
...307...
Raehan berjalan dengan cepat. Menyampirkan ranselnya begitu saja di pundak. Berjalan dengan tergesa-gesa ke arah meja makan dimana terlihat Tuan Levi, Nyonya Marissa, dan Lion tengah menikmati sarapan mereka.
"Mom, aku berangkat ya. Kak Dion udah nunggu di depan!" seru Raehan tanpa jeda, lalu meraih roti tawar di atas meja, kemudian berlari begitu saja.
"Rae, makan pelan-pelan sayang," pesan Nyonya Marisaa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingah Raehan, yang sering bangun kesiangan dan pergi dengan terburu-buru.
"Anak itu selalu saja bangun kesiangan dan pergi dengan terburu-buru," dumel Nyonya Marissa sambil menyajikan roti untuk Lion.
"Biarkan saja Mom, nanti dia juga akan berubah seiring dia bertambah dewasa," ujar Tuan Levi membela putri kesayangannya. Nyonya Marisaa hanya mencebikkan bibirnya mendengar sang suami yang selalu membela Raehan.
Raehan berlari keluar dari rumah dengan mulut yang dipenuhi oleh roti. Ia mengunyah roti tersebut dengan cepat lalu segera masuk ke dalam mobil Dion.
Raehan melambaikan tangan sebagai sapaan pada Kazuya yang juga ada di dalam mobil, yang di respon dengan senyum oleh pria berwajah Jepang itu.
Dion menautkan ke dua alisnya, sembari kepalanya menggeleng-geleng pelan melihat kelakuan Raehan yang makan dengan belepotan. Bahkan di sudut bibir kanan gadis itu tersisa Slay coklat. Bisa Dion tebak jika Raehan sarapan dengan terburu-buru.
Tangan Dion terangkat mengusap sisa Slay coklat di bibir Raehan, yang langsung membuat Raehan menelan roti di dalam mulutnya seketika.
"Kalau makan ngak usah buru-buru!" tegur Dion.
Raehan langsung memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Dion. Sedangkan Kazuya yang melihat adegan itu hanya mencebikkan bibirnya.
Dion mulai malajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Raehan. Membelah jalanan yang sudah mulai cukup padat.
"Kazuya, kamu sudah mengisi formulirnya kan?" celetuk Raehan dengan semangat.
"Iya Rae, Dion yang membantuku. Semoga aku tidak mengecewakan harapan kalian," jawab Kazuya sambil tersenyum.
"Aku yakin kamu pasti bisa lulus kok. Aku akan mengajarimu semuanya. Jika kamu berhasil lolos, kamu akan satu kelas denganku dan kita bisa bercanda dan bermain bersama," ujar Raehan dengan polos yang membuat Dion tersenyum mendengarnya.
"Wah, jika begitu aku semakin semangat."
"Iya, aku yakin kamu akan menjadi siswa populer dengan wajah tampan khas Jepang mu itu."
Kazuya tergelak dengan ucapan Raehan yang super duper polos.
Setelah beberapa menit. Akhirnya mereka sampai di sekolah. Dion segera memarkirkan mobilnya dan bergegas untuk turun. Ia harus melakukan ritual membuka pintu mobil untuk Raehan, sebelum gadis mungil itu keluar dengan sendirinya.
"Terimakasih," ujar Raehan dengan tulus saat Dion membukakan pintu untuknya.
"Ion, kalau aku ngak di bukain?" ujar Kazuya dari kursi belakang.
__ADS_1
"Kamu kan punya dua tangan, ya buka sendirilah. Emang aku babu kamu apa!" sentak Dion dengan melayangkan tatapan sinis. Kazuya memutar ke dua bola matanya malas, lalu turun dari mobil.
"Oh, itu artinya Kak Dion babu aku donk karena Kak Dion ngebukain pintu buat aku," sindir Raehan dengan tersenyum miring.
"Kalau jadi babu kamu aku siap, tapi jadi babu cinta ya," goda Dion dengan mengedipkan sebelah matanya.
Bibir Raehan langsung mengerucut ke depan mendengar gombalan Dion.
"Ah sudahlah, mending kita masuk sekarang!" seru Raehan mengalihkan topik pembicaraan dengan menarik tangan Kazuya masuk ke dalam sekolah meninggalkan Dion.
"Ck, malah di tinggalin," umpat Dion yang langsung berlari mengejar Raehan dan Kazuya.
Kazuya melongo penuh kagum melihat bangunan mewah dimana kini dirinya berdiri. Ia tidak percaya jika dirinya bisa masuk ke dalam sekolah megah ini, yang biasanya hanya dapat ia lihat dari pinggir jalan.
Sedikitpun ia tida pernah berpikir untuk melanjutkan pendidikan dan bersekolah di tempat sekolah favorit yang paling terkenal di seluruh kota.
Rasanya semua ini hanya mimpi. Namun, gadis mungil yang di selamatkan tanpa sengaja. Malah membawa dirinya masuk ke dalam zona kehidupan yang lebih baik.
Raehan tertawa kecil melihat wajah kagum Kazuya akan sekolah ini. Ia seakan melihat dirinya yang dulu juga sama kagumnya, saat pertama kali masuk sebagai murid baru.
"Apa sekarang kamu tidak ingin melanjutkan pendidikan di sekolah terbaik seperti ini?" tanya Raehan memancing Kazuya.
"Aku bahkan tidak pernah memimpikan hal ini. Rasanya begitu mustahil," timpal Kazuya.
"Kamu benar, sekarang aku yakin. Aku harus bisa lulus tes dan akan sekolah di tempat ini," ujar Kazuya dengan mantap dan penuh semangat.
Raehan merasa begitu senang. Akhirnya Kazuya tidak ragu lagi atau pun takut untuk melanjutkan pendidikannya.
Dari arah depan terlihat Fir dan Miya yang berlari ke arah Kazuya. Ke duanya terlihat sedikit terkejut saat melihat Kazuya ada di sekolah ini.
"Hai Kazuya," sapa Miya dengan wajah tersipu malu.
"Bro, kok bisa di sini?" tanya Fir yang tidak ingin basa-basi.
"Dia ke sini untuk mengikuti tes beasiswa," jawab Dion dingin, mendahului Raehan yang akan menjawab pertanyaan Fir.
Wajah Miya langsung berubah bahagia. Itu artinya Kazuya akan sekolah di sini.
"Wah, aku seneng banget dengernya. Kita bakal satu kelas kan Kazuya?" tanya Miya yang langsung menyerobot posisi Raehan yang berada di samping Kazuya.
Fir dan Raehan saling melempar pandang melihat tingkah sahabat mereka yang sepertinya sedang kasmaran.
"Fir, keknya Miya udah ketemu pawangnya," bisik Raehan di telinga Fir.
__ADS_1
"Hooh, lihat dia jadi cewek ngak ada jual mahalnya dikit kek. Malah asal nyosor deketin Kazuya aja," timpal Fir dengan berbisik.
"Kamu nyindir aku?" sinis Raehan.
Sadar akan ucapannya, Fir terkekeh hambar.
"Ngak kok, salah ucap." Cengir Fir.
"Setidaknya Miya ada usaha, ngak kek kamu di bentak dikit langsung ciut," cibir Raehan.
"Issh kamu Rae tega banget bilang gitu. Kamu nga tahu aja si Jessi galaknya minta ampun. Mending aku ngadepin singa betina dari pada dia," ujar Fir membela diri.
Tanpa sadar karna asik mengobrol mereka akhirnya sampai di depan ruang TU (Tata Usaha).
"Kazuya, ayo masuk. Kalian bisa masuk kelas. Aku yang akan mengurus semuanya!" seru Dion sambil menyuruh Kazuya untuk segera masuk.
Dengan cepat Raehan mencekal tangan Dion sebelum pria itu masuk ke dalam ruangan. Dion berbalik menatap Raehan dengan ekspresi bertanya.
"Kak Dion, pastikan semuanya sesuai dengan harapanku ya. Aku sangat ingin melihat Kazuya sekolah di sini," ucap Raehan dengan nada penuh harap.
"Aku akan melakukannya demi melihat senyummu Rae. Jangan khawatir aku yakin Kazuya pasti bisa," balas Dion.
"Aku tahu, kamu tidak pernah menolak keinginanku."
"Sekarang pergilah, masuk ke dalam kelas dan belajar dengan benar. Jangan pikirkan masalah ini." Pesan Dion dengan mengacak gemas rambut Raehan lalu masuk ke dalam menyusul Kazuya.
...----------------...
...****************...
Yey.. Kazuya masuk sekolah nih...
Bentar lagi karya ini mau tamat. Rencananya akan ada session ke dua kisah cinta Raehan yang imut dan lucu. Namun dengan genre yang super duper berbeda. Aku yakin kalian pasti bakal suka.
Okeh, jangan lupa
like
Koment
Gift
Vote
__ADS_1