Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Speclesh..


__ADS_3

...181โฃ...


"Ion kopi..." Seru Anet dengan menawar kan secangkir kopi pada Dion, tentu saja dengan wajah tersenyum.


Anet berharap sikap Dion sedikit mencair kepada nya , sejak terakhir kali diri nya mengungkap kan perasaan nya pada pria di hadapan nya, sejak saat itu sikap Dion semakin dingin terhadap nya. Seolah pria tersebut menjauhi diri nya. Bahkan untuk menatap nya saja Dion lansung membuang pandangan nya.


Ia sudah berusaha dengan sekuat tenaga, untuk menghapus perasaan ini pada Dion.


Tapi apalah daya jika hati nya tetap bersikeras untuk tetap menyukai Dion, meski ia tahu jika perasaan nya tidak akan pernah terbalas karna Dion tidak memiliki perasaan yang sama seperti diri nya.


Dion menatap Anet datar tanpa ekspresi, menatap gadis di depan nya dengan tangan terulur memegang secangkir kopi.


Anet adalah kawan seperjuangan nya, teman yang selalu bisa di andal kan dengan pekerjaan yang benar- benar ulet.


Namun semua nya berubah saat diri nya mengetahui bagaimana perasaan Anet pada diri nya. Yang ternyata gadis cantik dengan surai hitam itu memiliki rasa yang lebih terhadap diri nya.


Ia hanya tidak ingin menyakiti atau pun seolah memberi harapan pada Anet dengan sikap nya yang sudah di salah arti kan oleh gadis itu.


Sehingga ia bersikap dingin dan terkesan menjauhi Anet.


"Terimakasih, tapi aku sedang tidak ingin meminum kopi.." Jawab Dion dengan datar yang langsung melempar pandangan nya ke arah Niel.


"Niel kemari kan berkas- berkas tes itu. Aku akan memeriksa nya sekarang..." Seru Dion lagi.


Anet menarik tangan nya, menggenggam cangkir teh tersebut dengan erat.


Lagi- lagi Dion bersikap dingin, yang rasa nya membuat hati nya teriris.


Seperti ini kah rasa nya jatuh cinta, saat cinta mu bertepuk sebelah tangan. Yang terasa hanya sakit nya, tak ada sedikit pun gelenyar rasa yang membuat hati nya menghangat.


Tapi ini memang jalan yang di pilih nya bukan?


Ia sudah tahu kenyataan namun ia masih berharap pada sosok yang tak akan pernah melihat diri nya.


Sungguh tragis dan menyesak kan dada.


Anet menelan saliva nya dengan paksa, menekan pil pahit kecewa yang sungguh menghancur kan hati nya.


Menyadari wajah Anet yang tersenyum namun terkesan memaksa, membuat Jessi yang sejak tadi meniliti ke dua orang tersebut menggeleng- geleng kan kepala nya.


Anet berjalan mendekat pada Jessi lalu duduk di samping gadis berwajah datar seperti tembok benteng itu.


"Kopi.." Cicit Anet dengan suara yang masih tercekat.


"Letak kan saja di situ, seperti nya aku memang membutuh kan nya..." Jawab Jessi singkat, namun sebenar nya niat nya mengata kan hal itu untuk sedikit menghibur Anet.


"Kenapa kau harus menawar kan kopi itu pada si ketua yang menyebal kan itu?" Tanya Jessi dengan nada mengintrogasi.

__ADS_1


"Tidak.. Hanya saja hubungan kami akhir- akhir ini sedikit merenggang..." Jawab Anet yang kini melempar tatapan nya ke arah Dion , yang juga menatap nya dengan tatapan tidak suka. Karna Dion juga mendengar apa yang di kata kan Anet.


Dion langsung beranjak dari duduk nya, mengangat kertas- kertas putih tersebut lalu berlalu keluar dari ruangan menyesak kan itu.


"Bahkan sekarang kamu tidak sudi lagi menatap ku Ion..." Ringgis Anet dalam hati, melihat sikap dingin Dion yang sudah mengalah kan gunung everest.


Melihat semua itu , Jessi menepuk bahu Anet untuk menguat kan.


Menyimpan perasaan yang hanya bertepuk sebelah tangan bukan lah hal yang mudah.


"Gaesss aku pulang duluan ya, dah ngantuk... By..." Celetuk Niel yang sudah keluar dari pintu dengan tampang bodoh nya.


...----------------...


Dion menatap setiap lembaran kertas yang kini sudah berada di tangan nya, membaca dengan seksama setiap bait jawaban yang tertulis pada kertas itu.


"Semua jawaban nya sama, hanya mengata kan ingin mencari wawasan. Huhhhh mereka benar- benar memakai topeng saat menulis semua ini.. Pada hal mereka sudah di sumpah untuk menjawab semua nya dengan jujur... Jika jawaban nya seperti ini aku rasa tidak ada yang menarik..." Cicit Dion bergumam pada diri nya sendiri, dengan wajah yang semakin malas untuk memeriksa hasil tes seleksi hari ini.


Hanya tinggal sebentar lagi, ia akan terbebas dari semua belengu tanggung jawab yang sudah ia pikul selama tiga tahun.


Benar- benar sangat melelah kan, namun ada kepuasaan tersendiri untuk itu.


Bibir Dion langsung tersenyum miring, saat menemukan kertas jawaban Raehan.


Entah, tapi ia sangat tertarik untuk membaca coretan apa yang di tulis kan rubah betina nya.


"Sekarang giliran mu rubah betina..." Cicit Dion dengan kekehan kecil.


Setiap sesuatu yang berhubungan dengan Raehan, selalu bisa membuat semangat nya kembali.


Mungkin ini adalah efek dari benih- benih cinta yang sedang tumbuh di hati nya, meski tumbuh dengan cara tidak normal.


Namun ia tidak ingin egois dan serakah, siapa pun lelaki yang di pilih Raehan ia akan merelakan rubah betina nya bersama pria yang akan membuat nya bahagia.


Tapi ia hanya ingin jika Raehan tidak mendorong diri nya untuk pergi dari sisi gadis itu. Karna hal itu akan membuat luka nya semakin dalam.


Berada di dekat gadis imut itu sudah sangat membuat nya bahagia, meski tidak memiliki nya.


Mungkin ini karma, karna ia menyakiti hati Anet, di mana kini ia merasa kan rasa yang sama, rasa cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan, rasa yang benar- benar menyakit kan namun hanya mampu untuk di pendam.


Jalan takdir memang sedikit lucu, di mana diri nya mengejar Raehan, namun di belakang nya ia di kejar oleh gadis Lain. Sedang kan Raehan yang ia kejar malah mengejar pria lain.


Lucu bukan.


Dion kembali memfokus kan ke dua bola mata nya pada coretan di kertas putih tersebut.


SOAL.

__ADS_1



Apa tujuan anda mengikuti organisasi osis


ini?.



Jawaban : Tujuan saya mengikuti organisasi ini karna perintah dari ketua osis, jadi sebagai murid yang patuh, saya mengikuti organisasi ini.


Dion melebar kan ke dua netra nya, karna speclesh dengan jawaban absurd yang terkesan sangat jujur. Namun ia semakin kaget saat membaca jawaban berikut nya.



Jika anda berhasil menjadi ketua osis atau wakil ketua osis, misi apa yang akan anda laksana kan untuk yang pertama kali nya.?



Jawaban : Saya berharap, saya tidak akan di pilih menjadi ketua atau pun wakil. Karna saya memang tidak mengingin kan hal itu. Tapi saya hanya tidak ingin membuat seseorang kecewa yang sudah berharap begitu besar terhadap saya. Jadi untuk rencana ke depan, biar lah semua nya mengalir seperti air.


"Jawaban macam apa ini? " Lengkuh Dion frustasi membaca deretan jawaban Raehan yang benar- benar membuat jantung nya terbang bebas.


...----------------...


...****************...


Pengen cubit si Raehan deh๐Ÿ˜…


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2