Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Jangan berhenti sedetik pun


__ADS_3

...265πŸ’›...


Acara pertunangan Lessia dan Agara akhir nya di mulai.


Di mana kini semua tamu sudah duduk di tempat mereka masing- masing.


Sementara Agara sudah duduk di kursi yang ada di atas panggung.


Duduk di singgasana pertunangan yang begitu terlihat indah.


Agara terlihat seperti pangeran dari sebuah kerajaan.


Dia duduk dengan tatapan kosong. Tidak ada raut bahagia atau pun senang.


Tuan Ledgar yang melihat hal itu sedikit mengerut kan kening nya.


Saat bertemu dengan Agara. Untuk sesaat pria yang menjadi calon tunangan putri nya itu hanya menampak kan wajah nya yang datar, tidak ada senyum sedikit pun.


Suara Mc tiba- tiba menggelegar, di mana kini semua sorot mata mengarah pada satu titik yaitu di mana dua kursi bak singgasana ratu dan raja di pasang dengan sangat indah.


.


Sementara di luar hotel terlihat Miya dan Fir yang berjalan beriringan.


Hingga akhir nya mereka di henti kan oleh penjaga pintu.


"Maaf kalian tidak boleh masuk...!" Tegas nya dengan suara yang terdengar mencekik Miya.


"Kenapa kami tidak di izin kan masuk..? kami ini undangan di sini.." Sentak Fir dengan menatap penjaga itu nyalang.


"Jika seperti itu.. Silah kan anda menunjuk kan undangan pada bagian administrasi..." Timpal nya lagi dengan merentang kan tangan nya ke arah petugas yang sedang duduk dengan wajah datar nya.


Fir dan Miya menurut, ia tidak ingin merusak penampilan mereka dengan baku hantam dengan penjaga itu.


Lagi pula mereka ke sini untuk memasti kan apa benar yang bertunangan adalah Agara kekasih sahabat mereka, atau semua nya hanya bualan dan hayalan Lessia.


Fir dan Miya memberi kan kartu undangan mereka pada petugas.


Mereka rasa nya sedang menghadiri pesta president di mana yang hanya boleh hadir adalah tamu undangan.


Sangat lebay. Pikir Miya dan Fir.


"Biar kan mereka masuk...!" Ucap petugas yang sudah selesai memeriksa keaslian kartu undangan yang di sodor kan oleh Fir dan Miya.


Penjaga dengan sigap membuka kan pintu utama untuk Miya dan Fir yang langsung melangkah masuk.


Deg...


Tubuh ke dua nya langsung berhenti melangkah saat melihat sosok Agara yang sedang duduk di kursi yang begitu indah.


Wajah yang selalu di puja oleh Raehan dan sahabat nya itu rela melakukan apa pun untuk pemilik wajah itu ternyata kini duduk dan sedang menanti calon tunangan perempuan nya.

__ADS_1


"Ternyata benar...!" Lirih Miya sambil menutup mulut nya dengan tangan nya.


Rasa nya ulu hati nya di hantam oleh sesuatu yang besar di mana rasa sesak mengusai rongga dada nya.


Bagaimana bisa Agara bertunangan dengan Lessia, lalu bagaimana dengan Raehan?


Di mana sahabat nya yang malang itu?


Sedang kan Fir mengepal kan ke dua tangan nya.


Di mana kemarahan nya benar- benar sampai di ubun- ubun.


Pria yang begitu di cintai oleh sahabat nya, kini bertunangan dengan orang lain.


Pria macam apa Agara yang mengata kan jika dia mencintai Raehan, tapi kini malah duduk menunggu calon tunangan nya.


Brengsek..


Bajingan...


Itu lah kata yang tepat untuk pria penghianat seperti Agara.


.


Blar...


Cettar....


Membuat seluruh jalanan tergenang oleh air, dan pandangan para pengemudi mulai terganggu dengan air hujan.


Oleh sebab itu, sebagian banyak memilih untuk menepi dan menunggu hujan reda baru melanjut kan perjalanan mereka.


Namun tidak dengan mobil putih yang terus memacu kecepatan mobil nya dengan tinggi.


Membelah deras nya hujan yang mengguyur di mana sang pengemudi berusaha menajam kan penglihatan nya menembus guyuran air.


Dion menatap sekilas ke arah samping nya di mana terlihat wajah Raehan yang semakin memucat dan luka sobek yang mulai mengering.


Mata coklat Raehan terus berkedip, dengan tangan nya yang menekan pinggang nya di mana sebilah pisau yang di tusuk masih terbenam dengan nikmat di pinggang Raehan.


Dion melihat dengan jelas, luka itu terus mengeluar kan darah tanpa henti bahkan jok mobil nya yang di duduki oleh Raehan sudah basah dengan darah gadis itu.


Ia masih sangat kesal dengan keputusan Raehan yang ingin menuju ke acara pertunangan itu, sementara kondisi nya benar- benar sangat tidak memungkin kan.


Dion hanya takut, jika sampai ia terlambat membawa Raehan ke rumah sakit, maka nyawa Raehan akan melayang.


Tapi ia juga tidak berkutik di hadapan kekeras kepalaan Raehan yang lebih keras dari batu.


Di mana ia mencoba memecah kan nya, maka ia akan terpental.


"Hujan nya sangat deras... Kita tidak akan bisa menerobos hujan ini.. Bagaimana jika kita berhenti di rumah sakit dan mengobati luka tusuk mu.. Setelah itu aku janji kita akan menemui Agara...." Cicit Dion memecah keheningan di dalam mobil nya yang masih melaju dengan cukup cepat.

__ADS_1


Berusaha sekali lagi untuk membujuk Raehan agar gadis itu mau untuk di bawa ke rumah sakit.


"Jangan henti kan mobil ini meski hanya sedetik saja... Saat ini aku tidak butuh pergi ke rumah sakit aku hanya ingin segera sampai di acara pertunangan itu dan menghenti kan pertunangan itu... Kali ini aku meminta dengan sangat bahkan dengan memohon pada kak Dion tolong antar aku kak..." Ucap Raehan dengan suara yang begitu lemah. Terkesan begitu memaksa kan.


Lagi - lagi yang Dion dapat kan adalah penolakan nya.


Bagaimana bisa ada gadis yang tidak memperduli kan diri nya hanya untuk seseorang.?


"Tapi aku lebih khawatir dengan diri mu Rae.. Kamu sedang terluka dan butuh pengobatan... Jika sampai kamu kenapa- kenapa maka aku tidak akan bisa memaaf kan diri ku..."


Dion mencengkram stir mobil dengan sangat erat, bahkan tangan nya langsung sakit saat luka di pergelangan tangan nya tertekan.


"Aku sudah mengata kan jika luka ini tidak akan membuat ku mati.. Lagi pula aku tidak terluka sendiri.. Bahkan kak Dion pun juga terluka. Tapi kenapa hanya aku yang kakak khawatir kan...? Kakak tidak perlu merasa bersalah.. Karna ini adalah pilihan ku.. Aku akan sangat senang jika kak Dion menuruti keinginan ku..." Kekeh Raehan yang membantah permintaan Dion.


Saat ini ia hanya ingin segera sampai di hotel itu.


Ia ingin menghenti kan semua nya, mengambil kembali Agara dari Lessia.


Karna bagi nya ini sangat curang.


Tapi jujur, Raehan sangat kecewa dengan keputusan yang di ambil oleh Agara.


Ia tidak menyangka Agara menuruti keinginan Mr. Vinsion.


"Ini lebih terasa sakit dari pada aku menerima penolakan mu selama ini..." Batin Raehan dengan nafas yang memberat karna dada nya yang terasa begitu sesak.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.

__ADS_1


__ADS_2