Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Muacch..!


__ADS_3

...222πŸ’›...


Dengan cepat Agara menyelesai kan ritual mandi nya. Lalu keluar dari kamar mandi dengan mengguna kan sweter berwarna putih.


Ia sengaja mengguna kan warna senada dengan baju yang di pakai Raehan, agar terlihat couple dan serasi.


Raehan memutar kepala mungil nya ke arah kamar mandi yang terbuka.


Di mana dari daun pintu tersebut, tampak sosok Agara yang benar- benar membuat sudut bibir Raehan terangkat.


Sosok Agara benar- benar sangat mencuri perhatian.


Bagaimana tidak, warna kulit nya yang putih begitu kontras dengan warna rambut merah dan bola mata nya.


Lalu tubuh tinggi tegap tidak terlalu berotot itu di baluti dengan sweter berwarna putih, sungguh membuat ke dua bola mata Raehan di manja kan dengan pria tampan.


Agara tersenyum miring melihat ekspresi wajah Raehan, yang menatap nya penuh kagum.


Tentu saja, siapa yang tidak akan mengagumi ketampanan nya yang hakiki ini.


Bahkan batu sekali pun bisa meleleh terpesona karna melihat ketampanan nya.


Agara berjalan meraih kunci mobil, kali ini ia tidak ingin mengguna kan motor. Karna cuaca semakin sore dan tentu saja udara pasti akan semakin dingin menusuk tulang.


Meski sudah memakai sweter hangat, namun tetap saja Agara tidak ingin Raehan merasa kedinginan, apa lagi masuk angin akibat naik motor.


"Ayo sayang..!" Seru Agara sambil mengulur kan tangan nya ke arah Raehan.


Raehan mengangguk pelan, lalu segera menyambut tangan Agara dengan begitu semangat.


Ke dua nya melangkah bersamaan keluar dari apartemen Agara, namun belum sempat langkah kaki mereka keluar, Raehan menghenti kan langkah nya, sehingga dengan otomatis tubuh Agara tertarik untuk berhenti.


"Kenapa berhenti?" Tanya Agara heran.


Raut ekspresi Raehan terlihat memikir kan sesuatu, di mana tatapan nya seolah memindai penampilan Agara yang benar- benar pasti akan membuat perempuan meler- meler melet.


"Ada yang ketinggalan...!" Jawab Raehan mantap.


Kening Agara semakin mengkerut, lalu memutar kepala nya menatap ke arah sofa yang baru saja di duduki oleh kekasih nya.


Memasti kan jika ada benda atau barang yang ketinggalan, seperti yang di kata kan Raehan.


Namun netra nya tidak menangkap apa pun, selain sofa kosong.


Lalu apa yang ketinggalan ? Pikir Agara yang semakin bingung.


"Tidak ada yang ketinggalan.. " Jawab Agara sesuai dengan apa yang ia lihat dengan ke dua mata nya sendiri.


"Ck.. Ada kok... " Decak Raehan, lalu melepas genggaman nya pada tangan Agara dan melenggang berbalik masuk ke dalam apartemen.


Agara hanya melihat gerakan Raehan, di mana juga ia ingin tahu sebenar nya apa yang ketinggalan.

__ADS_1


Raehan berjalan menuju sebuah rak lemari yang ada di dalam kamar Agara, lalu tangan nya meraih sebuah kaca yang tergeletak begitu saja.


"Kaca mata?" Lirih Agara bertanya- tanya melihat kelakuan sang kekasih yang tidak bisa ia tebak sama sekali.


Raehan tersenyum dengan lebar, dan mendekat ke arah Agara. Lalu menggoyang kan kaca mata yang di ambil nya di depan wajah Agara.


"Ini yang ketinggalan.. Untung aku mengingat nya, jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi.." Cicit Raehan dengan ekspresi nada panik terkesan takut.


"Kaca mata? Itu kaca mata ku.. Kau ingin memakai nya.. Pakai saja aku ihklas.." Timpal Agara dengan mengerjit kan alis nya.


"Siapa bilang aku yang pakai... Kaca mata ini yang pakai kamu...!" Raehan memasang kan kaca mata tersebut pada Agara. Yang membuat penampilan Agara sedikit terlihat berbeda namun tetap tampan.


"Kok Aku?" Tanya Agara hendak melepas kan kaca mata tersebut. Tapi Raehan langsung menahan tangan Agara.


"Jangan di lepas.. Kalau berani di lepas, aku patahin tangan kak Aga.." Ancam Raehan dengan sorot mata menguliti.


Bukan nya takut, Agara terkekeh lucu, karna di mata nya Raehan persis seperti anak kucing yang sedang marah.


"Ya kali aku pake kaca mata.. Kita mau jalan- jalan bukan mau baca buku sayang...!"Kekeh Agara yang masih tidak ingin memakai kaca mata.


Bagi nya memakai kaca mata sedikit aneh, ia mengguna kan kaca mata ini untuk membaca buku bukan untuk jalan- jalan.


"Jangan di lepas.. Setidak nya kaca mata ini bisa menutupi aura ketampanan Kak Aga.. Aku ngak mau cewek lain sampe ngiler liat ketampanan kak Aga.. Bisa- bisa aku mati cemburu..." Dumel Raehan dengan memasang wajah cemberut.


Jadi ini alasan nya Raehan memasang kaca mata, supaya ketampanan Agara berkurang dan terlihat sedikit cupu.


Agara semakin merasa gemas saja dengan tingkah posesif Raehan yang benar- benar membuat hati nya berdesir hebat.


Agara menaik kan ke dua tangan nya, untuk mengapit tubuh Raehan.


"Dengar aku bukan nya egois.. Tapi ini untuk keberlangsungan hati ku yang tidak bisa melihat perempuan lain menatap mu dengan minat.." Jujur Raehan, meski sebenar nya ia malu mengata kan hal ini. Tapi ia tidak bisa mengabai kan hal itu karna hati nya akan sangat sakit ketika melihat kekasih nya menjadi idola gadis lain.


Setidak nya dengan memakai kaca mata, ketampanan Agara sedikit tertutupi.


Yah, walau tetap saja kekasih nya tetap saja terlihat menawan. Meski Agara memakai baju gembel sekali pun. Ketampanan nya yang hakiki tidak akan pernah luntur.


Memiliki kekasih tampan memang harus memiliki mental yang kuat.


Agara tersenyum lebar, mendengar kejujuran polos Raehan.


Semakin luluh saja hati nya.


Agara menarik dagu Raehan untuk menatap diri nya.


Agara bisa melihat dengan begitu jelas, guratan merah merona yang menghiasi pipi chuby gadis imut di depan nya.


Agara menatap instens Raehan, melihat raut wajah cemburu sang kekasih.


"Apa kamu cemburu?" Tanya Agara memasti kan, ia ingin dengar pengakuan langsung dari bibir pich itu.


Raehan memutar bola mata nya jengah, sudah seperti ini. Agara masih harus menanya kan pertanyaan ambigu itu.

__ADS_1


Jelas lah jawaban nya ia cemburu, pake akut malah.


"Tentu saja aku cemburu.. Kekasih ku tampan.." Jawab Raehan yang langsung membuat senyum Agara merekah lebar.


Hati nya benar- benar terasa berbunga- bunga mendengar ucapan Raehan.


Hal itu membukti kan jika perasaan Raehan begitu dalam pada nya.


"Hahh Tapi tetap saja aku tidak mau memakai kaca mata..!" Sanggah Agara yang masih kekeh dan memasang wajah sembraut.


"Harus pakai..!" Tekan Raehan dengan tatapan mengintimidasi.


"Tidak..!"


"Harus...!"


"Baik lah... Aku akan tetap memakai nya.. Tapi ini dulu..." Agara menunjuk pipi kanan nya dengan mengedip kan sebelah mata nya nakal.


Raehan menghembus kan nafas nya, lalu mendekat kan wajah nya ke pipi Agara.


Cup.


"Muachhh..." Kecap Raehan lalu memaling kan wajah nya.


Agara terkekeh menang, di mana ia berhasil membuat Raehan mencium pipi nya.


Rasa nya sangat menyenang kan.


...----------------...


...****************...



Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2