
...186β£...
Sang tukang sate akhir nya datang dengan nampan berisi pesanan gadis imut yang saat ini makan di tempat nya, bersama seorang pangeran tampan yang membuat nya minder setengah mati.
"Yeyyyy..." Raehan bersorak ria saat tiga porsi sate beserta dengan atribut nya di letak kan di atas meja kayu kecil di depan nya.
Bahkan ke dua tangan nya bergoyang di atas udara karna saking senang nya.
Agara terkekeh melihat sifat kekanak- kanakan Raehan.
Yang terlihat begitu senang saat apa yang di ingin kan nya datang.
Seperti nya tidak sulit untuk terus mengukir senyum di bibir pich itu. Hal sederhana pun mampu membuat bibir itu melengkung tersenyum sempurna.
"Kak Aga lihat... Sambel kacang nya lalu lontong nya.. Waoo ini sangat enak...." Ringgis Raehan sambil memain kan dua buah lontong di depan wajah Agara, memutar- mutar benda itu lalu mengupas nya dengan cepat.
Glek...
Agara menelan saliva nya paksa , ia sungguh tidak habis pikir kenapa Raehan sangat berminat memakan makanan tidak jelas seperti ini.
Bahkan tampilan nya saja sama sekali tidak menarik di mata nya.
Bau asap yang mengepul dengan sambel coklat yang melumer di atas daging, benar- benar tidak ada estetika penyajian.
Raehan menatap lekat satu tusuk sate dengan aroma yang sangat harum.
Lalu memasuk kan benda kecil bertusuk itu ke dalam mulut nya.
"Astaga.... Ini enak sekali...!!" Pekik Raehan mengunyah sate tersebut dengan lahap.
Demi apa pun sate ini sangat luar biasa, sambal nya yang pedas bercampur dengan gurih nya kacang. Lalu daging kecil tusuk yang begitu empuk dan legit benar- benar mampu menggoyang lidah Raehan.
Ia tahu makanan enak mana yang harus ia coba.
Ternyata sate di kota Milver sangat enak biar pun di pinggir jalan.
Agara meringgis tidak percaya melihat Raehan makan dengan begitu lahap.
Sedang kan diri nya rasa nya ingin mual saat ini juga.
Ini memang salah nya, kenapa saat Raehan bertanya tujuan mereka, kenapa ia tidak mengata kan untuk pergi ke restaurant.
Bodoh.
Raehan menatap tidak suka ke arah Agara yang sejak tadi terus menatap diri nya dengan jijik.
Seakan Agara sedang melihat diri nya sedang memakan kotoran.
Padahal ini makanan yang sangat enak, kenapa orang kaya selalu mengata kan jika makanan pinggir jalan kotor dan tidak enak.
__ADS_1
Padahal makanan ini tidak kalah dengan makanan yang ada di restaurant bintang lima.
"Kak Aga kenapa tidak makan?" Seru Raehan sambil mengunyah sate nya, menikmati sensasi rasa yang enak yang benar- benar memanja kan lidah nya.
"Aku tidak mau..." Agara menggeleng kan kepala nya, dengan tatapan jijik yang benar- benar membuat Raehan tidak suka.
Ini makanan bukan kotoran, kenapa harus menatap makanan seperti itu.
Raehan menjulur kan satu tusuk sate ke arah bibir Agara, dengan alis tertarik ke atas. Mengisyarat kan pria di depan nya agar membuka mulut nya.
Agara melipat bibir nya dalam, sambil menggeleng kan kepala nya sebagai tanda penolakan jika ia tidak mau makan makanan tersebut.
Raehan mendengus kasar, seperti nya ia harus membujuk Agara dengan jurus andalan nya.
"Baik lah.. Jika kak Aga ngak mau ya udah kalau gitu aku tidak jadi makan... Meski aku sangat lapar, tapi jika kak Aga tidak mau mencoba sate ini biar kan saja aku kelaparan sampai besok..." Rungut Raehan dengan bibir yang sudah memberengut dengan wajah di tekuk sedih, lalu tangan nya ia letak kan di depan dada.
Tentu saja ini gaya ngambek ala Raehan.
"Astaga apa gadis sial ini marah..? Tapi aku tidak mungkin memakan makanan jalanan ini.. Tapi wajah nya itu benar- benar membuat ku tersiksa ....." Batin Agara menatap seporsi sate di depan nya.
Harus kah ia memakan nya demi Raehan?.
Raehan semakin menekuk wajah nya dalam, membuat wajah nya terlihat menyedih kan. Yang membuat Agara benar- benar tidak tega.
Dengan terpaksa, Agara mengambil satu tusuk sate. Menatap daging kecil- kecil yang di tusuk itu lalu memasuk kan nya dengan perlahan ke dalam mulut nya.
Agara memejam kan mata nya rapat rapat, saat makanan kotor tersebut masuk ke dalam mulut nya.
Ia yakin Agara akan ketagihan setelah mencoba makanan favorit nya itu.
Agara mengunyah sate tersebut dengan perlahan, seolah- olah gerakan nya seperti vidio yang di main kan lambat.
Sementara Raehan masih menunggu ekspresi Agara hingga bibir nya terbuka.
Sungguh ia sangat penasaran.
Tiba- tiba Agara membuka mata nya dengan lebar, bahkan terkesan melotot.
Rahang nya berhenti untuk mengunyah.
Ekspresi wajah nya benar- benar tidak memuas kan bagi Raehan.
Membuat raut wajah Raehan berubah pias dan kecewa saat melihat ekspresi Agara yang akan di kira nya berseru jika makanan ini sangat enak, kini diam seperti seseorang yang sedang menahan kentut.
"Hah... Seperti nya kak Aga tidak menyukai maka---" Ucapan Raehan langsung terhenti, karna kerongkongan nya yang langsung tercekat saat melihat pria di depan nya malah dengan rakus memakan sate.
Apa diri nya hanya berhalusinasi?
Astaga ia sudah salah menduga.
__ADS_1
Ia pikir ekspresi Agara barusan karna pria tampan itu tidak menyukai sate ini.
Tapi lihat lah sekarang, bahkan Agara lebih rakus memakan daging tusuk itu melebihi diri nya.
"Hahah.. Apa aku bilang kak Aga pasti ketagihan setelah mencoba sate ini..." Cicit Raehan bahagia yang langsung menyabet satu tusuk sate di hadapan nya.
Agara mengunyah nikmat daging bakar yang di tusuk dengan sambal kacang yang benar- benar menggoyang lidah nya.
"Ini gila... Makanan ini sangat enak bahkan lebih enak dari makanan hotel berbintang..." Batin Agara yang masih terus memasuk kan sate ke dalam mulut nya.
Rasa jijik saat melihat makanan pinggir jalan yang selama ini ada di kepala nya hilang seketika.
Memakan makanan pinggir jalan ternyata tidak seburuk bayangan nya.
Bahkan sekarang ia tidak bisa berhenti untuk makan sate enak ini.
Luar biasa enak. Jerit Agara dalam hati dengan menghela nafas nikmat.
"Tadi sok - sok an bilang ngak mau lah sekarang malah ngak mau berhenti.. Malah aku di cuekin lagi..." Batin Raehan menggeleng kan kepala nya, dengan tatapan yang tak bisa lepas dari Agara.
Setidak nya malam ini ia berhasil membukti kan pada Agara. Jika sesuatu yang di pandang kotor atau buruk, belum tentu hal itu benar ada nya.
Sesuatu tidak bisa di nilai hanya dari luar saja, karna belum tentu hal itu menunjukkan apa yang sebenar nya.
...----------------...
...****************...
Ayo donk... hari ini ulang tahun nya indonesia negara tercinta... Yok donk bagi2 vote dan gift buat othor...
dan juga koment penambah energi semangat biar bisa terus lanjutin cerita si Raehan imutπππππ
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???