
...173β£...
Raehan tersenyum canggung sebelum ia menggerak kan bibir nya untuk menjawab pernyataan cinta Felix.
Raehan memutar isi kepala nya dengan keras, untuk menemukan jawaban yang tepat , tentu saja dengan kata- kata yang tepat pula.
Ia tidak setega itu, untuk membuat hati seseorang semakin patah jika harus menjawab dengan kalimat biasa- biasa saja dan terkesan kasar.
Ini adalah masalah hati, tentu saja semua yang harus di ungkap kan mengguna kan bahasa hati, agar Felix tidak merasa tersinggung dan mengerti dengan apa yang di kata nya.
Ia dan Felix mungkin pernah menjadi musuh, tapi diri nya tidak bisa membayang kan jika Felix akan melakukan hal- hal yang tidak - tidak karna perasaan nya di tolak.
Seperti pernyataan yang sering beredar ' Cinta di tolak nyawa melayang.'
Sungguh sangat mubazir jika Felix dengan wajah yang cukup tampan harus mati karna bunuh diri.
Raehan mengusap wajah nya lembut, menarik nafas dalam- dalam lalu menghembus kan nya dengan perlahan.
Kini ia menatap lekat, pada ke dua mata Felix yang sangat jelas bisa di lihat ada harapan yang sangat besar di sana.
Bahkan Raehan benar- benar tidak enak hati jika harus menghancur kan harapan itu.
Ia tahu betapa terluka nya hati saat perasaan mu di tolak mentah- mentah. Ia juga merasa kan itu saat ia berperang untuk memperjuang kan Agara, dan kini ia kembali dengan sebuah kemenangan.
Tapi ia juga tidak ingin menyakiti Felix lebih parah lagi, dengan sebuah harapan yang di gantung tanpa kepastian.
"Lix... Maaf aku tidak bisa menerima perasaan mu...." Ujar Raehan dengan tatapan sendu berharap Felix mengerti akan semua ini.
Blar....
Sebuah petir dengan kekuatan listrik yang begitu besar, langsung menyambar tubuh Felix.
Rasa nya sakit.
Rasa nya kecewa.
Hati Felix teremas dengan begitu kuat, hingga terasa hati nya hancur berkeping- keping.
Jantung nya benar- benar mati fungsi karna mendengar penolakan Raehan yang seperti sebilah pedang yang begitu tajam, yang di tusuk kan tepat di dada kiri nya hingga membunuh inti kehidupan nya.
Tubuh nya benar- benar terasa lemas, dengan seluruh tulang belulang nya yang melelah dan hancur, hingga tidak bisa menopang lagi beban tubuh nya.
Kutu kan ibu Malin Kundang yang mengutuk anak nya menjadi batu, kini juga Felix rasakan. Di mana tubuh nya berubah kaku dan membatu di tempat.
Ia tak percaya ini, kenapa Raehan menolak diri nya?
__ADS_1
Apa ia tidak cukup pantas bersanding dengan gadis imut ini?
Ia tampan.
Ia kaya.
Ia terkenal dan di gemari oleh kaum hawa.
Namun tidak dengan Raehan.
Dalam sejarah hidup nya, ini adalah kali pertama cinta nya di tolak oleh seorang gadis.
Selama ini ia selalu berhasil menjerat banyak gadis jatuh dalam pelukan nya.
Namun Raehan, malah menolak diri nya.
Di saat ia merasa kan perasaan yang sangat berbeda pada seorang gadis, di saat yang bersamaan itu pula dia di patah kan dengan begitu sangat mengeri kan.
Ia tak pernah sesakit ini, hingga rasa nya dunia nya hancur berkeping- keping.
Raehan menatap Felix dengan tatapan iba , kediaman Felix dengan sorot mata terluka seolah memberi kan Raehan sebuah jawaban jika pria yang kini berada di depan nya sedang patah hati.
Raehan benar- benar bersalah, tapi ini lah jawaban nya, ini lah kenyataan nya. Jika diri nya tidak bisa menerima perasaan Felix.
Ia harus melukai perasaan Felix, meski ia tidak ingin. Tapi semua nya akan lebih baik jika semua nya di kata kan bukan? Setidak nya Felix tidak perlu repot- repot untuk mengejar nya lagi.
"Kenapa?" Lirih Felix dengan nada sedih pada suara nya yang begitu menyanyat.
Tangan Raehan yang sebelum nya terulur untuk menyentuh bahu Felix, hanya berhenti di udara, saat Felix dengan sengaja menghindar.
"Aku tidak ingin melukai mu... Tapi aku benar- benar tidak bisa...--"
"Kenapa?" Potong Felix kini dengan tatapan luka terarah pada Raehan.
Ia membutuh kan alasan yang tepat, mengapa Raehan bisa menolak diri nya.
"Kenapa? apa kekurangan ku hingga kamu menolak ku Rae? Apa aku kurang tampan? Apa aku kurang kaya? Aku memiliki semua nya Rae... Aku berjanji akan membahagia kan mu.. Tarik kata- kata mu dan kata kan ya..." Lanjut Felix dengan tekanan memaksa di setiap kata- kata nya.
Raehan menggeleng dengan cepat.
"Tidak bukan seperti itu.... Kau tampan dan juga kaya... Tapi cinta bukan lah perihal paras dan harta Lix. Cinta itu tulus , cinta tak bersandar pada kekayaan dan juga paras, tapi ia bersandar pada hati..." Tangan Raehan terangkat menyentuh dada kiri Felix, membuat Felix merasa kan sentuhan hangat tangan Raehan yang kini menempel di dada nya.
"Hati tidak bisa di paksa kan untuk mencintai, hati memiliki hak untuk memilih di mana ia akan berlabuh. Aku tidak bermaksud untuk melukai mu, tapi aku tidak bisa karna hati ku sudah memilih dermaga di mana ia akan berlabuh. Aku tahu bagi mu ini sangat menyakit kan.. Tapi ini jauh lebih baik dari pada harus bergantung dengan harapan yang pada akhir nya akan menimbul kan luka yang lebih besar.
Kau tampan dan juga kaya, masih banyak gadis yang dengan senang hati menyambut benang cinta mu.." Raehan menipis kan bibir nya, melukis kan senyum tulus. Berharap apa yang di kata kan mampu membuat Felix mengerti.
__ADS_1
Felix mendongak kan wajah nya ke atas, berusaha untuk menahan air mata yang sudah hampir membobol kantung mata nya.
Ia menghembus kan nafas nya, mencoba mencerna apa yang di kata kan Raehan yang benar- benar sudah mematah kan hati nya. Meski kata- kata itu di rangkai dengan begitu halus dan indah. Namun tetap saja terasa seperti duri yang sedang menancap pada tubuh nya.
Namun dari semua perkataan Raehan, Felix hanya bisa manarik sebuah kenyataan jika hati Raehan sudah memilih orang lain.
Mengapa bisa ia tidak menyadari ada sebongkah berlian indah yang di tutupi oleh banyak lumpur. Di mana ke dua mata nya selalu menganggap berlian itu adalah lumpur yang kotor.
Namun ketika berlian itu sudah memilih pemilik nya, ia menjadi pria terugi.
"Kata kan...!!! Dermaga siapa kau berlabuh?" Tanya Felix yang ingin mengetahui, siapa pria beruntung itu yang sudah mendapat Raehan yang seperti berlian langka, yang tidak akan bisa di temui bahkan di seluruh penjuru dunia sekali pun.
Raehan menelan saliva nya, untuk membasahi kerongkongan nya yang semakin mengering.
Apa ia harus mengata kan nya pada Felix ?
Menyebut kan nama yang kini bertahta di hati nya?
Raehan memejam kan ke dua mata nya.
"Kak Agara.."
...----------------...
...****************...
Kasian si felix di tolakπππ
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???