Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Apa hubungan mu dengan Dion?


__ADS_3

...108โฃ...


"Kenapa harus semarah itu?" Selosor Raehan dengan nada merenggek.


"Siapa yang marah ?" Sinis Agara sambil meneguk kaleng minuman nya.


Agara Berjalan sedikit menjauh, dengan tujuan agar gadis sial nya tidak mendengar suara detak jantung nya yang berdetak tidak normal.


Agara juga menetralisir sedemikian rupa wajah nya, agar tidak terbaca oleh Raehan. Karna Agara tahu Raehan jika sudah berbicara. Maka akan ada ribuan belati yang menghantam kesehatan hati dan pikiran nya.


Raehan mengikuti Agara, berpikir bagaimana cara nya untuk membuat Agara mengaku jika dia cemburu kepada diri nya.


Setidak nya hari ini ia berharap jika keberuntungan terus berpihak kepada diri nya.


"Lalu kenapa wajah kak Aga seperti itu?. Apa mau di cium ya...?" Goda Raehan dengan memonyong kan bibir nya seperti ikan, lalu berjinjit menyodorkan wajah nya.


Agara langsung mendorong wajah Raehan menjauh.


"Lebih baik kamu pergi dari sini, aku lagi sibuk.." Usir Agara mengambil berkas yang di berikan Dion beberapa waktu yang lalu.


Diri nya sangat berharap jika gadis sial ini segera pergi sebelum jantung nya benar- benar meledak.


Kehadiran gadis sial di dekat- dekat nya benar- benar mengganggu imunitas kekebalan tubuh nya.


Lebih baik untuk saat ini dan seterus nya ia harus menjauh, dan membunuh rasa yang sedang berkecimpung dalam hati nya.


"Aku sudah lelah datang kemari , hanya untuk menunjukkan style terbaru rambut ku..." Dengus Raehan putus asa, melihat keseriusan Agara pada berkas yang ada di tangan nya.


"Kak Aga tahu semua siswa maupun siswi menyukai gaya baru ku.. Bahkan beberapa orang tidak mengenali ku... He.. he.." Raehan terkekeh geli, saat mengingat insident bersama Felix, wajah anjing lugu Felix benar- benar menggelikan.


"Dan yang lebih parah nya lagi, aku terkenal dalam satu hari... Aku kira menjadi orang terkenal di sekolah sangat menyenang kan.. Tapi ternyata sangat melelah kan. Karna aku harus menghadapi para penggemar.. Pasti Kak Aga juga mengalami nya bukan? di berikan begitu banyak makanan bahkan tidak akan habis untuk dua hari ke depan..."


Agara memutar bola mata jenggel mendengar cerita Raehan yang semakin membuat hati nya semakin panas.


Mendengar gadis sial di samping nya berceloteh ria membuat Agara mengingat bagaimana para pria mengerumuni Raehan.


Benar sangat menyebal kan, dan diri nya tidak menyukai akan hal itu.


" Apa yang aku katakan benar bukan?" Lanjut Raehan dengan wajah yang begitu antusias. Menceritakan apa yang terjadi dan apa yang ia rasa kan pada Agara.

__ADS_1


Meski Raehan tahu jika Agara tidak akan sepeduli itu mendengar kan cerita nya.


Bahkan diri nya tidak akan mendapat kan respon terkejut atau senang seperti yang biasa ia dapat kan dari ke dua sahabat kocak nya.


Tapi sifat alami Raehan yaitu selalu berbicara tanpa berhenti sangat berguna dalam kondisi seperti ini.


Selain memecah kan suasana canggung, dan sepi. Setidak nya sebagai bahan untuk terus berbicara dengan Agara, walau yang di dapat kan hanya respon dingin, datar dan singkat.


"Bisakah kamu diam dan berhenti bicara?" Cicit Agara dengan kesabaran yang mulai menipis.


Apa gadis sial nya ini tidak peka sama sekali, jika cerita yang di ceritakan membuat nya kesal.? Batin Agara melanjut kan pekerjaan nya membaca berkas di tangan nya.


Raehan tersenyum lebar, dengan gigi - gigi putih nya yang terlihat antara bibir nya. Mendengar respon sinis dari Agara.


Bukan nya kesal, diri nya malah merasa bahagia. Memang diri nya sudah gila akan cinta nya pada Agara.


Hingga apa pun yang menyakit kan dan pahit seperti racun ular menjadi semanis madu bagi Raehan.


"Tidak... Aku tidak akan diam..." Sarkas Raehan dengan menurun naikkan alis nya.


Agara memutar bola mata nya malas, gadis sial di samping nya benar- benar seperti burung beo yang terus mengoceh, bahkan lebih tepat nya seperti radio rusak yang meski di pukul tidak akan diam.


Raehan tertawa kecil karna gemas dengan sikap Agara.


Plllaaaakkk...


Agara langsung melempar berkas di tangan nya dengan keras ke atas meja, hingga menimbul kan suara yang langsung membuat Raehan mengerjit.


"Berhenti berbicara... Apa kau tuli...!!!" Bentak Agara dengan mata memerah marah.


"Tapi kenapa..?" Tanya Raehan polos.


"Aku sangat muak mendengar kisah mu yang seperti orang kampungan... Apa lagi kau menyebut Dion pria sombong dan menyebal kan...!" Marah Agara dengan gemuruh di dada nya.


Ia sudah tidak tahan lagi dengan cerita yang terus di lontar kan Raehan.


Ubun- ubun nya langsung habis terbakar saat mulut gadis itu menyebut nama Dion.


Ia tidak terima dan sangat membenci teman sekelas nya itu.

__ADS_1


Raehan seperti menuang bensin dalam api kemarahan yang sebelum nya sudah di bakar oleh Dion.


Dada nya sangat sesak, entah kata atau ungkapan apa yang bisa mengekspresikan rasa kesal, amarah, kecewa , serta benci yang sedang menyatu dalam hati nya.


"Aku tahu aku kampungan tapi kenapa harus semarah itu.. Bukan kah kita teman..?" Cicit Raehan dengan sendu. Jika yang di hadapan nya bukan Agara mungkin sekarang ia sudah mengeluar kan jurus cacian makian yang akan menyayat dan menghancur kan perasaan lawan hingga berkeping- keping.


Namun tentu saja semua nya berbeda, sekarang ia berada di hadapan orang yang ia cintai. Mengeluar kan sepatah kasar pun diri nya tidak sanggup.


"Kita memang teman... Tapi kau apa yang kau lakukan bersama pria- pria itu? Yang terus mengerubungi diri mu seperti lalat, seolah- olah kau adalah makanan untuk mereka.. Sampai- sampai kau tidak melihat kehadiran ku. Apa kah itu sikap seorang teman?" Agara menarik nafas nya dalam, meraup oksigen dalam- dalam. Mengisi setiap sudut paru- paru nya untuk mendapat pasokan udara yang semakin menipis karna dada nya benar- benar terasa di himpit batu besar.


"Lalu Dion, apa hubungan mu dengan nya?... Kenapa dia begitu peduli dengan diri mu, hingga saat kamu mendapat masalah kamu malah lari kepada nya bukan kepada ku... Kau seperti nya tidak menganggap ku teman.. Hhh.." Lanjut Agara dengan senyum kecut di akhir kalimat nya.


"Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan kak Dion..!!" Pangkas Raehan dengan mantap, bersamaan dengan ekspresi wajah nya yang serius. Bahkan ia sampai berdiri dan menatap Agara tajam.


"Bohong..." Sergap Agara dengan tatapan tak kalah tajam.


"Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan kak Dion, dia hanya senior ku saat masa orientasi... Kami tidak memiliki hubungan apa pun selain antara senior dan junior.. Dan untuk aku tidak mengatakan masalah ku pada kak Aga.. Karna waktu itu kak Aga sangat sibuk fotoshoot dengan nenek sihir itu.." Jelas Raehan dengan menggebu- gebu.


Raehan langsung membalik kan tubuh nya membelakangi Agara.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2