Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Ciuman ?


__ADS_3

...216πŸ’›...


Namun setelah meneguk teh tersebut, Raehan langsung menepuk jidat nya.


Astaga, ia kan membuat kan teh ini untuk Agara. Tapi kenapa diri nya yang meminum teh ini.


Pikir Raehan lalu meletak kan kembali teh tersebut di atas meja.


"Kok aku yang jadi minum teh, kan aku membuat nya untuk mu.." Seloroh Raehan dengan mengerucut kan bibir nya ke depan.


"Tidak apa, aku bisa minum dari cangkir yang sama.." Agara meraih teh tersebut, lalu minum dari tempat bibir Raehan.


Menyesap teh hangat tersebut dengan senyum seringgai nya. Di mana cairan hangat itu langsung mengalir di kerongkongan nya.


Raehan melebar kan mata nya, melihat Agara yang meminum teh dari cangkir yang sama.


Itu arti nya mereka sudah berciuman secara tidak langsung.


Bekas bibir nya dan Agara menyatu di pinggir cangkir.


Agara tergelak melihat ekspresi Raehan di hadapan nya.


"Kak Aga minum di cangkir yang sama dengan ku.. Apa tidak jijik..?" Celetuk Raehan polos.


"Kenapa harus jijik, bahkan sepasang kekasih saling bertukar saliva mereka.." Balas Agara dengan menaik kan sebelah alis nya.


"Uhuk..!" Raehan langsung terbatuk, mendengar ucapan tanpa sensor Agara. Ia tersedak karna menelan air liur nya sendiri.


"Tapi tadi kita juga minum di cangkir yang sama.. Itu arti nya kita sudah ciuman secara tidak langsung..." Wajah Raehan merona, di mana ke dua pipi nya sudah memanas.


"Benar kah seperti itu?" Tanya Agara dengan mencondong kan tubuh nya semakin dekat pada Raehan.


Raehan mengangguk tanpa dosa, tapi memang seperti itu bukan?


Ia sering membaca novel, dan semua hal romantis itu di ceritakan.


"Kenapa tidak kita coba saja secara langsung...!"


"Hah..?" Raehan terkejut setengah mati mendengar ucapan Agara.


Astaga iman nya saat ini sedang di goda oleh pria tampan.


Wajah Agara semakin mendekat pada wajah Raehan, mengikis jarak di antara mereka.


Di mana kini tatapan Agara menatap bibir pich Raehan.


Tubuh Raehan seketika menjadi gugup, peluh dingin mulai terbentuk di dahi nya.


Apa kali ini, Agara akan mencium nya?


Tapi seperti nya memang begitu, bahkan wajah Agara terus mendekati wajah nya.


Raehan mencengkram jahitan rok nya dengan kuat, di mana jantung nya sudah hampir meledak karna berdegup dengan sangat kencang.

__ADS_1


Dringg...


Dringg...


Dringg...


Deringan ponsel langsung menuntas kan kondisi cangung di antara Raehan dan Agara.


Di mana bibir Agara langsung tertarik ke atas dengan sempurna, memperlihat kan deretan gigi nya yang berjejer dengan rapi.


Agara segera menarik tubuh nya, menjauh dari Raehan.


Ia merasa sangat lucu, melihat kegugupan Raehan saat wajah nya semakin dekat dengan wajah gadis itu.


Seketika Raehan menghembus kan nafas nya kasar, hampir saja ia mati terkejut karna ulah Agara.


Tinggal tiga sentimeter lagi, maka bibir Agara akan menyentuh bibir nya.


Namun gara- gara deringan ponsel nya, semua nya sirna begitu saja.


"Ini ponsel mu.." Agara mengeluar kan ponsel jadul Raehan dari saku nya dan menjulur kan nya pada sang pemilik.


Raehan menatap Agara heran, kenapa bisa ponsel nya ada pada Agara, bukan kah ia meletak kan ponsel nya di dalam tas.


Oh astaga, jangan bilang Agara mengambil ponsel nya diam- diam saat pria itu duduk di kursi kecil dekat ransel nya.


"Tidak mau jawab?" Seru Agara lagi, saat mendapat respon heran dari Raehan, di mana ia menunjuk kan layar benda ajaib itu ke arah Raehan.


"Momsy..." Lirih Raehan membaca nama kontak yang sedang menelpon nya.


Astaga kenapa sang ibu malah menelpon di saat seperti ini.


Pekik Raehan frustasi, karna ia tidak berani jika Momsy nya sampai tahu jika Agara ada di kontra kan nya.


Bisa- bisa ia kena ceramah panjang tujuh kali belokan dan putaran.


Sebelum menggeser icon gagang telpon yang berwarna hijau , Raehan menatap ke arah Agara yang tengah tersenyum manis pada nya.


Raehan meletak kan satu jari telunjuk nya di depan bibir, sebagai isyarat jika Agara tidak boleh mengeluar kan suara.


Namun bukan Agara nama nya jika tidak membuat Raehan panik.


Ia malah menggeleng kan kepala nya, sebagai jawaban dia tidak akan diam.


Raehan berdecak frustasi, Agara benar- benar sangat menyebal kan.


Momsy nya sangat sensitif jika tahu diri nya dan Agara sudah pacaran.


Karna sang Momsy selalu melarang Raehan untuk pacar- pacaran dengan alasan hal itu akan menggangu belajar Raehan.


Raehan memasang wajah memelas, meminta pada Agara untuk menurut pada nya.


Namun Agara hanya mengendik kan bahu nya, dan meletak kan jari telunjuk nya di depan bibir nya sendiri. Sebagai isyarat ia akan diam.

__ADS_1


Raehan pun menggeser layar ponsel nya, dan mendekat kan benda pipih itu ke telinga nya.


"Halo sayang... Kenapa kamu menjawab telpon lama sekali...?" Ujar Sang Momsy dari ujung telpon, yang langsung melempar pertanyaan pada sang putri.


"Maaf Mom aku sedang di kamar mandi tadi..." Bohong Raehan sambil menggigit ujung lidah nya.


"Dasar pembohong.." Batin Agara.


"Apa kau sudah pulang sekolah sayang?" Nyonya Marissa bertanya lagi dengan nada penuh kasih sayang.


"Iya Mom. Aku baru saja pulang.. Oh ya tumben momsy menelpon ku di jam segini. ?" Raehan menanya kan tujuan sang ibu menelpon. Karna biasa nya Nyonya Marissa selalu menelpon malam hari.


"Momsy merindu kan mu sayang... Momsy ingin menemui putri cantik momsy.. Popsy sangat sibuk dengan bisnis nya. Sampai- sampai ia menolak untuk pergi mengunjungi mu.."


"Aku juga merindukan momsy, tapi tidak apa, lagi pula libur semester akan segera tiba.. Aku pasti akan Auuuu...!" Pekik Raehan terkejut, saat sebuah tangan menarik pinggang nya hingga ia masuk dalam pelukan Agara.


"Ada apa sayang kamu baik- baik saja?" Tanya Nyonya Marissa cemas mendengar pekikan Raehan di seberang telpon.


Raehan mendelik ke arah Agara, di mana Agara hanya tersenyum senang.


Agara benar- benar memanfaat kan situasi, pikir Raehan yang melipat bibir nya dalam.


"Aaa.. Tidak Mom.. Tadi ujung kaki ku ke pentok meja..." Bohong Raehan, sembari tangan nya berusaha melepas kan tangan Agara yang melingkar dengan sempurna di pinggang kecil nya.


Namun bukan nya lepas, malah tangan nya di genggam kuat oleh Agara.


Kapan Lagi Agara bisa menikmati pelukan hangat seperti ini, jika ia tidak mengambil kesempatan ketidak berdayaan Raehan.


"Lepas kan aku... Ini geli.." Bisik Raehan pada Agara yang sedang menyender kan kepala nya di punggung nya.


"Diam atau aku akan buka suara... Selesai kan pembicaraan mu dengan Momsy.. Dan aku akan memeluk mu.." Timpal Agara kekeh.


Raehan hanya mampu memutar bola mata nya malas, melihat sikap Agara yang sudah seperti anak kecil.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2