Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Mr. Vinsion.


__ADS_3

...101❣...


"Maaf Tuan, dua cabang makanan ringan di bawah naungan Vandeer food mengalami sedikit gangguan karna induk nya sudah di ambil alih oleh tuan muda..." Ujar Azam sekertaris sekaligus tangan kanan Mr. Vinsion yang sudah mengabdikan hidup nya untuk tuan nya itu.


Azam selalu berada di sisi Mr. Vinsion, di mana ada Mr. Vinsion maka di situ akan ada diri nya yang berdiri.


Hati nya sedikit mati karna bekerja puluhan tahun bersama Mr. Vinsion.


Tidak ada gairah hidup, warna kehidupan atau duka dalam hidup nya.


Yang ada hanya kerja, kerja dan kerja. Bahkan di usia nya yang sudah menginjak kepala tiga. Masih betah sendiri alias menjomblo.


Sejujur nya ia bukan lah tipe pria seperti itu. Namun karna tuntutan pekerjaan yang membuat nya melihat kelicikan, penipuan, bahkan pembunuhan membuat nya menjadi manusia dingin tak berhati. Dan hal itu lah yang di ingin kan Mr. Vinsion.


Azam meletak kan berkas di tangan nya di atas meja kerja Mr. Vinsion yang sedang mengelus dagu nya berpikir.


Pikiran nya saat ini sangat kacau, benar- benar kacau. Harga diri nya terinjak- injak karna tipu daya Agara.


Bahkan anak yang tak pernah di anggap kehadiran nya itu, malah balik menyerang nya, dengan memanfaat kan kondisi nya yang tak berdaya di hadapan Lessia.


Dan kini, belum tuntas rasa marah dan kesal nya. Dua anak cabang perusahaan nya mengalami krisis karna induk nya di ambil oleh Agara.


Bagaimana bisa dua anak cabang Vanderr food melakukan penjualan jika induk nya sebagai produsen di ambil paksa dengan memutus kerja sama antar perusahaan.


Makanan ringan yang sedang di produksi tengah berada di puncak kejayaan dengan angka penjualan yang tinggi. Sementara stok yang ada pada dua anak perusahaan itu semakin menipis dan hampir habis.


Tapi yang lebih kejam lagi, Agara memutus untuk menyalurkan makanan itu pada dua anak cabang perusahaan tersebut. Membuat Mr. Vinsion harus memutar otak untuk mengendalikan situasi, jika tidak ia akan merugi besar terlepas satu perusahaan nya di rampas dengan cara licik.


"Andai aku tidak menikah dengan perempuan tidak berguna itu, pasti anak setan itu tidak akan pernah lahir. Dan perusahaan ku masih berada di genggaman ku..." Umpat Mr. Vinsion sembari menatap berkas di depan nya.


Perlahan ia membuka dan membaca diagram yang tertera. Sungguh tragis penurunan angka yang tertera.

__ADS_1


"Sial... Aku tidak mau merugi Azam....!!!" Teriak Mr. Vinsion dengan wajah merah mengerikan, di tambah dua lingkaran hitam di bawah ke dua mata nya di karna ia tak bisa tidur nyenyak kemarin malam. Membuat penampilan Mr. Vinsion terlihat berantakan.


"Tuan,, tapi seperti nya dua anak perusahaan Vandeerr food akan bangkrut karna pemasok dari perusahaan induk benar- benar menutup akses untuk dua perusahan kecil kita..."


"Anak itu benar- benar ingin melawan ku... Cih dia sama licik nya dengan ibu nya.. Aku sangat menyesal memungut Sabrina dari tempat pelacuran itu.. " Cela Mr. Vinsion yang semakin kalang kabut. Sementara Azam masih berdiri dengan kokoh di iringi dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"Jalan satu- satu nya adalah kita harus menjual dua anak cabang itu Tuan... Sebelum berita penurunan harga yang menurun drastis tersebar, dan membuat para pembisnis tidak sudi untuk membeli nya.. Kita bisa menawar kan setengah harga untuk dua anak cabang itu. Lagi pula keuntungan yang dulu di berikan seperti nya sudah cukup untuk membangun bisnis baru lagi..." Jelas Azam dengan yakin, karna ini lah satu- satu nya jalan keluar untuk meminimalisir kerugian majikan nya.


Dada Mr. Vinsion terlihat turun naik dengan tidak beraturan. Amarah nya masih menumpuk dan belum ia tumpah kan semua.


Namun perkataan Azam membuat nya sedikit tenang, dan sedikit berfikir dengan jernih.


"Baiklah.. Tapi membangun perusahaan tidak semudah itu Azam. Kita juga harus menemukan investor dengan cepat.." Balas Mr. Vinsion yang mulai serius dengan pembicaraan nya. Lalu merebah kan tubuh nya yang sudah letih di atas kursi kekuasaan nya.


"Bukan kah Tuan sudah mengatur hal itu jauh- jauh hari?"


Mr. Vinsion mengerjit mendengar perkataan asisten nya yang cerdas itu. Ia sedikit bingung kemana Azam akan membawa aliran pembicaraan mereka.


Mengerti dengan kebingunan majikan nya. Azam kembali membuka suara.


"Tapi anak setan itu masih tidak mau menerima pertunangan ini..." Bantah Mr. Vinsion cepat, bahkan ia sudah memberikan perusahaan nya dengan percuma pada anak licik itu, tapi apa hasil nya ia malah di tipu mentah- mentah. Rasa nya saat itu bocah tengil yang notabene adalah putra nya melempari wajah nya dengan kotoran. Hanya dengan mengingat itu saja. Sudah membuat ubun- ubun nya mendidih.


"Jangan panik Tuan.. Tuan Ledgar sangat menyayangi putri nya Nona Lessia.. Selama Nona Lessia berada dalam genggaman Tuan.. Maka semua nya akan terlaksa dengan baik..."


Mr. Vinsion mengangguk pelan, mencerna semua penjelasan Azam yang memang menjadi jalan keluar yang menguntung kan bagi diri nya.


"Saat ini para konsumen begitu menyukai makanan ringan yang terbuat dari singkong tuan... Seperti nya perusahaan kita kali ini akan membuat produk makanan dari bahan singkong... Saya pastikan keuntungan yang akan kita peroleh akan jauh lebih besar. Bahkan bisa menyaingi perusahaan Vandeer food yang berada dalam genggaman Tuan muda..."


"Tapi kita tidak memiliki resep rahasia untuk mengolah singkong Azam. Kita cari ide yang lain... Aku tidak ingin merugi lebih besar lagi. Apa lagi ini melibat kan Tuan besar Ledgar. Aku tidak ingin mencoreng wajah ku sendiri jika rencana kita jauh dari kata untung..."


"Aku sudah memikir kan semua itu Tuan... Di desa Angsoyan tepat nya pinggiran kota... Desa itu penghasil singkong terbesar di negri ini. Desa kecil itu juga kini sedang memproduksi makanan ringan dengan bahan dasar singkong yang di pimpin oleh salah satu petani di sana, cemilan yang mampu membuat lidah para konsumen candu.. Hingga menambah angka jual produk tersebut..."

__ADS_1


"Wawww...." Mr. Vinsion bertepuk tangan senang, mendengar informasi detail yang di sampai kan asisten cerdas itu.


"Azam kamu tidak pernah mengecewakan ku. Kita akan melakukan operasi yang sama untuk membodohi warga desa Angsoyan dan mendapat kan Resep itu... Urus lah semua nya Azam.. Aku yakin kamu tahu rencana terbaik untuk membuat ku semakin kaya... Ha... Ha...." Tawa bahagia dengan wajah sumringah Mr. Vinsion yang terlihat seperti manusia yang paling serakah, sedikit membuat bulu kuduk Azam merinding.


Azam membungkuk hormat, sebelum meninggal kan ruang kerja Mr. Vinsion yang masih tertawa senang.


"Nikmati saja anak setan apa yang kini kamu miliki. Karna aku akan mengambil milik ku kembali... Jangan kan perusahaan itu. Sepeser pun dari harta ku tak akan pernah masuk dalam kantong mu... " Mr. Vinsion menyeringgai lebar. Namun seperkian detik kemudian wajah nya berubah kaku dan merah. Kala mengingat bayangan Sabrina mantan istri nya kembali menyeruak.


Ia segera beranjak dari kursi kehormatan nya, mengambil jas yang tersampir di punggung kursi, memakai nya dengan cepat lalu melesat keluar dengan langkah lebar dan tangan mengepal.


...----------------...


...****************...


Hallo gaes.. kasi vote and gift donk.. Author udah gadang nih buat up😣 hanya untuk kalian seorang😥


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2