
...280💛...
Miya dan Fir mendekat ke arah Nyonya Marissa dan juga Tuan Levi, ke dua nya sama- sama masih termenung duduk di depan ruangan Raehan dengan wajah tertekuk dalam.
Fir memegang dua cup kopi di ke dua tangan nya sementara Miya menenteng cemilan, seperti yang di pesan oleh Nyonya Marissa.
"Tan, Om ini kopi nya..." Seru Fir dengan menyodor kan dua cup kopi di tangan nya.
Tuan Levi dan Nyonya Marissa mengangkat wajah nya, mengukir senyum yang terkesan di paksakan.
"Ini cemilan nya tan..." Lanjut Miya setelah Nyonya Marissa menerima kopi dari Fir.
"Wah kalian emang baik ya.. Terimakasih Fir, Miya.." Ucap Nyonya Marissa menerima cemilan dari Miya.
"Si pecundang kepala es itu udah pergi tan?" Tanya Fir.
Nyonya Marissa mengerut kan dahi nya. Siapa yang di sebut pecundang kepala es oleh Fir. Julukan yang benar- benar sempurna.
Melihat Nyonya Marissa yang bingung, Fir berdecak.
"Maksud ku Agara tan.." Seloroh Fir dengan cepat. Jika seandai nya Agara masih di dalam kamar sahabat nya. Ia akan menyeret pria brengsek itu keluar dan menendang nya keluar.
"Agara? Anak dari orang yang sudah membuat Raehan hampir sekarat?" Sambar Tuan Levi dengan rahang mengeras.
"Iya Popsy, tapi dia sudah pergi. Mungkin masalah nya dengan Raehan sudah selesai." Jawab Nyonya Marissa sedikit bergidik ngeri, melihat tatapan mematikan suami nya, yang seperti ingini menelan nya hidup- hidup.
"Kenapa kamu mengizin kan nya? Kau tahu karna dia Raehan hampir mati, jika tidak karna bantuan Fir mungkin sekarang putri ku sudah tinggal nama." Ujar Tuan Levi dengan kemarahan.
"Betul itu om. Padahal aku sudah mengata kan hal itu pada tante, tapi tante malah membela pencundang itu.." Nimbrung Fir ikut mengompori.
Di mana detik berikut nya, Miya mencubit perut Fir.
"Shhh Mi ngapain nyubit sih? sakit..." Ringgis Fir dengan melayang kan tatapan kesal pada Miya.
__ADS_1
Sementara Nyonya Marissa memutar ke dua bola mata nya malas. Melihat Fir yang malah mengompori suami nya yang sedang dalam mode marah.
Tubuh Fir mungkin pria tapi sungguh mulut nya lebih lemes dari mulut ibu- ibu gosip.
Nyonya Marissa menepuk lutut Tuan Levi yang sudah terlihat kebakaran jenggot.
"Aduh popsy kayak ngak pernah muda aja. Dulu juga aku pernah berada di posisi Raehan. Tapi kita tetap bersama bukan?. Ayo lah Popsy lebih baik kita tidak usah ikut campur dalam masalah percintaan remaja. Biar kan saja Raehan yang menentukan keputusan nya. Mending kita bahas tentang rencana kita tambah adik lagi buat Rae sama Lion.."
"Tidak boleh...!" Teriak Lion yang baru saja datang setelah mengerjai Dion dan Kazuya.
Ia sama sekali tidak setuju jika harus memiliki adik lagi. Punya kakak gadis saja sudah membuat hidup nya kewalahan, sekarang orang tua nya malah merencana kan tentang adik.
Semua mata kini tertuju ke arah Lion yang sudah memasang wajah marah.
"Pokok nya tidak boleh ada adik lagi." Tegas Lion menatap tidak suka pada Nyonya Marissa yang tersenyum miring, melihat tingkah putra nya.
"Kenapa tidak boleh? lagi pula bukan kamu yang melahir kan tapi Momsy kan.." Sanggah Nyonya Marissa.
"Pokok nya tidak boleh, aku tidak mau punya adik. Kalau sampai Momsy lahirin seorang adik, aku pasti kan dia tidak bisa bernafas ketika dia keluar dari rahim Mom.."
"Sudah, kalian tidak usah ribut- ribut. Lebih baik Popsy pergi untuk bertemu klien.. Mom, popsy pergi." Tuan Levi langsung beranjak dari duduk nya. Sebelum pergi ia mengecup kening Nyonya Marissa.
Sementara Fir dan Miya langsung mengendap masuk ke dalam ruangan Raehan.
Jika tidak mereka pasti akan menjadi sasaran kejahilan Lion. Membayang kan nya saja sudah membuat mereka bergidik ngeri.
...----------------...
Di sebuah Cafe yang cukup Elit, terlihat Mr. Vinsion sedang menatap ke arah depan dengan ke dua mata yang memerah.
Suara gemelatuk gigi nya yang saling bergesekan, dengan rahang yang mengeras sempurna. Bahkan urat- urat di leher nya terlihat menonjol dengan jelas.
"Sial...!!!"
__ADS_1
Brak...
Mr. Vinsion menggebrak meja di hadapan. Untung saja ia berada di dalam ruangan Vvp Cafe sehingga suara yang memekik kan telinga tersebut tidak mengganggu pengunjung lain.
"Jika saja dia bukan menteri, sudah aku ludahi wajah sok berkuasa nya itu. Berani sekali dia menghina ku.. Ini semua gara- gara anak tidak berguna itu. Dia mengacau kan semua rencana ku. Bahkan sekarang Tuan Ledgar menarik semua investasi yang dia berikan pada ku..." Pekik Mr. Vinsion dengan kemarahan yang mencapai puncak nya.
Mengingat saat Tuan Ledgar menghina diri nya pagi tadi, saat perdebatan antara Agara dan Tuan Ledgar kini berimbas pada bisnis nya.
Azam yang sejak tadi berdiri di pojokan akhir nya mendekat ke arah Mr. Vinsion yang sedang marah.
Tak lupa Azam menuang kan segelas minuman dingin untuk majikan nya yang sedang terbakar api amarah.
"Tuan anda butuh minuman dingin untuk mendingin kan pikiran anda. Setiap masalah pasti ada solusi nya." Hibur Azam mencoba meredakan emosi Mr. Vinsion yang saat ini sedang meledak- ledak. Lalu menyodor kan minuman dingin tersebut.
Tanpa menolak, Mr. Vinsion langsung menerima dan meneguk minuman yang di berikan asisten pribadi nya itu.
"Jika saja aku tidak membutuh kan pria tua itu.." Ucap Mr. Vinsion dengan memijat pelipis nya yang terasa pusing.
"Dia memang sudah tidak berguna lagi untuk kita Tuan..." Timpal Azam, yang langsung membuat diri nya di tatap oleh sang majikan.
"Kau punya rencana bagus?" Tanya Mr. Vinsion yang tahu jika Azam pasti memiliki ide cemerlang untuk menyelesai kan masalah nya. Karna selama pria itu bekerja dengan nya. Sekali pun Azam tidak pernah mengecewa kan diri nya.
"Membuat rencana untuk menguntung kan anda adalah tugas saya."
" Kalau begitu kata kan apa rencana yang kamu miliki Azam.." Wajah Mr. Vinsion berubah tersenyum. Di mana ia menaik kan satu kaki nya ke kaki yang lain nya.
"Seperti rencana awal Tuan, jika kita akan merampas pabrik keripik serta hak cipta cemilan itu dari tangan Tuan Levi. Seperti nya kita harus melakukan hal itu secepat nya. Karna hubungan baik yang anda buat dengannya seperti nya Tuan Levi sangat percaya pada anda Tuan. Dari yang saya lihat, Tuan Levi adalah tipikal orang yang sangat mudah percaya dengan orang lain. Jadi saat Tuan bertemu dengan nya, Tuan bisa meminta Tuan Levi untuk memberi kan resep rahasia cemilan itu, dengan alasan Tuan akan membuat pabrik yang lebih banyak lagi untuk membuat cemilan tersebut semakin terkenal. Dan setelah kita mendapat kan resep itu. Anda tinggal memutus kan kerja sama dengan beberapa alasan. Dan kita bisa memproduksi cemilan itu." Jelas Azam panjang lebar, yang membuat Mr. Vinsion tersenyum puas.
...----------------...
...****************...
Dasar Mr. Vinsion licik..
__ADS_1
Jangan lupa vote , like, koment, dan gift nya oke.. Di tunggu mari membuat othor semakin semangat.