
...115❣...
Raehan menarik pergelangan tangan Miya, mengikuti Lessia yang sedang berjalan berdampingan dengan salah satu teman kelas nya.
Yang entah itu siapa, Raehan tidak mengenal nya sama sekali.
Tapi apa peduli nya , siapa pun gadis yang bersama Lessia itu bukan urusan nya.
Yang terpenting sekarang adalah membalas dendam atas semua perlakuan kurang ajar sang model cantik.
Miya yang tidak tahu apa yang akan di lakukan sahabat nya yang ternyata memiliki otak licik, terus saja mengikuti kemana Raehan menarik tubuh nya.
Hingga Lessia masuk ke dalam toilet wanita, barulah Raehan berhenti secara mendadak, yang membuat tubuh Miya yang tidak sempat mengerem mendorong keras tubuh kecil Raehan hingga sedikit terjungkal ke depan.
"Iiihhh tuh kan Rae.. Kamu kalau ngerem ngak ngasi tahu dulu..." Celetuk Miya sedikit kesal dengan kelakuan akut sahabat mungil nya ini.
"Ssssstttt... Diam lah Mi.. Jangan ngomel- ngomel mulu.. Ntar kamu berubah mirip kayak Lessia lagi..."
"Ogah..." Potong Miya cepat, yang tidak terima jika di katai mirip dengan Lessia.
Sampai malaikat maut pun memisah kan tubuh nya dari raga nya pun, dan mengembalikan nya dalam tubuh yang mirip Lessia atau bahkan tubuh Lessia sekali pun. Dengan tegas ia pasti akan menolak. Bahkan menerima untuk mati saja.
Biar pun Lessia cantik dengan tubuh bak gitar spanyol yang hampir sempurna. Tapi hal itu tidak membuat Miya luluh atau bersimpati.
Meski pada awal nya ia adalah salah satu penggemar Lessia.
Namun setelah mengetahui jika Lessia adalah gadis ular dengan segala bentuk macam muslihat.
Rasa suka Miya seketika berakhir detik itu juga.
Sedang kan Raehan menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
Tentu saja di dalam nya ada Lessia.
"Rae,,, ayo cepat apa yang harus ku lakukan.. Aku harap ide mu tidak berbahaya dan bisa melukai tubuh atau kulit ku..." Cicit Miya memasang wajah sedikit takut, padahal diri nya hanya berpura- pura.
"Sini...!!" Raehan menarik tubuh Miya mendekat ke arah nya. Membisik kan sesuatu di telinga Miya, yang membuat ke dua pupil mata Miya kadang membesar lalu kembali mengecil.
Raehan tersenyum lebar dengan semangat menggebu, usai memberitahu Miya rencana apa yang akan mereka eksekusi.
Tanpa berpikir panjang Raehan langsung melesat masuk ke dalam toilet yang masih kosong dan menutup pintu.
Meninggal kan Miya yang berdiri dengan tampang gugup.
Rencana Raehan memang luar biasa. Tapi apa diri nya sanggup untuk melakukan porsi tugas nya.
Tentu saja sahabat nya itu tidak memberikan tugas yang berbahaya atau pun sebagai nya.
Tapi, ya sudah mari lakukan. Pekik Miya memantap kan hati dan mengusir rasa gugup nya.
Miya berjalan mendekat ke arah toilet yang di tempati Lessia. Sesekali ia melirik pada toilet samping yang di masuki Raehan sebelum nya.
"Lakukan... Mi..." Ujar Miya menyemangati diri nya sendiri. Ia menghembus kan nafas pelan, menyingkir kan pikiran- pikiran negatif serta membuang kegugupan yang sedang merayapi hati nya.
Tok...
Tok..
__ADS_1
Tok..
Miya mengetuk pintu toilet di hadapan.
"Ada orang di dalam...!!" Teriak suara Lessia yang menimpali dari dalam.
Tok...
Tok...
Tok...
Lagi- lagi Miya mengetuk pintu dengan menggigit bibir bawah nya, untuk menguat kan tekad nya agar tidak lari dari tugas yang di berikan Raehan.
Semoga rencana Raehan berjalan dengan mulus, doa Miya dalam hati, sembari tangan nya terus mengetuk pintu toilet. Meski Lessia berteriak dari dalam.
Tok...
Tok...
Tok...
Suara ketukan dari luar semakin keras, bahkan kini sudah menjadi sebuah gedoran yang seperti nya akan meruntuh kan pintu Toilet.
Lessia menggeram kesal, meski ia sudah mengatakan jika ada orang di dalam. Pintu toilet tetap di gedor dengan keras.
Membuat telinga nya terasa panas karna bunyi jelek pintu yang terus di gedor.
"Heiii... Berhenti menggedor pintu.. Apa kamu tuli. Ada orang di dalam...!!" Teriak Lessia dengan teriakan yang lebih keras beserta umpatan.
Tok..
Tok..
Tok..
"Sial.. Seperti nya orang ini butuh pelajaran..." Kesal Lessia yang langsung membuka kunci pintu, lalu memutar kenok pintu dengan cepat.
"Bera---"
Tubuh Lessia langsung tertarik dengan cepat, mengikuti langkah seorang gadis yang menarik nya dengan kuat.
Bahkan tubuh nya terasa melayang karna ulah gadis di depan nya.
Lessia pun tidak sempat melanjut kan sumpah serapah nya untuk merutuki gadis kurang ajar di depan nya. Yang terus menarik pergelangan tangan nya yang hampir terasa putus menjauh dari toilet.
Di balik toilet, di samping toilet yang di masuki Lessia.
Raehan menempel kan daun telinga nya di daun pintu. Mengecek suara pergerakan atau pun sejenis nya.
Apakah sudah menghilang atau belum.
Tawa sumbang merekah di bibir Raehan, saat pendengaran nya tidak mendengar apa pun. Usai mendengar suara cempreng nenek lampir jelek Lessia.
Itu arti nya, sahabat nya Miya sudah berhasil menjalan kan tugas nya.
Yaitu membawa Lessia pergi dari toilet.
__ADS_1
Raehan dengan cepat membuka pintu toilet, ia tidak ingin menyia- nyiakan waktu. Jika tidak, Lessia bisa kembali kapan saja.
Raehan mengedar kan pandangan nya ke seluruh penjuru koridor toilet. Untung di bagian ini tidak terpasang kamera cctv.
Jadi apa yang ia akan lakukan tidak akan yang mengetahui nya kecuali diri nya dan Miya.
Raehan berjalan dengan cepat memasuki toilet yang di sebelum nya di tempati Lessia. Lalu menutup pintu dengan cepat, ia menutup pintu agar orang lain tidak melihat apa yang ia lakukan. Jika seseorang datang ke area toilet.
Raehan kembali mengedar kan pandangan nya, dan terhenti pada seragam olahraga Lessia yang menggantung di dinding.
Raehan langsung berjingkrak kesenangan bahkan ia sangat senang.
Tidak ingin membuang waktu, Raehan merogoh sebuah botol kecil seukuran jari tengah berwarna putih dari dalam saku seragam nya. Dengan tulisan Bedak gatal akut pada bagian badan botol.
Raehan Memutar kepala botol, lalu menabur kan serbuk putih itu tepat di seragam Lessia.
"Tabur.. Tabur... Tabur... tabur... Ha... Ha... Rasakan nenek sihir ... Terima pembalasan super dari ku.. Berani menyinggung ku rasakan gatal super ini... Ha...ha.." Lirih Raehan dengan tawa yang pecah, bahkan sampai membuat ke dua mata nya berkaca- kaca.
Setelah merasa cukup, Raehan kembali memutar kepala botol lalu memasuk kan nya dalam saku.
"Hhhhh Tidak sia- sia aku membeli bubuk ajaib ini.. Alias bubuk gatal.. Mari kita lihat pertunjukan seru..." Gumam Raehan yang langsung keluar dari toilet.
...----------------...
Di sisi lain, Miya menghempas kan tubuh Lessia hingga tubuh ramping Lessia terjungkal karna kuat nya tenaga Miya.
Kini mereka berada cukup jauh dari toilet, tepat nya di koridor belakang dengan penghuni yang minim.
Glek.
Miya menelan saliva nya paksa. Saat merasakan punggung nya berdenyut nyeri.
Apa lagi dengan tatapan tajam Lessia yang penuh emosi, yang siap mencincang tubuh nya menjadi butiran debu detik ini juga.
...----------------...
...****************...
Koment yuk... othor lagi butuh semangat😭
Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???