Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Apa dia pernah mengata kan nya?


__ADS_3

...174❣...


Raehan memejam kan ke dua mata nya.


"Kak Agara.."


Felix langsung terkekeh frustasi saat mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Raehan.


Kenapa ia bisa lupa jika pria yang di sukai Raehan adalah manusia es itu.


Sungguh ia merasa kalah telak dari seorang Agara sang siswa yang paling populer di Milver High School ini.


Bahkan meski dengan sekuat tenaga diri nya mencoba menyaingi Agara, pria berwajah tampan dengan bola mata merah itu selalu saja menang.


Dan kini, lagi- lagi Agara menang.


"Astaga Rae... Agara sudah memiliki tunangan yaitu Lessia..." Kekeh Felix dengan tatapan sedikit mengejek yang berhasil membangkit kan kekesalan Raehan.


Ia sangat tidak suka melihat wajah mengejek Felix, pria di depan nya seperti mengata kan jika diri nya tidak akan bisa mendapat kan Agara.


Tapi pria di depan nya tidak tahu jika Agara sudah menerima diri nya dalam hidup nya.


"Mereka bukan sepasang tunangan!!" Ketus Raehan, membuat kekehan Felix terhenti.


"Kenapa kamu mengingin kan seseorang yang bukan untuk mu Rae..? Aku tahu kamu begitu menyukai Agara tapi dia sudah di miliki oleh Lessia... Baik lah jika kamu tidak menyukai ku... Tapi bukan berarti kamu berhalusinasi dengan tinggi dan bermimpi untuk memiliki Agara. Kenapa kamu mengingin kan sesuatu yang belum pasti,? sementara yang pasti kini berdiri di depan mu..."


"Aku sudah bilang Kak Aga dan Lessia bukan pasangan tunangan, mereka tidak memiliki hubungan apa pun... Karna aku adalah pacar kak Aga..."


"Pfffffttttttt.... Ha.. Ha.... Kamu semakin lucu jika bermimpi, aku sangat mengenal Agara dia tidak tersentuh oleh seorang gadis... Kamu bilang kamu pacar nya? Apa dia mengata kan jika dia mencintai mu?"


Mulut Raehan langsung bungkam, dengan lidah nya yang merasa kelu.


Benar apa yang di kata kan Felix.


Agara tidak mengata kan kata- kata jika pria itu mencintai nya.


Agara hanya mengata kan jika ia akan menjadi kan diri nya segala nya.


Tapi bukan kah itu arti nya mereka sudah pacaran?


"Kenapa kamu diam ? Apa yang ku kata kan memang benar?"


Raehan masih terdiam dengan pikiran nya yang melayang.


Mempertanya kan perasaan Agara yang sebenar nya pada diri ny.


"Jangan memaksa kan diri pada orang yang tak ingin bersama mu, seperti yang kamu kata kan cinta tak bisa di paksa kan... Aku menerima jika kamu mencintai Agara. Tapi perasaan ku juga tidak main- main Rae..." Felix mendekat kan tubuh nya pada Raehan, lalu mendekat kan wajah nya di samping wajah Raehan.


"Aku tetap di sini... Aku akan menunggu mu..." Bisik Felix lalu menarik kembali tubuh nya. Menatap wajah Raehan yang terlihat berpikir lalu melangkah pergi.

__ADS_1


...----------------...


Di belahan bumi lain nya, di mana suasana terlihat begitu asri dengan balutan pedesaan yang benar- benar pekat.


Tampak rimbunan daun kelapa yang melambai- lambai seperti sebuah tarian yang indah.


Di mana tubuh nya berjejer dengan rapi di setiap sisi perkebunan singkong yang terbentang luas.


Seluas mata memandang.


Tampak berdiri dengan gagah, seorang pria dengan wajah tersenyum melihat kebun singkong yang hanya tinggal dua bulan lagi akan panen.


Diri nya sudah bisa membayang kan keuntungan yang akan di raup nya dengan warga desa Angsoyan.


"Popsy kok senyum- senyum sendiri?" Seru suara melengking Nyonya Marrisa yang langsung membuat Pak Levi menoleh ke arah nya.


"Momsy ngapain ke ladang? ntar kulit nya jadi hitam loh kayak Popsy..." Balas pak Levi terdengar menggoda di telinga Nyonya Marisa.


"Emang popsy mau Momsy ngak ke sini, dan biarin tuh perut buncit kelaparan...." Sanggah Nyonya Marissa dengan membuat wajah nya terlihat kesal.


Pak Levi segera mendekat ke arah istri nya tercinta, yang sedang duduk di bawah pohon kelapa teduh.


Sembari ke dua tangan istri nya membuka kotak makanan yang di bawa nya.


"Lihat momsy udah buatin makanan kesukaan Raehan..."


"Dia kan putri ku satu- satu nya... Dia juga berada di kota orang.. Aku masih saja khawatir dengan putri kecil kita meski setiap malam kita selalu bertukar kabar dengan nya..." Wajah Nyonya Marissa langsung meredup, dengan segurat rindu yang sudah tak tertahan kan.


Pak Levi sangat mengerti dengan perasaan istri nya yang sangat merindukan putri kecil nya.


Pak Levi menepuk lutut istri nya, berusaha menenang kan istri nya yang selalu saja ingin menangis saat mengingat Raehan.


"Kamu ingin hidup putri mu bahagia bukan di masa depan?"


Nyonya Marissa mengangguk dengan pelan.


"Jika begitu, tahan lah rindu mu sebentar lagi... Ingat putri kecil kita sedang memperjuang kan martabat kita... Aku yakin putri ku bisa membukti kan diri nya... Dan aku yakin dia akan menjadi gadis sukses... Jika ibu nya lemah bagaimana bisa dia menjadi kuat... ?" Tutur Pak Levi dengan kata- kata yang begitu menenang kan.


"Aku berharap ketika keluarga kaya mu melihat prestasi putri kita.... Ia tahu jika kamu bukan pecundang yang bisa di buang dengan seenak nya..."


"Ssstttt kenapa membahas mereka.. Kita tidak perlu membahas mereka atau membuktikan apa pun pada mereka... Kita sudah bahagia dengan hidup sederhana kita.. Dengan dua buah hati yang cantik , tampan dan lucu... Aku merasa hidup ku sudah cukup bahagia..."


"Entah lah aku masih ingat dengan jelas bagaimana mereka mengusir dan membuang kita di saat aku sedang mengandung..."


"Berhenti lah menangis jika tidak skincare mahal yang ku beli kan luntur..."


Puk....


Satu tangan Nyonya Marissa langsung melayang di pipi Pak Levi saat suami nya jahil nya mulai meledek nya lagi.

__ADS_1


"Kata nya skincare mahal kok cepet luntur?"


"Iya karna air mata mu sudah seperti air sungai.. Sangat deras..."


"Ahhh Popsy..."


"Permisi pak Levi....!!!" Suara seseorang menghenti kan perbincangan antara Nyonya Marissa dan Pak Levi, yang langsung menoleh pada seorang pria yang tak lain adalah salah satu warga yang bertugas sebagai bendahara desa yaitu Pak Astoro.


"Ehhh pak Astoro.. Silah kan duduk pak..." Seru Nyonya Marrisa yang langsung menepi memberi kan tempat untuk Pak Astoro untuk duduk.


"Ehh iya bu..."


"Pak Astoro ada apa?" Kini Pak Levi yang melempar pertanyaan pada rekan seperjuangan nya dalam mengelola singkong - singkong di desa Angsoyan.


"Ada kabar baik pak,,, cemilan singkong kita benar- benar sudah sangat terkenal... Bahkan kini sudah mendapat izin edar resmi dari pemerintah... Lalu omset bulan ini benar- benar naik dengan sangat pesat. Seperti nya kita semua untung besar bulan ini...."


"Wah bagus itu pak... Para warga desa ini pasti akan semakin makmur... "


"Ini berkat pak Levi... Tapi ada kabar baik lain nya pak... Kita mendapat kan investor dari kota Milver..."


"Astaga benar kah siapa dia pak?"


"Nama nya Mr. Vinsion Vandeerzee"


...----------------...


...****************...


Kasian si felix di tolakπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


__ADS_2