjabat tangan saling memaafkan dan menjadi teman..." Seloroh Miya Asal yang langsung di sambut Fir.


"Udah Mi.. Biarin aja Raehan memberi pelajaran buat Lessia.. Jangan jadi sok pemaaf deh.. Apa kamu tidak ingat. apa yang sudah di perbuat Lessia... Dia itu jahat , garis bawahi dia itu jahat..." Tegas Fir yang tidak setuju dengan ucapan Miya yang terdengar seperti rongsokan.


"Benar kata Fir.. Gadis seperti Lessia sangat licik. Jika dia mau berjabat tangan dan saling memaaf kan dengan ku.. Aku akan menerima nya dengan senang hati. Tapi Lessia bukan gadis seperti itu.. Dia adalah gadis ular yang jika kamu beri ruang maka dia akan mematok mu dengan senang hati... Aku dan dia sudah di takdir kan untuk bermusuhan.." Jelas Raehan panjang lebar, dengan tatapan tajam penuh hasrat untuk membalas pada Lessia.


"Jadi ayo Mi ikut aku.. Ini adalah waktu nya.. Dan Fir kamu diam saja di sini, siap kan ponsel dan tunggu waktu yang tepat..." Ujar Raehan mutlak, tanpa penolakan.


Raehan menarik tangan Miya cepat, setelah melihat Lessia dan salah satu teman nya berlalu dari lapangan basket.


"Lah... Rae kok aku di tinggal..." Ujar Fir mencoba memanggil Miya dan Raehan yang sudah berjalan menjauh dari pandangan nya.


Meninggal kan diri nya dalam kebingungan dengan titah untuk tetap di sini.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2