Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Modus


__ADS_3

...269πŸ’›...


Dion membuka pintu mobil dengan cepat, lalu meletak kan tubuh rapuh Raehan secara perlahan.


Kazuya yang melihat Raehan di gendong oleh Dion langsung panik, apa lagi wajah Dion yang terlihat sangat khawatir dan takut.


"Apa yang terjadi? kenapa Raehan bisa pingsan?" Cecar Kazuya yang juga merasa cemas melihat kondisi Raehan.


Kazuya mencondong kan tubuh nya ke depan melihat kondisi Raehan.


"Dia pingsan karna luka di pinggang nya.. Rasa nya aku ingin sekali memecah kan kepala nya yang keras kepala itu..." Jawab Dion yang malah mengumpat kesal.


"Kita harus segera membawa nya ke rumah sakit, jika tidak darah nya bisa habis..." Saran Kazuya meraih tangan Raehan dan menggengam nya.


Dion yang melihat hal tersebut tidak suka.


"Lepas kan tangan mu.. Jangan modus dengan gadis yang sedang pingsan..!" Bentak Dion dengan menepis tangan Kazuya.


Wajah Kazuya langsung cemberut melihat sikap Dion yang posesif dengan Raehan.


Padahal diri nya hanya ingin menyalur kan kehangatan dan kekuatan.


Kazuya kembali menarik tubuh nya dan menyandar kan punggung nya pada jok belakang.


Dion menatap lekat wajah Raehan yang semakin memucat.


Wajah mungil yang selalu ia rindu kan kini terlihat ada banyak luka yang menghiasi.


"Aku janji aku tidak akan membiar kan mu sampai kenapa- kenapa... Bertahan lah.. Rae kamu adalah gadis yang paling kuat yang pernah aku temui... Jadi bertahan lah..." Ucap Dion di mana kesedihan terpancar di wajah nya.


Dion mendekat kan wajah nya semakin dekat, mengikis jarak antara wajah nya dengan wajah Raehan.


Cup...


Satu kecupan singkat mendarat di kening Raehan.


Lalu Dion segera menutup pintu mobil dan berlari memutar lalu masuk ke kursi kemudi.


Kazuya yang melihat Dion mencium kening Raehan berdecak kesal.


"Cih... Menyebal kan, giliran dia aja asal cium gadis yang sedang pingsan.. Ehh, malah aku yang di tuduh modus..." Batin Kazuya berdecih lalu memilih memejam kan ke dua mata nya. Berdoa dengan sepenuh hati agar tuhan menjaga Raehan.


Dion yang hendak menyala kan mobil nya, langsung terkejut bukan main saat dua orang tanpa di undang langsung masuk ke dalam mobil nya.


Brak...


Kazuya langsung membuka ke dua mata nya, saat merasa kan dua orang masuk dan mengapit tubuh nya.


Dion melirik ke arah kursi belakang, di mana Fir dan Miya sudah duduk dengan manis.


"Kalian...!"


"Ayo jalan.. Jangan mengajak ku berdebat karna aku sedang tidak mau berdebat... Dan juga kondisi Raehan yang sedang tidak baik- baik saja..." Ujar Fir dengan menatap Dion tajam.

__ADS_1


Fir mengatur nafas nya yang tersenggal- senggal karna berlari, apa lagi sekarang tubuh nya basah kuyup.


"Ayo jalan kenapa masih bengong...!" Sentak Miya marah melihat Dion yang malah melamun.


Dion pun yang tersadar dari lamunan nya segera menginjak pedal gas mobil nya.


Membelah jalanan yang di guyur hujan dengan deras.


Namun ia tidak peduli , karna sekarang Raehan lebih penting.


Dion meringgis kesakitan saat tangan nya yang terluka mulai terasa perih.


Sementara kini Miya sudah menangis sejadi- jadi nya, membuat keadaan di dalam mobil semakin mencekam.


Begitu pula dengan Fir yang terlihat sangat panik.


"Huhh...." Kazuya menghembus kan nafas nya frustasi, karna kepala nya pening mendengar Miya yang ada di samping kiri nya yang terus menangis sejak tadi.


Miya yang menyadari jika ada orang lain selain diri nya dan Fir, menoleh ke arah samping nya di mana ke dua mata nya langsung melebar.


Ternyata dia duduk di dekat pria yang sedang terluka, di mana bisa Miya lihat beberapa bagian tubuh pria itu terluka dan mengeluar kan darah.


"Kazuya...!" Lirih Miya yang langsung membuat Fir juga menoleh.


Karna saking kalut dan panik nya melihat kondisi Raehan, membuat ia tidak menyadari jika ada orang lain di sebelah kanan nya.


"Kau? Bagaimana bisa kamu ada di sini?" Cecar Fir dengan pertanyaan bodoh nya.


Untung saja jantung nya masih berfungsi dengan baik, sehingga saat ia kaget melihat Kazuya diri nya tidak langsung mati mendadak.


Fir yang menyadari hal itu langsung menarik tangan nya.


"Pantas saja tadi empuk..." Fir menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Sebenar nya apa yang terjadi? kenapa kalian bertiga bisa terluka seperti ini? Hiks..." Tanya Miya dengan meredam tangis nya.


Dion tidak bergeming, ia tetap fokus pada jalanan di depan nya.


Miya yang hanya mendapat kan jawaban kebisuan mulai kesal.


Ia sudah sangat penasaran tapi tidak ada yang ingin bercerita.


Tanpa sadar Miya mencubit lengan Kazuya, yang langsung membuat Kazuya menjerit kesakitan.


"Akhhh... Jangan cubit luka ku cantik...!"


Wajah Miya yang di kata kan cantik tersipu malu.


Bisa- bisa nya wajah nya merona di saat seperti ini.


"Maaf- maaf aku refleks.. Tapi kata kan kenapa kalian bisa terluka seperti ini?"


"Ayo kata kan...!" Desak Miya lagi, yang membuat kepala Kazuya rasa nya semakin berputar- putar.

__ADS_1


Kazuya menghela nafas nya dalam, di mana wajah Miya sudah berada tepat di samping nya.


Wajah yang terlihat begitu penasaran dan tidak sabaran.


"Kami di sekap oleh ayah nya pria yang sedang bertunangan di dalam..."


"Apa??!"


Teriak Fir dan Miya bersamaan, di mana suara mereka membuat gendang telinga Kazuya rasa nya ingin pecah.


Fir menatap Dion sekilas di mana pria itu masih fokus menatap jalanan.


"Brengsek... !" Umpat Fir di mana tangan nya terkepal semakin erat.


"Tapi bagaimana bisa?" Miya semakin penasaran.


"Aku juga tidak tahu.. Karna aku pingsan.. Aku hanya tahu, jika Raehan di masuk kan ke dalam toran air dan mereka menutup nya... Lalu setelah itu aku dan supir itu membantu nya dan kami berkelahi dengan penjahat - penjahat itu... Tapi salah satu penjahat berhasil menikam Raehan..." Kazuya terdiam, ia sudah tidak kuat lagi untuk bicara.


Kepala nya terasa berputar dengan hebat, di mana pandangan nya semakin buram dan berubah menjadi gelap.


Dugh..


Kepala Kazuya terjatuh di bahu Miya. Di mana Miya kaget bukan main.


"Kazuya.. Kazuya kamu kenapa? kenapa tidur di bahu ku...?" Pekik Miya dengan menepuk- nepuk pipi Kazuya agar terbangun.


Namun ke dua mata Kazuya tertutup dengan begitu rapat.


"Dia pingsan Mi..." Ucap Fir makin panik.


"Aduh... Kak Dion cepetan nyetir nya Kazuya pingsan..." Pekik Miya dengan khawatir sembari memukul jok depan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.


__ADS_2