Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Masuk Toilet pria..


__ADS_3

...14...


"Raehan ngak ada di sini... Aku Anet bukan Raehan..." Ketus Anet, lalu duduk di samping Dion.


"Apaan sih,,, ... Udah ah makin mumet jadi gara- gara kamu duduk di sini..." Sinis Dion kecewa, ternyata bukan gadis yang ia pikirkan yang memanggil nama nya. Tapi gadis lain.


Dengan wajah jutek nya, Dion beranjak dari duduk nya dan pindah ke sudut yang lain.


Anet menekuk wajah nya dalam, melihat sikap Dion yang sinis pada nya.


Melihat tatapan Dion yang memandangnya dengan jijik, seperti sebuah kotoran.


"Kenapa sih, Dion ngak pernah bersikap manis sama aku... Menyebalkan sekali..." Rutuk Anet, memandang Dion yang sedang duduk melamun di pojokan sana.


...----------------...


Raehan memesan semangkok bakso meledak yang menjadi menu di kantin sekolah.


Menu makanan yang selalu di gandrungi oleh seluruh murid- murid.


Hal itu, membuat Raehan penasaran dengan cita rasa yang di tawarkan bakso meledak.


Dengan perlahan, Raehan berjalan menuju bangku makan yang di sediakan kantin. Sementara tangan nya memegang bakso meledak yang masih panas.


Seorang pria dengan tatapan tidak suka sejak tadi menatap Raehan, yang sedang berjalan dengan perlahan di depan nya.


"Lix... Kamu kenapa sih, liatin cewek itu terus??? Kamu suka ya sama tu cewek.." Goda teman Felix, yang memperhatikan ke mana arah tatapan teman nya.


"Ha... Ha... Suka sama cewek boncel kek dia??... Dunia udah terbalik kalau aku sampai suka sama dia... Kamu kan tahu cewek pendek kek dia bukan tipe ku..." Tawa Felix, dengan menggeleng- geleng kan kepalanya.


"Terus ngapain di liatin terus?"


"Aku benci banget sama dia,,, kurang ajar banget. Sok tahu lagi.. Lihat aja, bentar lagi apa yang bakal aku lakuin, untuk buat dia kapok karna udah kurang ajar sama aku..." Balas Felix, dengan tatapan mata yang semakin tajam mengarah pada Raehan yang semakin mendekat ke arah nya.


"Huhhh... Rame juga ni kantin... Aku duduk di sebelah sana aja deh..." Batin Raehan dengan menatap bangku makan tidak jauh dari tempat Felix dan teman- teman nya.


Felix semakin menatap Raehan lekat, saat tubuh mungil itu mendekat ke arah nya.


Seringgai licik Felix tergambar dengan jelas, merencanakan sebuah rencana untuk gadis di depan nya.


Raehan berjalan dengan hati- hati, takut jikalau bakso meledak dengan kuah panas ini tumpah. Sungguh ia akan merasa sangat malu jika yang di pikirkan nya sampai terjadi.


Raehan terus berjalan, Namun sebelum bisa sampai di bangku makan, kaki nya menyandung sesuatu.


Dugh....


Prang...


Prak...

__ADS_1


"Aaarrrgggghhh Panas...." Erang suara khas, dengan baju yang tertumpah kuah panas bakso di bagian perut nya.


Raehan membulatkan ke dua matanya, dengan bibir yang menganga membentuk huruf O.


Bakso meledak yang samgat nikmat, yang ia bawa dengan sangat berhati- hati kini tumpah dan berserakan di lantai kantin.


Dengan kuah panas yang mengenai tubuh seorang pria yang menjadi primadona sekolah.


Felix segera menarik ujung kaki nya, yang sengaja ia julur kan saat Raehan melewati diri nya.


Yang membuat tubuh Raehan hilang keseimbangan karna sandungan dari kaki nya. Dan berhasil mengenai siswa laki- laki yang tidak boleh di singgung oleh siapa pun.


"Ck... Ahhh... Panas.. Sekali..." Lirih Agara dengan mengusap perut nya yang terasa panas karna kuah bakso yang mendidih.


Seharus nya ia tidak datang ke kantin karna ancaman dari Sofia.


Tempat laknat yang seharus nya tidak ia datangi. Pikir Agara dengan kesialan yang di alami nya.


Raehan masih melongo melihat siapa yang terkena oleh kuah panas bakso nya. Dia adalah pria yang sudah memiliki hati nya.


Raehan segera tersadar dari keterkejutan nya. Saat mendengar erangan halus yang terdengar eksotis di telinga nya.


Tangan nya segera terjulur membantu membersihkan sisa- sisa kuah yang masih menempel di seragam Agara.


"Bodoh... Bodoh sekali... Kenapa bisa menumpahkan kuah bakso ke kak Aga sih... Bisa- bisa dia bukan suka sama aku, malah jadi ilfil..." Rutuk Raehan dengan wajah panik.


Aktivitas di kantin, yang tadi nya ramai. Kini berubah hening. Seolah- olah kejadian ini mampu menghentikan waktu dalam sejenak.


Agara menepis kasar, tangan Raehan. Wajah nya menunjukan kemarahan pada gadis di depan nya.


"Hentikan... Jangan menyentuh ku..." Ketus Agara tidak suka, saat Raehan menyentuh diri nya.


Ia paling tidak suka dengan sentuhan wanita, yang bagi nya sangat menjijikkan. Apalagi wanita yang menatap nya dengan tatapan jatuh cinta, sama seperti gadis di depan nya ini.


"K... Kak... A... Ga... Aga... Maaf kan aku gak... Aku tidak sengaja..." Sosor Raehan dengan terbata- bata. Sementara tangan nya terus membantu mengusap seragam Agara yang terkena kuah bakso. Ia sungguh merasa bersalah pada pujaan hati nya ini.


Setiap berhadapan dengan Agara, jantung nya berdegup dengan kencang. Kerongkongan nya terasa tercekat, seperti ada gumpalan yang menahan suara nya untuk keluar.


"Ck..." Decak Agara kesal, dengan wajah dan leher yang memerah.


Ia tidak bisa terus berada di sini, pikir nya.


Agara melangkah pergi dengan kesal, setiap berdekatan dengan gadis ia pasti mendapat musibah atau kesialan lain nya.


"Gadis sial..." Pekik Agara dalam hati, dan terus berjalan dengan cepat.


Melihat Agara yang pergi dengan cepat, Raehan segera menyusul pujaan hati nya itu. Yang pergi dengan kesal dan marah.


Kali ini ia sangat bersalah, ia tidak bisa diam saja. Ia harus bertanggung jawab. Setidak nya ia harus meringankan beban Agara.

__ADS_1


Rasa lapar yang perut nya rasakan , seakan hilang entah kemana. Tergantikan dengan rasa bersalah yang begitu besar.


Langkah Agara yang lebar, membuat Raehan kesulitan untuk mengejar nya.


Brak....


Tubuh Agara menghilang di balik pintu toilet yang di tutup keras.


Raehan berhenti sejenak, ketika melihat gambar toilet pria di daun pintu.


"*Masuk... Tidak... Masuk... Tidak..." Batin Raehan menimbang pikiran nya.


Apa harus masuk ke toilet pria dan membantu Agara, Atau diam di sini menunggu pria itu keluar*.


"Tidak... Tidak... Aku tidak bisa terus diam..." Batin Raehan lagi.


Dengan sekali dorongan, Raehan membuka pintu toilet dan masuk dengan kepanikan di wajah nya.


Tampak di depan nya, Agara sedang membasuh seragam nya yang kotor dengan meringgis saat air dingin menyentuh perut nya yang terbakar.


Agara segera mengalihkan pandangan nya, ke arah pintu yang di buka cepat.


Di depan nya berdiri gadis yang sama yang menyebabkan diri nya berada pada kesialan ini.


Raehan segera mendekati Agara, menatap seragam pria tersebut yang kotor karna ulah nya.


"Kau??? Lancang sekali kamu masuk ke sini... Keluar...!!" Bentak Agara dengan tatapan kemarahan.


Raehan terlonjak kaget, namun nyali nya tidak menciut dengan teriakan Agara, tapi ia malah merasa terbekati bisa mendengar dan menatap pria pujaan hati nya sedekat ini.


"A... Aku... A... Aku minta maaf Kak... Aaa... Aku tidak sengaja..." Timpal Raehan terbata- bata. Menatap manik penuh kemarahan Agara dengan tatapan penuh rasa bersalah.


Brak...


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.

__ADS_1


Yuk dukung terus karya ini....!!!


__ADS_2