
...203π...
Semua orang tidak ada yang berani berbicara, karna otak mereka masing- masing sedang memikir kan apa yang di kata kan Raehan.
Dan memang apa yang di kata kan semua nya memang benar.
Mulut- mulut yang sempat menghina Raehan, terlihat menunduk malu.
Mereka menyesal telah menghina Raehan, tanpa berpikir bukan kah visi misi yang di bawakan Raehan sungguh bagus dan simple.
Bahkan kepala sekolah pun tidak memikir kan hal tersebut.
Ia benar- benar sangat salut dan bangga dengan jawaban lantang Raehan.
Berbeda dengan tatapan Lessia yang semakin kesal, dengan wajah yang sudah terbakar hangus oleh api kemarahan.
Raehan benar- benar pandai bersilat lidah, bahkan dengan perkataan nya dia mampu mensugesti semua orang yang ada di dalam aula.
Membalik kan penilaian semua orang yang kini menatap kagum pada Raehan.
Bahkan kekesalan Lessia semakin memuncak saat melihat Agara tersenyum bangga ke arah Raehan.
Lessia mencengkram rok seragam nya dengan kuat, ia benar- benar merasa di kalah kan oleh Raehan.
Agara sedikit pun tidak pernah tersenyum ke arah nya.
Tapi Agara malah tersenyum untuk Raehan.
Ia sungguh tidak menerima semua ini.
Raehan menatap ke arah sang Mc yang juga ikut terdiam karna mendengar penjelasan Raehan.
Raehan mengangguk kecil pada sang Mc. Yang juga di respon anggukan oleh sang Mc yang seolah mengerti.
"Jawaban dari Raehan seperti nya cukup untuk menjawab keheranan kita semua... Aku tidak memungkiri jika Raehan sangat pandai berbicara... Baik lah mari kita lanjut kan seleksi ini ke tahap sesi pertanyaan.... Kami silah kan kepada murid biasa untuk menanya kan satu pertanyaan ke pada Raehan..." Seru Mc yang kembali mengiring jalan nya acara.
Raehan langsung melempar pandangan nya ke arah deretan kursi yang ada di dekat pintu aula.
Di mana dari kursi tersebut sudah berdiri seorang siswa yang sama sekali tidak Raehan kenal.
"Yaps... Silah kan kepada siswa yang berdiri untuk memberikan satu pertanyaan untuk Raehan... " Mc mempersilah kan siswa tersebut untuk bicara, di mana salah seorang anggota osis yang bertugas langsung menyerah kan mikrofon pada siswa tersebut.
Siswa tersebut menatap tajam ke arah Raehan, seolah menantang.
__ADS_1
Namun Raehan hanya menyikapi nya dengan hanya memasang wajah tersenyum.
Kegugupan yang entah tadi ia rasa kan, kini menghilang di gantikan dengan rasa keberanian yang membuat kepercayaan diri Raehan semakin berkobar.
"Perkenal kan nama saya Arya prayoga... Dari kelas XIIB... Saya ingin menanya kan ke pada mu apa langkah pertama yang akan kau ambil jika diri mu yang terpilih menjadi ketua osis.?" Tanya siswa yang bernama arya dengan senyum miring.
Raehan menghembus kan nafas nya perlahan, mendengar pertanyaan yang bagu nya terlalu mudah untuk di jawab.
Bukan nya ia sombong tapi ayo lah, ia bisa menjawab pertanyaan yang di lontar kan oleh Arya.
Bahkan soal matematika yang di tawar kan di kelas nya jauh lebih sulit dari pertanyaan Arya.
Bibir Raehan tersenyum lebar, lalu menatap lekat pada Arya.
"Langkah pertama yang ingin aku ambil adalah memberantas perundungan dan juga pembulian yang ada di sekolah ini..." Jawab Raehan dengan begitu yakin dan mantap. Yang semakin membuat seluruh penonton tertarik untuk mendengar jawaban Raehan.
Dion yang sempat menunduk kan kepala nya, karna sedikit kecewa dengan penampilan Raehan, kini mengangkat kepala nya tegak karna merasa tertarik dengan jawaban Raehan yang sangat berbeda dari seluruh peserta.
Di mana seluruh peserta hanya menyampaikan hasrat mereka untuk memaju kan sekolah dan organisasi, namun Raehan memilih memberantas perundungan dan pembulian yang ada di sekolah ini.
Sudut pandang yang sangat berbeda.
Sementara Jessi kini tersenyum bangga melihat penampilan Raehan.
Arya mendelik penasaran dengan jawaban Raehan.
"Kenapa?" Lirih nya tanpa sadar.
Di mana tahap seleksi melenceng dari peraturan.
Di mana hanya di perboleh kan hanya memberi kan satu pertanyaan tapi kini malah Raehan menerima dua pertanyaan sekaligus dari kursi murid biasa.
Mc memilih diam, karna ia juga ikut penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Raehan.
"Ya.. Mungkin sebagian dari kalian tidak melihat sisi gelap dari rutinitas di sekolah ini.. Atau mungkin kalian hanya menutup mata untuk tidak melihat apa yang sebenar nya terjadi... Tapi tidak untuk ku.. Aku berpikir saat menginjak kan kaki ku di sekolah ini, jika sekolah ini memiliki integritas yang tinggi dan tidak mungkin ada yang di nama kan pembulian atau perundungan... Tapi seperti nya dugaan itu salah.. Ternyata di sekolah elit ini juga ada kasus pembulian.
Dan lebih miris lagi, aku adalah salah satu korban dari perundungan itu." Raehan menjeda kalimat nya, di mana bibir nya menipis kecut.
"Aku ingin mengambil langkah itu karna ingin memberi kan kebebasan untuk semua murid kalangan bawah untuk tetap merasa kan manis nya masa sekolah tanpa ada perundungan yang kerap di lakukan oleh kalangan atas...
Kalangan atas selalu berpikir jika mereka jauh lebih baik dari kalangan bawah, sehingga mereka melakukan pembulian dengan semena- mena tanpa mempeduli kan penderitaan kasta bawah.
Apa kita begitu egois untuk tidak memikir kan mental murid korban bullian yang mungkin terganggu karna hal tersebut..?
__ADS_1
Di sini saya berharap siapa pun yang naik tahta menjadi ketua dan wakil ketua osis untuk melakukan pemberantasan bullian untuk menjamin kesejahteraan para murid yang belajar di sekolah ini..." Jelas Raehan yang menurut nya jawaban nya sudah cukup untuk Arya.
Lagi- lagi Raehan memberikan isyarat anggukan kepada Mc. Untuk menerus kan jalan nya acara, karna saat ini kaki nya sudah sangat pegal karna terus berdiri.
Sang Mc terkekeh malu, karna lagi- lagi Raehan memberikan nya isyarat.
Dalam hati nya sungguh sang Mc sangat kagum dengan jawaban Raehan.
"Oke mari kita lanjut kan.. Ke pertanyaan selanjut nya yang akan di berikan dari kursi dewan osis.. Kami persilah kan.."
Raehan kini melempar kan pandangan nya ke arah kursi Osis, di mana empat orang langsung berdiri untuk memberikan pernyataan kepada Raehan. Dan salah satu dari mereka adalah Dion yang menatap Raehan tajam.
Mc membuka mulut nya , melihat ada empat anggota osis yang berdiri untuk melempar pertanyaan pada Raehan.
Sedang kan Raehan menatap datar ke arah Dion.
Di mana sebelum nya Dion menyembuyi kan wajah nya karna malu, dan sekarang Dion ingin bertanya kepada nya.
Sungguh Raehan sedikit kecewa dengan sikap Dion.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
__ADS_1