
...219π...
Usai mandi Raehan mematut diri nya di depan cermin , bibir nya terus saja tersenyum indah.
Wajah nya terus berbinar ceria, Raehan memperhati kan penampilan diri nya yang kini menggunakan sweater dan juga rok mini. Lalu ia memakai sendal ala jaka tinggkir berwarna marron senada dengan rok mini rempel yang tengah ia pakai.
Tak lupa tangan nya terjulur untuk mengambil jepitan es cream yang langsung di jepit kan pada rambut nya.
Lalu membiar kan poni nya menutupi dahi.
"Manis.." Gumam Raehan terus tersenyum lebar dengan menampil kan deretan gigi- gigi nya.
"Rae.. Udah belum?" Teriak Agara dari luar kamar Raehan. Membuat Raehan menoleh kan kepala nya ke arah suara.
Sore ini rencana nya, diri nya dan Agara akan pergi jalan- jalan.
Jadi ia menyempat kan diri nya untuk membersih kan diri sebelum pergi.
Setidak nya sekarang ia merasa segar dan bersih.
Agara yang duduk di sofa sambil melirik jam tangan nya, sedikit letih menunggu Raehan.
Pasal nya Raehan sudah menghabis kan waktu selama satu jam hanya untuk mandi dan bersiap- siap.
Padahal rencana nya mereka akan pergi ke apartemen nya, sebelum pergi jalan- jalan.
Klek...
Tak berselang lama, Daun pintu kamar Raehan bergerak terbuka.
Membuat tatapan Agara kini terfokus pada pintu kamar, yang sudah satu jam lalu ia tunggu terbuka.
Sosok mungil dengan senyum manis dan mengembang seperti roti keluar dari balik daun pintu.
Agara menatap lekat pada Raehan yang semakin dekat menghampiri diri nya.
Jantung nya rasa nya mendapat kejutan listrik yang membuat organ tubuh nya itu berdegup dengan lebih cepat.
Ke dua mata Agara tak bisa berkedip melihat penampilan Raehan yang benar- benar manis dan lucu.
"Astaga dia benar- benar terlihat imut.." Batin Agara dengan menelisik penampilan Raehan yang terkesan simple tapi terlihat cute.
Namun ke dua bola Agara berhenti pada kaki pendek putih mulus kekasih nya.
Ia tidak suka jika orang lain akan melihat hal itu, apa lagi Raehan mengguna kan rok mini yang memperlihat kan sebagian paha nya hingga mata kaki.
Sementara wajah Raehan sudah sangat merah karna malu.
Ia tahu tatapan Agara pada nya adalah tatapan terpesona, bahkan kekasih nya itu tidak bisa berkata - kata karna ia tampil dengan begitu memukau.
Rasa nya kepala nya membesar seketika , memenuhi ruangan ini.
"Ekhmmm.. Baga--"
"Ganti rok mini mu dengan celana panjang...!" Selosor Agara dengan suara tegas, sehingga memotong perkataan Raehan.
__ADS_1
Raehan mengedip kan mata nya beberapa kali.
Ia tidak salah dengar kan dengan apa yang di kata kan Agara.
Wajah tersipu malu Raehan, langsung berubah pias dan cemburut.
Ia sudah mencari rok mini ini selama dua puluh menit, karna bagi nya rok ini sangat cocok dengan sweter putih yang saat ini ia pakai.
Tapi Agara dengan gamblang nya menyuruh nya untuk mengganti dengan celana panjang.
Ayo lah, apa- apaan ini.
"Tidak.. Aku tidak mau ganti.. Lagi pula ini sangat cocok dengan styles ku.. Aku tidak mau.." Tolak Raehan dengan mengerucut kan bibir nya sebal.
Agara memutar bola mata nya jengah, dengan penolakan Raehan.
"Ganti sekarang..!" Titah Agara lagi.
"Tidak.." Tolak Raehan.
"Ganti sekarang atau kita tidak jadi pergi...!"
"Memang nya kenapa? kenapa aku tidak boleh mengguna kan rok ini..?" Renggek Raehan dengan wajah memelas.
"Karna aku tidak mau paha mu yang seperti ayam potong itu di nikmati oleh orang lain.." Jawab Agara dalam hati.
"Aku bilang ganti ya ganti.. Cuaca di luar dingin bagaimana kamu bisa memakai rok sependek itu..!" Ujar Agara kini dengan memberi alasan.
Ia tidak mungkin mengata kan alasan yang sebenar nya, bisa- bisa kepala Raehan akan semakin membesar nanti.
Untuk apa lagi jika bukan untuk mengganti rok ini dengan celana panjang sesuai dengan perintah Agara.
Ia tidak bisa menolak lagi, karna Agara sudah menatap nya dengan tajam. Jika ia tidak menurut pasti Agara tidak akan mau di ajak jalan- jalan.
Tapi alasan yang di kata kan Agara memang ada benar nya juga. Cuaca di luar sedang dingin, jadi tidak baik mengguna kan pakain pendek.
"Perhatian nya sangat menyebal kan.." Rutuk Raehan dalam hati.
"Tunggu dulu..!" Sergap Agara lagi, saat Raehan hampir masuk ke dalam kamar.
Bibir Raehan semakin mengerucut malas, lalu memutar tubuh nya.
"Apa lagi? apa aku juga harus mengganti baju ku jadi daster juga..?" Sinis Raehan dengan wajah cemberut.
Bukan nya mengubris Raehan, Agara malah mengarah kan handphone nya pada Raehan.
Cekrek..
Satu buah foto berhasil di tangkap Agara, tentu saja ia harus mengabadi kan penampilan manis kekasih nya.
Tapi sungguh ia tidak rela jika orang lain melihat hal ini.
Di bilang posesif, mungkin memang ini lah diri nya.
"Untuk apa kak Aga mengambil foto?" Tanya Raehan dengan nada tidak suka.
__ADS_1
Pasti wajah nya sangat jelek di kamera, karna tadi ia belum siap tapi Agara main asal menjepret diri nya.
"Ini akan ku jadi kan koleksi di handphone ku.. Mending kamu cepat lah ganti rok mu.. Waktu sudah semakin sore.. Atau apa perlu aku yang ganti kan..?"
Brak..
Raehan langsung menutup pintu dengan keras, di mana kini wajah nya memerah malu dengan sempurna.
Sementara Agara tergelak melihat Raehan yang langsung lari terbirit - birit mendengar ancaman nya.
Sangat menggemas kan.
Raehan benar- benar sangat sensitif, Agara tahu apa yang sedang berada di pikiran Raehan.
Terlalu polos , namun dengan isi kepala yang suka traveling.
Perpaduan sifat Raehan yang benar- benar membuat Agara semakin sayang pada gadis pendek yang kini menjadi kekasih nya.
Agara melihat pada layar ponsel nya, di mana senyum nya terbit dengan begitu lebar.
Perut nya terasa di gelitik ribuan kupu- kupu saat melihat hasil jepretan nya.
Wajah Raehan yang cemberut seperti tikus, benar -benar sangat lucu.
Lalu penampilan Raehan yang benar- benar manis membuat Agara tak bisa memaling kan tatapan nya.
"Astaga bagaimana bisa kamu semanis ini? apa tuhan membuat mu dari gula sehingga hanya melihat mu saja aku bisa merasa kan manis nya.." Gumam Agara sambil terus memandangi foto Raehan, yang terkadang di perbesar lalu di perkecil.
"Wajah nya juga lucu sekali.. Ha.. Ha.." Gumam Agara lagi dengan tawa nya yang di buat sekecil mungkin, takut jika Raehan sampai mendengar suara tawa nya.
Raehan segera keluar kembali saat sudah mengganti rok nya dengan celana training yang longgar.
"Aku sudah siap..!" Seru nya dengan wajah mendelik melihat Agara yang tengah asyik memain kan ponsel. Tanpa ia tahu jika Agara tengah asyik melihat foto diri nya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???