Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Menikmati waktu..


__ADS_3

...31...


"Astaga kenapa dia semakin lucu dan manis... Menggunakan seragam ku..." Batin Agara dengan hati yang kini berbunga- bunga.


Raehan memberikan seragam nya yang kotor pada Agara. Wajah nya bersemu merona karna malu dengan cara Agara menatap diri nya.


"Apa sekarang aku boleh percaya diri jika kak Aga akan jatuh cinta pada ku...?" Batin Raehan dengan hati yang berbunga- bunga.


Kali ini Agara begitu berbeda, dia memperlakukan diri nya begitu manis.


Hhhh, sosweet sekali bukan?.


Raehan menatap punggung putih yang terkena sinar matahari di depan nya.


Agara sedang mencuci baju nya di dekat danau.


Bibir Raehan tak pernah berhenti tersenyum sejak tadi. Ini adalah sebuah kemenangan besar bagi nya.


Bisa sedekat ini dengan laki- laki idaman nya.


"Aku tahu, kau adalah sosok yang hangat di balik sifat dingin mu itu... Bagaimana pun sifat mu, percayalah hati ku telah tenggelam dalam samudra cinta mu AGARA VANDERZEE. "Lirih Raehan. Lalu mendekati Agara.


"Terimakasih sudah mencuci seragam ku..." Raehan berjongkok di tepi danau, di samping Agara.


Agara mengalihkan pandangan nya ke arah Raehan. Yang tersenyum ke pada nya semanis buah cherry. Sudah tak tampak lagi rasa takut di ke dua bola mata jernih di depan nya.


"Aku mencuci seragam mu hanya untuk rasa kemanusian saja..." Sarkas Agara, yang langsung membuat hati Raehan terjun bebas dari angkasa ke dasar bumi.


Baru saja diri nya mendapat perlakuan yang begitu istimewa dari Agara, beberapa jam kemudian pria ini kembali seperti awal dengan sikap nya yang jutek dan cuek.


Raehan memanyunkan bibir nya ke depan. Secepat itukah tuhan mengambil kebahagian nya?. Jerit nya dalam hati.


"Ngeles aja terus..!!!" Sosor Raehan sedikit kesal. Ia mengibaskan air ke arah Agara.


Membuat percikan air mengenai wajah Agara.


"Ha... Ha....." Tawa Agara pecah.


"Ha.... Ha...." Begitu pula Raehan yang ikut tertawa. Ternyata Agara ingin menjahili diri nya.


Lihat lah pria di depan nya tidak bisa menyembunyikan gelak tawa nya yang tertawa merdu bak kicauan burung.


Agara membalas Raehan, dengan mengibaskan air ke arah Raehan.


Adu kibasan air antara Agara dan Raehan semakin seru. Bahkan mereka saling kejar- kejaran seperti dua bocah kecil yang sedang bermain.


...----------------...

__ADS_1


Di sisi lain, Dion tengah menatap layar monitor dengan cermat.


Memutar ulang rekaman cctv di luar toilet.


Melihat bagaimana seseorang menarik Raehan, lalu setelah beberapa waktu kemudian, Raehan menyeret tubuh Mika yang sudah tak sadar kan diri keluar dari Toilet.


"Bagaimana Dion apa kamu sudah menemukan petunjuk?" Tanya seorang laki- laki berusia 26 tahun, yang tak lain adalah panitia keamanan sekolah.


"Hanya siswi dari kelas X A yang bisa kita tanyai apa yang sebenar nya terjadi..." Jawab Dion dengan hormat.


"Atur pertemuan untuk bertemu dengan siswi yang kau maksud... Kita belum tahu apa ini kasus pembunuhan atau hal yang lain nya. Siswi yang bernama Miya dari kelas yang sama juga masih sok dan belum mau bicara..."


"Baik pak..." Jawab Dion singkat, lalu keluar dari ruangan.


Pikiran nya melayang mengudara, mencemaskan keadaan gadis pendek itu. Saat terjadi kerumunan ia sama sekali tidak melihat keberadaan gadis itu.


Dion berjalan dengan tergesa- gesa melewati lorong- lorong kelas menuju kelas X A.


Suasana kelas A benar- benar riuh karna kasus ini. Semua siswa maupun siswi tengah berdiskusi satu sama lain membicarakan insident mengerikan itu.


Berbeda dengan Fir yang duduk di dekat pintu dengan tangan nya menjangga kepala nya.


Apa yang sedang menimpa ke dua teman nya itu? Pikir nya melamun.


Miya yang di berondongi nya dengan ribuan pertanyaan hanya diam dengan wajah pucat ketakutan. Hingga pihak sekolah mengirim nya pulang.


Brak...


Seseorang mengembrak meja nya, membuat Fir mendongak, lalu melempar tatapan nya malas. Ketika tahu yang ada di depan nya adalah Dion. Si ketua osis menyebalkan.


"Mana Raehan??" Sosor Dion cepat. Hati nya sudah tidak tenang, ia ingin segera bertemu dengan gadis berbandana itu.


"Ngak tahu..." Jawab Fir datar.


"Ck..." Dion berdecak kesal, pandangan nya menjelajah memperhatikan semua murid. Dan benar gadis yang di cari nya tidak ada di sini.


"Kemana sih dia pergi...?" Pekik Dion kesal sambil menyugar rambut nya.


"Ngak nyangka ya, Raehan bisa di perhatiin ama dua cowok idola sekolah sekaligus..." Celetuk Kiara tiba- tiba. Menghampiri Dion dengan gaya centil memilin ujung rambut nya.


Sedang kan di belakang nya, dua siswi yang di kenal sebagai antek- antek nya mengikuti langkah Kiara.


Dion memicing kan mata nya ke arah Kiara. Menelisik apakah gadis centil ini tahu di mana Raehan.


"Maksud kamu apa ngomong kayak gitu?" Tanya Dion datar. Menatap Kiara dengan tatapan siap menguliti gadis di depan nya.


"Tadi aku lihat Raehan lo... Wajah nya pucat ketakutan, dan yang lebih mengerikan lagi seragam nya banyak noda darah... Aku yakin pasti dia yang udah apa- apain Mika.." Ujar Kiara dengan cara biacara nya yang berbisa.

__ADS_1


Para murid mengangguk pelan, seolah rasa penasaran mereka terjawab dengan penuturan Kiara.


Ada yang mengendikkan bahu nya tidak percaya, ada pula yang memperdaya kawan nya dengan membenarkan dugaan Kiara.


"Heh... Tutup mulut lebar mu itu.. jangan asal bicara!!!" Teriak Fir geram, mendekat ke arah Kiara dengan jijik.


Ia yakin Raehan tidak akan pernah bisa melakukan hal keji, seperti yang di duga Kiara.


"Mulut lebar, mulut lebar... Ini mulut seksi tahu...Kalau di cium pasti pengen lagi..." Sarkas Kiara dengan menunjuk bibir nya.


Fir benar- benar menganggu rencana nya untuk menyebarkan benih- benih kebencian di hati para murid untuk Raehan.


"Mulut kayak pantat bebek aja di banggain... Ngak lebih dari sampah tahu... Jangan berani- berani kamu menuduh Raehan seperti itu.. Si Mika itu melukai diri nya sendiri.. Ngerti ngak sih..." Bela Fir yang tidak terima dengan tuduhan Kiara.


"Diam...!!" Bentak Dion kesal. Ardenalin nya terasa tertantang mendengar pertengkaran mulut ke dua orang di depan nya.


"Kau... Katakan di mana kamu melihat Raehan?" Tanya Dion meredam emosi nya.


Ia sangat tahu menghadapi tipe wanita seperti Kiara. Jika di lawan dengan emosi pasti dia tidak akan memberitahu kan apa yang ia inginkan.


Kiara menyeringgai, ada peluang besar di depan nya untuk mendekati cowok tampan di depan nya.


Ia tidak boleh menyia- nyiakan hal itu, pikir nya.


Kiara mengeluarkan ponsel nya dari saku, lalu menyodorkan nya pada Dion.


"Akan ku beri tahu , tapi berikan nomer ponsel mu dulu tampan... He he..." Kekeh Kiara manja.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭?


__ADS_2