Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Setan ?


__ADS_3

...81...


Raehan terlihat linglung di kamar mandi. Kepala nya terasa berdenyut hebat saat ini. Belum lagi tercium bau anyir seperti darah.


Raehan memegangi kepala nya, lalu menatap telapak tangan dengan bercak darah segar.


"Ohhh tidak kepala ku berdarah.. Sakit sekali..." Ringgis Raehan langsung masuk ke dalam toilet.


Saat kericuhan tadi, entah siapa yang menabrak diri nya sampai kepala nya menyentuh lantai.


Karna merasa ada sesuatu yang mengalir di pilipis nya, Raehan memutus kan untuk pergi ke toilet.


Ternyata benar apa yang ia duga, kening nya berdarah mengeluarkan darah segar, bersamaan dengan rasa perih.


Raehan menyalakan kran wastafel , menundukkan kepala nya dan membasuh seluruh bagian wajah nya.


Sehinggga terlihat jelas campuran darah nya dengan air.


Raehan mengangkat wajah nya, memperhatikan luka di pelipis nya yang tidak terlalu besar, tapi terlihat jelas bekas merah lebam di sekitaran luka.


"Hhhh Untung ngak parah, tapi masih sakit dikit.. Tapi ya sudah nanti luka nya juga kering..." Lirih Raehan lega. Tapi tetap saja luka ini sedikit sakit.


"Ehh Tunggu di rambut ku ada apa???" Gumam Raehan lagi, ketika melihat ada sesuatu yang menempel dengan sempurna di rambut nya.


Raehan menarik benda aneh itu dari rambut nya, benda tersebut seperti karet.


Melekat sempurna pada rambut Raehan. Semakin di tarik semakin banyak rambut Raehan yang menempel.


Rambut hitam lurus sepunggung Raehan, kini benar- benar berantakan.


Sementara tangan nya juga ikut lengket karna benda itu.


"Ini permen karet,, kenapa bisa ada di rambut ku.. Astaga bagaimana ini permen nya tidak bisa lepas..." Seru Raehan dengan panik.


Ke dua mata nya terlihat berkaca- kaca. Ia tidak ingin rambut nya yang di rawat bagai bayi rusak.


Bisa- bisa Ayah nya marah. Popsy nya selalu menyukai rambut panjang nya.


Pernah sekali diri nya berniat untuk memotong rambut nya. Tapi diri nya langsung di kurung selama satu minggu oleh Popsy.


Raehan semakin panik, saat rambut nya semakin banyak yang terkena lengketan permen karet.


"Hiks... Hiks... Bagaimana ini..?" Gumam nya semakin panik. Bahkan kini Raehan menangis, bingung apa yang harus ia lakukan.


Belum lagi bukan hanya satu permen karet yang ada di rambut nya, tapi ada beberapa yang melekat di rambut nya.


Diri nya tidak habis pikir , bagaimana bisa permen karet bisa menempel di rambut nya?.


Raehan menyalakan kembali kran air, sementara wajah nya semakin pucat karna panik.


Ia segera mencuci seluruh kepala nya, berusaha menyingkir kan benda lengket terkutuk itu.


Namun bukan nya bersih, penampilan Raehan semakin berantakan.


Belum lagi kini rambut nya basah dengan tetesan air yang mengenai nya seragam nya.


Jika di perhatikan diri nya tidak terlihat seperti seorang gadis imut, tapi lebih mirip dengan boneka anabell.


"Kenapa permen karet ini tidak bisa di singkir kan..." Papar Raehan langsung meraih sabun cuci tangan di dekat wastafel. Berharap permen karet ini bisa menghilang dari rambut nya jika di cuci dengan sabun tangan?.

__ADS_1


Raehan terus mengkramasi rambut nya, dengan sabun cuci tangan.


Bahkan sampai ia melakukan nya sebanyak tiga kali, namun hasil nya tetap sama.


Sisa- sisa permen karet itu masih menempel di rambut nya.


Klek...


Suara pintu toilet terbuka, dua orang siswi masuk ke dalam.


Kening mereka mengkerut dalam, saat melihat Raehan yang sedang mengkramasi rambut nya dengan sabun cuci tangan.


Bukan kah ini aneh, bagaimana bisa mencuci rambut dengan sabun cuci tangan?. Pikir mereka menganggap gadis tersebut gila.


Raehan terkesiap sejenak, saat menyadari ada yang sedang memperhatikan nya.


Ia langsung menoleh ke arah dua gadis di samping nya.


"Aaaaaa.... Setan....!!!!"


"Aaaaaaaaa....!!!"


Teriak mereka ketakutan, saat melihat wajah Raehan yang menyeramkan. Belum lagi luka yang ada di pelipis nya benar- benar menambah aura horor.


Ke dua gadis tersebut langsung menerjang keluar dari toilet, meninggal kan Raehan yang mematung bingung.


"Mereka berlebihan sekali... Ck... Penampilan ku tidak terlalu buruk hingga harus di teriaki setan..." Umpat Raehan memperhatikan pantulan diri nya di depan cermin.


Mata sembab yang memerah, ujung hidung yang sedikit merah, luka lebam yang ada di pelipis nya, belum lagi rambut nya yang basah dan berantakan.


Pantas saja mereka ketakutan, tapi diri nya tidak semenyeram kan itu.


"Rambut ku benar- benar rusak... Apa yang harus aku lakukan?.. Hiks... Aku harus pulang sekarang, aku tidak ingin orang lain ketakutan saat melihat ku... Sebelum photoshoot selesai aku harus segera keluar dari lingkungan sekolah..." Batin Raehan segera bergegas keluar.


Ia berharap semoga tidak ada yang melihat kehadiran nya.


Bugh....


"Aduh...." Pekik Raehan saat merasa ada sesuatu di depan yang ia tabrak.


Karna berjalan sambil menunduk, diri nya tidak melihat apa yang ada di depan.


"Maaf... Maa. Aku tidak sengaja..." Ujar Raehan cepat, sambil bergegas segera pergi.


Tapi belum beberapa langkah, tangan nya di cekal oleh seseorang yang ia tabrak.


Mati.


Tamat.


Bodoh.


Umpat Raehan semakin menunduk kan kepala nya dalam.


"Ada apa dengan mu...?"


Deg....


Suara bariton yang begitu ia kenal membuat ke dua mata Raehan melebar sempurna.

__ADS_1


Tubuh Raehan membeku di tempat, seakan tubuh nya di paku dengan kuat.


Apa yang harus ia lakukan sekarang?.


Diri nya tidak mau menunjukkan wajah nya yang menyeramkan?.


Apa ia kabur saja?


Tapi tangan nya bisa copot, karna di pegang dengan erat.


"Apa sekarang kamu sudah mulai tuli.?"


"Ti... Tidak..." Jawab Raehan terbata- bata.


"Lalu kenapa kamu menyembunyikan wajah mu dari ku..?" Sarkas Dion dengan cepat.


Ya, orang yang di tabrak Raehan adalah Dion.


Pria yang paling menyebal kan dan egois yang diri nya pernah kenal.


Diri nya mengutuk nasib nya, bagaimana bisa ia bisa berurusan dengan pria egois seperti Dion sejak pertama kali masuk sekolah.


Dan di saat penampilan nya benar- benar kacau, kenapa harus menabrak dan bertemu dengan Dion.


Kenapa dunia ini sesempit daun kelor.


Tapi ada rasa lega, karna itu bukan Agara.


"Wajah ku sedang ??... Eeee... Ya wajah ku sedang berminyak..." Jawab Raehan asal.


Dion mengerjit kan dahi nya. Wajah berminya?.


Bukan kah ini sangat Aneh ?.


"Lalu kenapa rambut mu basah? dan ini kotor ?" Dion memegangi rambut Raehan. Ia dengan jelas bisa melihat sisa- sisa serpihan permen karet yang menempel.


"Apa uru--"


"Permen karet?? bagaimana bisa menempel di rambut mu gadis bodoh..." Sentak Dion memotong ucapan Raehan, dan mulai panik.


Belum lagi tetesan air yang yang merembes membasahi seragam berwarna putih Raehan. Membuat tali B*H gadis itu terlihat jelas.


"Aku tidak tahu... Hiks...." Raehan mengangkat wajah nya menatap Dion yang langsung di respon dengan mata melotot.


...----------------...


...****************...


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit

__ADS_1


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2