Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Sahabat terbaik.


__ADS_3

...137 โฃ...


Raehan reflek memejam kan mata nya dan memaling kan wajah nya, saat melihat tangan besar wanita itu melayang ke arah nya.


Mampus, pekik Lessia dengan smirk senang, tentu saja tanpa di lihat oleh siapa pun.


Srak..


"Hah..."


Satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


Tamparan ala emak- emak tidak kunjung mengenai pipi mulus Raehan.


Hal tersebut membuat Raehan merasa aneh, dan membuka perlahan kelopak mata nya yang sempat terpejam.


Ke dua mata nya langsung meloncat keluar melihat tangan ibu- ibu yang ingin menampar nya, kini malah tertahan di udara karna di cekal oleh tangan berisi milik sahabat nya Miya.


"Untung saya tepat waktu, jika tidak saya akan melapor kan nyonya kepada pihak berwajib dengan tuntutan memukul gadis sekolah..." Sarkas Miya yang terlihat begitu mendominasi, dan menghempas tangan penuh dengan perhiasan mahal itu dengan cukup keras.


"Nak, jangan ikut campur.. Gadis bar- bar ini tidak memiliki etika atau pun sopan santun biar kan tante memberi dia pelajaran..." Ucap wanita tadi yang tak ingin di cegah.


"Maaf tante bukan maksud saya lancang, pelajaran seperti apa yang tante ingin berikan kepada teman ku. ? Apa sebuah pukulan?. Apa cara kasar ini yang tante sebut sebagai cara untuk mendidik nya...? Atau memang seperti ini cara tante mengajari anak tante..." Sulut Miya yang tidak terima dengan sikap wanita di depan nya.


Jika saja ia tidak menghormati umur wanita ini, yang sebaya dengan ibu nya. Maka sudah di pasti kan ia akan membanting dengan kuat wanita ini, hingga berteriak memekik kesakitan.


"Astaga, kamu seperti anak baik- baik dan dari keluarga yang berkelas, Pasti karna berteman dengan gadis bar- bar ini kamu jadi terpengaruh pergaulan buruk..." Sanggah seorang wanita lain nya yang mendekat ke arah mereka. Sementara wanita tadi yang ingin memukul Raehan hanya bisa diam karna ucapan menusuk dari Miya.


Apa lagi seorang ibu akan begitu sensitive jika hal itu berkaitan dengan anak nya.


"Hhh tante, seharus nya anda tidak menilai dari penampilan seseorang..." Sela Fir yang langsung berdiri di depan Raehan, di mana kepala nya terangkat menampil kan keangkuhan di depan para wanita yang jauh lebih tua dari nya.


Jika Miya masih bisa mengendalikan diri nya, untuk tidak berbuat tidak sopan di depan orang yang lebih tua. Maka Fir adalah kebalikan nya.

__ADS_1


Entah tua atau muda jika orang tersebut tidak memiliki hormat maka diri nya pun akan melakukan hal yang sama.


Mungkin hal itu efek dari hidup nya yang begitu sepi, tanpa kehadiran orang tua nya yang selalu sibuk dengan pekerjaan mereka.


Tanpa tahu jika mengajari tata krama dan sopan santun serta menghormati orang yang lebih tua juga penting untuk seorang anak.


Karna orang tua adalah sekolah pertama untuk anak- anak. Yang akan mengajari mereka sifat dan prilaku dasar yang baik untuk membangun tingkah yang baik pula.


"Anak bau kencur seperti kalian mana tahu mana anak yang baik dan tidak, Lihat lah model itu, karna ulah teman bar- bar kalian dia menjadi menangis dan sedih. Padahal Lessia sudah meminta maaf tapi teman kalian malah mengatai nya... Apa hal itu tidak membuktikan jika diri nya bukan lah hal yang baik.. Lihat saja dari cara berpakain nya yang seperti orang kampung. Dan orang kampung biasa nya tidak di ajar kan tata krama oleh orang tua nya. Sama seperti gadis pendendam di belakang mu..." Bela wanita itu mati- matian membela Lessia.


Tentu saja ibu- ibu kalangan sosialita ini tahu siapa Lessia.


Lessia adalah model yang terkenal dan di puji sebagai dewi kelembutan dan anggun.


Karna di depan layar persegi , Lessia menunjukkan sandiwara menjadi gadis lugu dan lembut, yang tentu saja menjadi nilai baik di kalangan masyarakat.


"Ck...Ck... Perkataan anda memang sangat luar biasa tante.. Selain mulut panas persis seperti kerak neraka, ternyata spekulasi anda tidak lebih dari sampah... Dengan seringan kapas anda memvonis seseorang, sekarang kata kan apa hanya dengan melihat sikap seseorang seperti itu, tanpa anda tahu apa permasalahan sebenar nya anda berani menghina asal kelahiran seseorang. Ingat kita semua sama tidak ada beda nya. Anda, anda, dan juga anda..." Fir menunjuk satu persatu wanita- wanita sosialita di depan nya.


"Ini urusan anak muda, jadi anda semua jangan ikut campur, dan sok tahu masalah kami dengan gadis berbisa itu.." Fir menjeda kalimat nya dengan tangan menunjuk ke arah Lessia yang masih memain kan peran nya dengan baik.


"Lebih baik anda semua mengingat umur kalian yang sudah tidak lagi muda. Apa anda semua tidak malu ikut campur masalah anak remaja..." Tekan Fir yang langsung membuat aura mendominasi keluar dari tubuh nya , serta membuat ibu- ibu yang tadi nya mencicit seperti tikus terdiam.


Sedang kan Raehan masih membisu melihat dua pahlawan yang sedang berjuang melindungi diri nya.


Melindungi diri nya dari sergapan- sergapan kata - kaya yang menyakit kan.


Namun ke dua orang yang notabene nya adalah sahabat nya seperti pelindung tameng dan juga senjata untuk nya.


Di mana yang satu menjadi garda terdepan untuk melindungi nya dari serangan, dan yang satu nya lagi seperti senjata yang langsung melenyap kan musuh nya.


Mata Raehan tersorot ke arah Miya, yang masih berdiri tanpa takut untuk melindungi diri nya.


Sejak kapan gadis manja itu berubah menjadi seberani ini.?


Sejak kapan dia berani mengangkat wajah nya, dan berani mendekat pada kerumunan orang yang sedang berkelahi.?


Hati Raehan terenyuh dan begitu terharu, melihat bagaimana cara Fir dan Miya melindungi nya.

__ADS_1


Mereka adalah sahabat terbaik untuk nya, sahabat yang selalu ada untuk nya.


Sahabat yang selalu siap melindungi diri nya.


Sahabat yang selalu siap dengan ide gila nya, meski mereka kadang harus terlibat masalah karna diri nya.


Sahabat yang selalu menghapus air mata nya, dan membuat senyum serta mengukir tawa di bibir nya.


Diri nya benar- benar sangat beruntung memiliki sahabat seperti Miya dan Fir yang menerima diri nya apa ada nya, meski mereka tahu jika diri nya bukan lah dari kasta orang kaya.


"Ada apa?" Seloroh Agara yang baru saja kembali dari toilet dan melihat kerumunan di dalam toko perhiasan, tempat di mana diri nya meninggal kan gadis sial nya yang masih melongo akan tindakan diri nya yang tak terkontrol.


Agara dapat merasakan jika telah terjadi sesuatu saat ia pergi ke toilet.


Lessia yang menangis sesenggukan, lalu dua sahabat Raehan yang terlihat kesal dan marah, dan Raehan yang berdiri di belakang Fir dengan tatapan haru.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2