Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Panggilan Vidio


__ADS_3

...85...


Suasana malam dengan semilir angin dingin menusuk sampai ke tulang- tulang telah menggantikan suasana ceria dan cerah.


Langit malam yang begitu gelap tanpa ada sebintik bintang indah menghiasi langit.


Raehan memandang dengan lekat pantulan diri nya di cermin.


Otak kecil nya masih berpikir, apakah di dalam cermin itu benar- benar diri nya?.


Penampilan nya berubah 180 ยฐ dengan rambut yang di potong pendek.


Kamu terlihat manis dan imut...


Kamu terlihat manis dan imut...


Kamu terlihat manis dan imut...


Raehan mengerjap beberapa kali, pipi nya benar- benar merah semakin merona. Saat diri nya mengingat perkataan Dion yang berhasil membuat nya salah tingkah.


Tapi di sisi lain, Raehan juga bingung dengan tingkah Dion yang tiba- tiba berubah.


Sebelum nya Dion selalu bersikap kasar dan sangat menyebal kan. Pria itu selalu menguji ardelin serta mental diri nya.


Tapi hari ini, bukan kah dia terlalu lembut. Terlalu lembut untuk semua sikap nya yang menyebal kan.


"Anggap saja semua nya impas.. Karna dia pernah menelantar kan ku di jalanan.. Setidak nya hati nya sedikit tergerak untuk menjadi orang baik kan..." Raehan melempar kan diri nya ke atas kasur.


Permukaan empuk dan hangat langsung menghantam diri nya.


Benar- benar sangat nyaman.


Drrrt...


Drrrttt....


Drrrtt....


Suara getaran ponsel di atas nakas, langsung membuat Raehan memberengut.


"Hhhh ya ampun..." Sesal Raehan langsung meraih ponsel nya.


Mulut Raehan langsung menganga lebar, saat melihat nama kontak yang tertera di layar ponsel nya.


Agara...


Belum lagi ini bukan panggilan biasa. Tapi panggilan Vidio.


Astaga apa yang harus ia lakukan sekarang.?


Apa ia tidak usah mengangkat nya.?


Diri nya belum siap menunjukkan gaya baru nya pada Agara.


Hati nya sangat bimbang sekarang. Ia tidak tahu bagaiman penilaian Agara saat melihat diri nya.


"Aadduhhh bagaimana ini.? Aku terlihat benar- benar berbeda dengan rambut sialan ini.. Apa kak Aga mengatakan aku jelek sama seperti tukang salon itu.. Tapi aaahhhhh....." Raehan berteriak histeris sebelum mengangkat panggilan vidio Agara.


"Gadis sial kamu kemana saja? berani sekali kamu meninggal kan ku tanpa memberi tahu sebelum nya... Kamu sengaja kan melakukan nya...! Tunggu dulu kenapa jidat mu di plaster ?" Pekik Agara memasang wajah marah di layar ponsel. Namun juga mengandung sedikit kekhawatiran yang diri nya tekan.


Astaga dia marah ... Uhhh sangat lucu. Pekik Raehan sambil terkikik geli melihat cara Agara memarahi diri nya.


Agara semakin kesal mendapat kan respon menggelikan dari Raehan, membuat urat- urat kekesalan nya semakin membesar.

__ADS_1


Jika gadis sial itu ada di hadapan nya. Pasti ia akan memakan habis tubuh kecil nya.


"Kamu berani menertawakan ku..?" Ujar Agara dengan nada sinis penuh kemarahan.


"Tentu saja aku tertawa kak Aga benar- benar terlihat lucu dengan ekspresi seperti itu..." Goda Raehan dengan menurun naikkan alis nya.


"Lucu?"


Blusss... Pipi Agara seketika berubah memerah. Ia langsung membuang wajah nya dari layar.


Tapi ada yang sedikit aneh kali ini, Gadis sial itu menutupi kepala nya dengan selimut.


Tidak seperti biasa nya dia bertingkah seperti itu. Pikir Agara menatap Raehan penuh selidik.


Raehan terlihat sedikit gugup dengan tatapan Agara.


Apa Agara menyadari sesuatu? Pikir Raehan.


"Hmmm... Ya jidat ku sedikit terluka karna mencium lantai.. Untuk itu aku pulang lebih awal untuk mengobati luka ku..." Bohong Raehan. Mengalih kan topik pembicaraan.


"Jadi seperti ini kamu memperlakukan teman mu? Meninggal kan nya begitu saja... Kamu pikir aku tidak bisa mengobati luka mu jika kamu memberi tahu ku..."


"Aku hanya tidak ingin menganggu photoshoot mu dengan Lessia... Kalian benar- benar terlihat sangat mesra..." Raehan memasang wajah kesal saat mengingat adegan tersebut.


"Apa kamu cemburu?" Tanya Agara asal.


"Tentu saja aku cemburu... Aku menyukai kak Aga.. Bagaimana bisa aku tidak cemburu melihat laki- laki yang ku sukai bersama orang lain..."Omel Raehan menggebu- gebu.


Shhuuuuu...


Tiupan angin terasa begitu keras di dalam hati Agara. Mendengar perkataan Raehan membuat hati nya benar- benar berdesir.


"Itu hanya sekedar Photoshoot..." Bela Agara memasang wajah datar. Ia ingin melihat reaksi ekpresi wajah Raehan lebih banyak lagi.


Suasana hening menyeruak di antara mereka. Raehan merasa sedikit kesal mengingat photoshoot tadi pagi.


Apa ini alasan Agara mengajak diri nya. Hanya untuk memperlihat kan kemesraan seperti itu.


Cih...


Tapi bukan berarti aku akan runtuh hanya dengan hal itu. Nama nya adalah Raehan , menyerah tidak ada dalam kamus nya.


Disisi lain, Agara berusaha meredam tawa nya. Ekspresi Raehan yang seperti kelinci tercekik benar- benar sangat lucu di mata nya. Belum lagi pipi yang mengembung di balik layar ponsel itu terlihat sangat imut.


"Kak Aga apa di hati mu belum tumbuh sedikit saja perasaan untuk ku?" Celetuk Raehan memasang wajah sendu.


Agara langsung terdiam. Pertanyaan Raehan kembali menyadar kan nya.


Agara menggeleng kecil, sebelum memutus kan panggilan vidio secara sepihak.


Agara melempar ponsel nya acak. Kenapa harus pertanyaan itu.?


Pertanyaan yang kembali membuka luka lama akan sebuah hubungan yang berakhir dengan pilu.


Mencintai orang- orang di sekeliling mu, namun apa yang kamu dapat hanya penghianatan.


Bahkan diri nya tidak di anggap keberadaannya bahkan yang lebih parah dia tidak di ingin kan.


Jalinan hubungan darah di atas nama kan cinta antara orang tua dan seorang putra. Yang di katakan sebagai hubungan legendaris yang tidak akan terputus.


Hhh... Itu hanya sebuah omong kosong bagi Agara. Orang yang sangat di cintai nya melebihi hidup nya yang berstatus sebagai orang tua nya. Meninggal kan diri nya sendiri. Lalu bagaimana dengan orang lain.?


Hal itu yang membuat Agara terlalu takut untuk membuka hati.

__ADS_1


Dia hanya tidak ingin mendapat luka yang sama.


Agara memejam kan mata nya perlahan, setetes buliran bening berhasil jatuh dari sudut matanya.


"Maaf kan aku gadis sial, aku hanya takut membuka luka lama..." Lirih Agara.


...----------------...


"Astaga dia mematikan panggilan vidio nya..." Rutuk Raehan dengan mengerucut kan bibir nya kecewa.


Pasal nya, tanpa basa - basi atau mengucap ucapan perpisahan Agara mematikan panggilan.


Tapi ya sudah lah, setidak nya Raehan merasa berbunga- bunga karna untuk pertama kali nya Agara melakukan Vidio panggilan dengan nya.


Bukan kah ini sebuah kemajuan...? Pikir Raehan dengan terkikik geli.


Raehan menghela nafas panjang, lalu memejam kan mata nya dengan damai.


Namun tiba- tiba, ke dua mata Raehan terbuka cepat.


Pikiran nya tiba- tiba melayang dengan semua kejadian yang menimpa nya tadi sore.


Tepat nya tentang permen karet yang bisa menempel di rambut nya, bukan kah itu sedikit janggal.


Pasal nya tidak ada permen karet di lantai. Lalu bagaimana bisa permen itu menempel di rambut nya. Bukan kah itu aneh ?


"Apa ini ulah orang yang menabrak ku tadi?" Tanya Raehan sambil berpikir. Mencoba menemukan jawaban tepat untuk hal itu.


Raehan membuka mulut nya lebar, saat mengingat senyum devil Lessia yang di layang kan kepada nya.


Apa itu ulah nenek sihir hidung panjang itu.? Pekik Raehan.


"Ternyata nenek sihir itu, gara- gara dia rambut ku harus di potong... Ck.. ck.. Lihat saja pembalasan ku nanti..." Dengus Raehan kesal, saat diri nya sudah yakin siapa pelaku yang membuat nya jadi seperti ini.


Bukan nya diri nya gegabah dalam menganalisa. Tapi diri nya yakin itu adalah ulah Lessia setelah merangkai setiap kejadian. Dan hal itu menjurus pada Lessia.


Raehan juga hanya mempunyai satu musuh dan dia adalah sang model. Belum lagi ancaman nenek sihir itu yang menambah keyakinan Raehan bahwa Lessia adalah pelaku nya.


Raehan menghembus kan nafas panjang. Lalu menarik selimut dan terbawa mimpi indah.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2