Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Tekad


__ADS_3

...154โฃ...


Wajah imut Kiara yang dia pasang sebagai senjata untuk membuat Raehan luluh berubah menjadi pias.


Bahkan kata- kata Raehan langsung mencincang habis harga diri dan martabat nya.


Bahkan kini Raehan bisa melihat jelas, rahang Kiara yang mengeras, meski wajah nya ia buat sedatar mungkin.


"Aku pikir kamu bisa melupakan masalah itu, dan kita bisa bekerja sama di sini..." Cicit Kiara dengan wajah sedih.


Raehan yang melihat ekspresi Kiara berdecih jijik.


Sungguh tidak tahu malu, batin Raehan.


"Anggap saja aku memang tipe orang yang mendendam.. Bagi ku tidak ada tempat untuk orang jahat dan licik seperti mu..." Sarkas Raehan dengan gamblang nya, yang lagi- lagi membuat jantung hati Kiara tertohok hebat.


"Apa kamu tidak bercermin sebelun mengatakan semua itu pada Kiara... Bahkan kamu lebih rendah dari pada Kiara, karna menjadi seorang pelakor...." Sela suara yang tak kalah sinis yang langsung menendang gendang telinga Raehan.


Raehan menatap benci dan tidak suka pada sang pemilik suara.


Yang tak lain adalah Lessia, musuh sekaligus rival nya memperebut kan Agara.


"Kenapa gadis munafik ini bisa ada di sini juga?" Batin Raehan yang sedikit bertanya- tanya akan kehadiran Lessia di dalam ruangan ini.


Bukan kah peran nya sudah selesai pada pemberian penyambutan, dan harus nya ia tidak keluar dalam adegan selanjut nya.


"Kenapa? apa kamu begitu kaget melihat ku di sini?" Sinis Lessia dengan tatapan tajam mengalah kan pisau yang di asah ribuan tahun.


Lessia dan Raehan saat ini beradu tatapan, tatapan yang sama- sama menyirat kan rasa tidak suka dan benci yang tak ada ujung nya.


Bahkan di antara tatapan mereka, terlihat gelombang petir yang saling bertabrakan dan saling mengintimidasi satu sama lain nya.


Kiara yang melihat ke dua musuh yang saling bertemu sedang adu melotot satu sama lain hanya mencebik kan bibir nya.


Saat ini ia tidak terlalu membutuh kan Lessia, karna ia tahu kapasitas otak Lessia tidak lebih pintar dari Raehan.


Kiara hanya mendekati Lessia untuk mendapat kan popularitas karna dia adalah seorang model terkenal, tapi jika urusan ujian dan semacam nya. Lessia hanya punya otak kecerdasan rata- rata. Sebelas dua belas dengan otak nya.


Tapi Raehan, dia adalah gadis pintar dan cerdas. Bahkan di kelas ia berhasil menduduki nilai terbaik.


Semua murid kelas XA siapa yang tidak tahu kepintaran Raehan.


Saat ada tugas berkelompok gadis pendek itu selalu menjadi rebutan murid- murid sekelas.


Bahkan di saat guru tiba- tiba memberi tugas mendadak maka Raehan akan menjadi tumpuan semua murid.

__ADS_1


Tapi sayang nya Kiara tidak tahu jika Raehan adalah siswi yang pintar, sehingga sejak awal ia sudah bersinggungan dengan gadis pendek itu.


Jika saja ia tahu, maka ia tidak akan pernah mau berurusan dengan Raehan. Karna ia bisa memanfaat kan Raehan pada situasi seperti ini.


Tapi apalah daya diri nya, selain pintar Raehan adalah gadis yang licik.


Sehingga tidak mudah di tipu atau pun di bodohi. Sehingga diri nya tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Raehan.


Bahkan kini Raehan sudah memiliki penggemar nya sendiri, karna di juluki gadis imut.


Sedang kan diri nya yang sudah melakukan semua cara untuk meraih popularitas hanya di lihat biasa saja.


Dan sekarang ini lah satu- satu nya cara untuk membuat diri nya terkenal yaitu dengan menjadi anggota osis.


Karna diri nya tahu, seluruh siswa dan siswi sangat mengagumi anggota osis.


Ia pasti akan semakin terkenal dan popularitas nya akan naik.


Dan untuk Lessia, ia akan menyingkir kan nya. Karna menurut nya Lessia sangat serakah.


"Hallo Semua...." Pekik suara yang terdengar manis masuk ke dalam ruangan. Yang langsung menjadi pusat perhatian.


Semua peserta mengulum senyum saat melihat senior osis yang kini bertugas sebagai panitia pelaksana akhir nya datang.


Tatapan bermusuhan antara Lessia dan Raehan langsung pudar saat mendengar suara lengkingan ramah dari arah depan.


Terlihat dengan senyum lebar, Niel yang berdiri di depan dengan tangan membawa kertas ujian. Di ikuti oleh tiga orang yang juga membawa kertas yang sama.


Ruangan tersebut terasa semakin mencekam, karna sebentar lagi semua peserta akan memasuki dunia persilatan otak.


Di mana otak mereka bertempur dengan keras untuk menjawab setiap bait soal yang di sajikan.


Semua peserta berdoa, berharap jika tes tersebut mudah dan tidak memelintir otak mereka.


Berbeda dengan Raehan, yang memasang wajah cemberut dengan bibir manyun ke depan.


Ternyata Lessia juga mengikuti seleksi osis ini, bahkan kini gadis munafik itu duduk berdampingan dengan nya.


Duduk di samping Lessia membuat atmosfer di sekitar nya terasa beracun.


Hanya dengan melihat wajah nya, bayangan Agara yang selalu membela gadis itu terus menghantui pikiran Raehan.


Tapi lihat saja, ia akan terus mengejar Agara. Lagi pula Lessia dan Agara hanya tunangan. Jadi dengan bebas Raehan bisa menikung Lessia tapi tidak dari belakang melainkan dari depan.


Lessia duduk di kursi nya, kali ia tidak akan membiar kan Raehan menang.

__ADS_1


Ia tidak akan membiar kan Raehan lolos dan menjadi ketua. Jika hal itu sampai terjadi maka hidup nya akan sangat menderita.


Untung saja dengan rayuan maut nya, ia bisa merayu salah satu anggota osis untuk memasuk kan nama nya.


Terkesan curang, tapi ia tidak peduli. Sampai kapan pun ia akan menjadi duri untuk jalan Raehan.


Diri nya bahkan sangat yakin, jika Raehan tidak akan mampu untuk melewati tes ini.


Lessia tidak tahu jika Raehan adalah gadis yang cerdas, Lessia hanya menganggap Raehan gadis bodoh dengan otak tolol seperti hewan.


Dan dengan kemampuan dan juga bocoran soal yang berhasil ia dapat kan dengan memberi kan sejumlah uang pada salah satu anggota osis. Ia yakin ia akan mendapat nilai tertinggi dan semua orang akan terkagum- kagum pada nya.


Dan Agara, ia yakin Agara juga akan kagum dengan kemampuan nya. Tidak hanya cantik tapi juga pintar , pasti semua orang akan berpikir seperti itu.


"Lihat saja Raehan... Kali ini aku yang akan menjadi bintang nya.. Sejak awal aku yang selalu memenang kan Agara, dan kali ini aku juga yang akan mendapat kan nilai teratas..." Batin Lessia dengan menatap ke arah Raehan dengan tatapan merendah kan.


Raehan yang sedikit risih, karna terus di pandangi oleh mata jelalatan Lessia, malah memfokus kan diri mendengar penjelasan yang di sampai kan Niel.


Wajah Niel benar- benar terlihat bersinar, apa lagi dua lesung pipi yang membuat wajah nya terlihat begitu manis.


Setidak nya wajah tampan Niel bisa menjadi asupan nutrisi untuk Raehan yang begitu mengagumi pria tampan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2