
...72...
Tampak di hadapan mereka seorang pria yang menatap Raehan tajam, tatapan yang siap melahap tubuh mungil Raehan detik itu juga.
"Kak Aga...!" Lirih Raehan yang tak luput dari keterkejutan dengan kemunculan Agara yang tiba- tiba.
Begitu pula dengan Fir dan Miya , ke dua nya diam dengan ke dua mata membesar.
Jantung mereka sejenak terasa berhenti karna ulah Agara.
Dengan satu kali tarikan, Agara membawa Raehan pergi bersama nya.
Fir dan Miya saling memandang. Menyalur kan rasa kecewa karna ke dua nya tak jadi menyantap makanan yang sudah membuat perut mereka kelaparan.
"Ngak jadi makan..." Celetuk Miya dengan raut wajah di tekuk di dalam.
"Kamu sih,,, pegang nya ngak kenceng jadi di ambil sama si monyet kan..." Seloroh Fir kesal.
"Salahin aja aku terus,,,"
"Emang kamu yang salah..."
...----------------...
Dion terus bergerak dengan cepat, detak jantung nya semakin bertalu- talu saat ia hampir sampai di kelas Raehan.
Wajah ceria dan bahagia terus di tampil kan Dion. Membuat ketampanan yang melekat pada diri nya semakin mengeluar kan energi positif.
Entah mengapa , kerinduan Dion semakin membuncah dengan lintasan- lintasan moment yang di bayang kan otak nya.
Diri nya sangat yakin, rubah betina nya akan bersorak ria saat menerima benda yang akan menjadi tanda perminta maafan dari nya
Membayang kan wajah imut Raehan saja, mampu membuat secarik tawa tipis di bibir Dion.
Dion menatap ke arah paper bag yang di tenteng nya. Lagi- lagi hati nya menghangat karna rasa indah nya jatuh cinta kini memenuhi ruang hati nya.
Dion menghela nafas nya, sebelum memijak kan kaki ke dalam ruang kelas yang cukup ramai.
Dion memperhatikan setiap sudut kelas, mencari- cari sosok yang ingin langsung ia peluk dan dekap. Berbagi perasaan serta menyalurkan kerinduan yang semakin bertambah besar.
Tapi seperti nya , kali ini takdir tak memihak diri nya.
Sosok gadis pendek yang ia cari, tak kunjung terlihat. Membuat Dion menghembus kan nafas kecewa.
"Apa hari ini Raehan tidak masuk? tapi hukuman skors nya berakhir kemarin kan...?" Tanya Dion membatin , saat mata nya menatap dua mahkluk yang sedang berdebat panjang.
Dua wajah yang selalu berada di samping Raehan. Siapa lagi jika bukan Fir dan Miya yang sudah Dion ketahui sebagai teman akrab gadis yang ia sukai.
Dion mendekati Fir dan Miya yang kini saling berdebat dengan wajah penuh kekesalan.
"Hmmmm...." Dehem Dion untuk mendapat perhatian ke dua nya.
__ADS_1
"Jangan ikut campur...!!!" Teriak Fir dan Miya bersamaan saat mendengar seseorang menganggu percakapan mereka.
"Aku hanya ingin bertanya..." Tutur Dion datar, ingin sekali rasa nya Dion memboyong ke dua orang ini untuk bertengkar di atas ring. Dari pada terus mendengar perdebatan antara ke dua nya.
"Ada apa sih? Ngak tahu orang lagi kesel aja.. Mending pergi jauh- jauh deh..." Sarkas Fir kesal.
"Kenapa dia harus pergi ? mending kamu aja yang pergi.. Ngapain pake usir kak Dion.." Miya membantah ucapan Fir.
"Ya udah kalau gitu kamu aja yang pergi, muak aku lihat wajah mu..."
"Ini bangku siapa? ini bangku ku.. Jadi kamu yang harus pergi...!"
"Terserah aku tidak peduli, semua nya salah mu ...---"
"Bisa berhenti bertengkar tidak!!" Bentak Dion yang sudah mulai jengah mendengar perdebatan ke dua nya yang tak berujung.
Diri nya datang kemari bukan untuk mendengar hal tersebut, ia hanya ingin menanyakan di mana gadis yang ia cari.
Mendengar bentakan bak petir, Miya dan Fir terdiam. Mereka melempar pandangan nya ke arah Dion.
"Kak Dion...!!" Lirih Miya yang sudah mulai sadar akan kehadiran pria tampan itu.
Berbeda dengan Fir yang langsung menunjukkan wajah bermusuhan pada Dion.
Diri nya masih ingat dengan jelas, jika pria itu yang telah meninggal kan Raehan di tepi jalan.
Untung saja ia tidak sengaja melewati jalan itu, jika tidak entah apa yang akan terjadi pada sahabat nya itu.
"Berani banget kamu ke sini..." Celetuk Fir dengan tatapan tajam.
Fir sungguh sangat membenci Dion, bagi nya pria tidak bertanggung jawab seperti Dion tidak pantas berada di sekeliling sahabat nya.
Fir tahu benar, bagaimana cara tatapan Dion menatap sahabat polos nya itu. Tatapan penuh cinta dengan segudang keinginan untuk memiliki.
Tapi hal itu tidak akan pernah terjadi, karna diri nya akan menjadi garda pertahanan terdepan untuk sahabat nya Raehan.
Diri nya tidak ingin sekali lagi Raehan di sakiti oleh pria seperti Dion.
"Fir tenang dulu,, jangan marah- marah kayak gitu..." Sergah Miya, yang sudah melihat urat- urat leher Fir yang mengeras sempurna.
"Bagaimana aku bisa tenang Mi.. Pria ini meninggal kan Raehan di pinggir jalan malam- malam. Kata kan pada ku pria mana lagi yang lebih pecundang dari pada diri nya.." Beber Fir dengan emosi yang siap meledak.
Rasa bersalah seketika menyarang dengan kuat di hati Dion.
Nyali nya yang sudah ia bangun dengan susah payah, di hancur kan begitu saja oleh kenyataan yang di katakan Fir.
Bahkan diri nya tidak bisa memaafkan diri nya atas kejadian itu.
"Fir hentikan...!!" Teriak Miya sembari mendorong keras tubuh Fir ke belakang.
Miya hanya ingin mengantisipasi jikalau Fir berniat ingin menghajar Dion.
__ADS_1
"Katakan Kak Dion ada keperluan apa?" Tanya Miya dengan wajah yang kurang bersahabat.
"Di mana Raehan???"
"Setelah semua yang kamu lakukan pada nya , kamu masih berani mencari nya...!!" Sosor Fir yang mulai terbakar amarah.
"Sahabat nya saja begitu marah akan kesalahan ku.. Apa Rubah betina juga akan semarah Fir..." Batin Dion yang kini mulai merasa was- was.
"Raehan tidak ada di sini, dia tadi pergi keluar kelas bersama---"
"Baik lah kalau begitu..." Potong Dion yang langsung melesat pergi, sebelum mendengar pernyataan terakhir Miya.
Jika gadis yang di cari nya tidak ada di kelas, untuk apa ia berada di sana lagi. Diri nya tidak ingin membuang waktu. Saat ini ia harus mencari Raehan.
"Bersama kak Aga..." Lirih Miya menyelesaikan kalimat nya. Yang sempat tak tersampai kan pada Dion yang langsung pergi begitu saja.
"Kamu lihat tingkah nya? Setelah mendapat kan apa yang di ingin kan dia langsung pergi begitu saja. Tanpa mengucap kan terimakasih pada mu..." Marah Fir pada Miya.
"Kenapa kamu marah dengan hal sepele seperti itu? Toh aku juga tidak menuntut ucapan terimakasih dari nya.. Berhentilah marah- marah seperti itu. Jika cepat tua baru tahu rasa kamu..." Balas Miya yang kini sangat kesal dengan Fir.
"Kamu lebih membela nya?!"
"Bukan begitu,,,"
"Lalu kenapa kamu menghalangi ku untuk menghajar pecundang itu..??"
"Apa itu bisa menyelesai kan masalah kebencian mu itu?"
"Setidak nya aku bisa merasa puas..."
"Terserah pada mu..."
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???