
...227π...
"Apa wanita itu ada di rumah ?" Tanya Agara dengan datar di mana aura dingin menguar dari dalam diri nya.
Bahkan Raehan merasa bulu kuduk nya berdiri.
Raehan menghemhus kan nafas nya, mendengar pertanyaan Agara yang benar- benar tidak ada sopan - santun nya.
Rasa nya ia ingin menampar bibir seksi itu. Seperti yang biasa nya momsy nya lakukan ketika ia berbicara kasar.
"Tante ada di dalam.. Masuk lah..." Sofia menyingkir kan tubuh nya, memberi kan jalan pada Agara dan Raehan untuk masuk ke dalam rumah.
Meski hati nya sedikit sakit, melihat kenyataan jika Raehan dan Agara sudah sedekat itu.
Namun jujur ia merasa senang , karna akhir nya Agara mau datang dan menemui Nyonya Sabrina.
Raehan dan Agara berjalan masuk, di mana kini di samping mereka Sofia juga ikut berjalan beriringan.
"Aku senang karna akhir nya kamu mau menemui tante.. Aku yakin tante pasti akan sangat senang melihat mu...!" Seru Sofia dengan tulus.
"Aku datang kemari karna paksaan dari Raehan..." Timpal Agara jujur.
Ia tidak ingin Sofia menganggap jika bujukan nya selama ini membuah kan hasil.
Raehan langsung mendelik sebal dengan ucapan Agara yang pedas.
Bahkan ia di jadi kan tumbal.
Sementara Sofia hanya mengangguk kan kepala nya mengerti.
"Ternyata pengaruh Raehan sebesar itu pada mu Aga.." Batin Sofia dengan hati nya yang terasa di iris- iris.
"Aku mengerti.. Baik lah aku akan memanggil Tante dan membawa nya turun.. Tadi dia sedang makan. Jadi kalian tunggu sebentar karna aku harus memberi kan obat untuk tante..." Sofia meremas jari jemari nya, di mana tatapan nya menatap sedih pada Agara yang bahkan tidak menatap nya.
"Ahh tidak perlu kak.. Tante kan sedang sakit, jadi putra nya dan aku yang akan datang menemui nya.. Pamali jika orang sakit yang menemui orang sehat.." Cengir Raehan di mana Agara melempar kan tatapan tajam nya.
"Gadis ini bahkan melakukan hal yang sama seperti di rumah pria brengsek itu.. Aku sangat berharap jika wanita itu tidak akan menghina atau mengatai gadis ku.." Batin Agara yang menatap Raehan tidak suka.
Namun Raehan tidak mengubris tatapan Agara, memulih pura- pura buta kali ini akan lebih baik.
Sofia yang sedikit tidak suka dengan ucapan Raehan ingin sekali menolak. Tapi ia tidak memiliki keberanian untuk mengata kan hal itu.
"Baik lah.. Ayo..." Sofia melangkah kan kaki nya di mana Agara dan Raehan mengekor di belakang nya.
"Apa kamu pikir aku senang dengan apa yang kamu lakukan..?" Ujar Agara berbisik pada Raehan.
Raehan memutar bola mata nya jengah.
__ADS_1
"Bukan nya jika aku senang kak Aga akan ikut senang.." Jawab Raehan absurd.
"Tapi kali ini aku tidak suka..." Tekan Agara.
"Apa itu arti nya aku salah?..." Wajah Raehan cemberut. Mendengar ucapan Agara yang menyalah kan diri nya.
Padahal menurut nya ini benar- benar saja.
"Ck.. Bukan begitu.." Wajah Agara frsutasi melihat wajah cemberut Raehan.
"Jika begitu diam saja.. Lagi pula jika mengunjungi orang sakit kita yang harus menemui nya.. Bukan dia yang repot- repot menemui kita..." Kekeh Raehan membela diri nya.
"Tapi kamu tidak tahu jika wanita itu berbahaya..." Begitu pula dengan Agara yang masih kekeh menentang keputusan Raehan.
"Kita tidak akan mati jika masuk menemui nya.. Dia itu mama mu bukan wanita itu.. Aku tidak suka kak Aga memanggil nya seperti itu.." Kini Raehan menatap horor Agara.
Agara yang mendapat tatapan itu langsung bungkam, di mana lidah nya sudah tidak mampu untuk membantah ucapan Raehan.
Rasa nya ia seperti anak anjing penurut di hadapan majikan nya.
Sementara Sofia yang berjalan di depan Agara dan Raehan, menggingit bibir bawah nya keras mendengar obrolan di belakang nya.
Hati nya kini benar- benar sudah hancur berkeping- keping.
Terasa begitu sakit menghujam jauh ke dasar hati nya.
Langkah ketiga nya berhenti saat sampai di sebuah balkon, di mana terlihat seorang wanita yang sedang duduk di kursi roda sedang memunggungi mereka.
Hati Raehan mengiba melihat kondisi calon mertua nya itu.
Pasti sangat sulit terus duduk di atas kursi roda.
Sementara Agara sedikit bergelung dengan hati nya sendiri, ketika melihat pemandangan di hadapan nya.
Saat ibu nya meninggal kan diri nya, ia masih melihat dengan jelas tubuh sang ibu yang masih sehat dan seksi.
Dan kini tubuh itu sedang duduk tak berdaya di atas kursi roda.
Ingin mengasihani, namun rasa nya wanita yang notabene nya menjadi ibu nya itu ia rasa tidak pantas untuk di kasihani.
Seorang wanita yang meninggal kan anak nya begitu saja tidak pantas untuk mendapat rasa iba sedikit pun.
Sorot kebencian dan kemarahan yang meledak- ledak terlihat di mata Agara.
"Tante...!" Panggil Sofia, di mana Nyonya Sabrina langsung memutar kursi roda nya.
Ke dua netra sayu nya langsung terpaku dan terfokus seketika.
__ADS_1
Di mana seluruh tubuh nya terasa menegang, ia tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.
Di mana kini di hadapan nya ia melihat seorang pria gagah dan tampan sedang berdiri dengan tegap bersama seorang gadis mungil di samping nya.
Ia mengenal sosok pemilik wajah itu, rambut merah dan juga bola mata indah itu tentu saja milik putra nya, Agara.
Putra yang sudah lama ia rindu kan. Putra yang sudah lama ia nanti kan kedatangan nya.
Rasa nya semua nya masih terasa seperti mimpi.
Semua kesalahan yang ia lakukan dulu membuat buliran bening jatuh melintasi pipi pucat Nyonya Sabrina.
Ia sama sekali tidak memiliki muka untuk bertemu dengan putra nya.
Hati Raehan semakin terenyuh, melihat Nyonya Sabrina menangis. Dapat ia lihat tubuh calon mertua nya sangat kurus dengan ke dua mata yang menyembul.
Nyonya Sabrina mengontrol rasa sesak yang mengusai rongga dada nya.
Menelan saliva nya dengan paksa, dan menghapus air mata nya dengan tangan yang terlihat lemah.
"Akhir nya aku bisa bertemu dengan mu Agara.. Maaf kan mama... Hiks... Hiks.." Rasa sesak dan bersalah membuat Nyonya Sabrina menangis pilu.
Ia menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya.
"Apa menurut mu dengan meminta maaf maka semua kesalahan mu akan terhapus...? Apa kau pikir aku akan memaaf kan mu...?" Bentak Agara dengan kebencian dan kemarahan yang selama ini ia pendam.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???