
...63...
Raehan mematut diri nya di depan cermin. Drees berwarna bunga sakura di atas lutut melekat dengan indah di tubuh mungil Raehan.
Tak henti- henti nya sejak tadi bibir indah nya mengulum senyum, sedang kan hati nya kini tengah berbunga- bunga.
Raehan mengoleskan sapuan lipstik pich sebagai penutup penampilan nya.
Lalu segera meraih tas selempang yang tergantung di sebelah lemari.
Agara yang tengah duduk santai, mengalih kan pandangan nya ke arah kamar yang sedang terbuka.
Menampil kan sosok gadis yang terlihat sedikit dewasa namun mode childish tetap on.
"Kok udah rapi gitu?" Selidik Agara yang langsung menghenti kan langkah Raehan.
"Aku akan pergi ke rumah Miya..."
"Tidak Boleh!!!" Timpal Agara singkat padat dan jelas.
Raehan mengerut kan dahi nya.
"Kenapa tidak boleh?.. Aku harus pergi karna momy nya mengundang ku datang ke rumah nya.." Renggek Raehan.
"Apa kau juga akan pergi jika di undang ke luar angkasa..? Sekali tidak ya tidak..."
"Tentu saja aku akan pergi sekali pun momy Miya mengundang ku ke surga..."
"Memgerti lah kau sedang sakit ...! Jadi diam di rumah dan jangan pergi ke mana- mana..." Bentak Agara yang langsung membuat nyali Raehan sedikit ciut.
Diri nya ingin menuruti perintah Agara, tapi diri nya juga segan untuk tidak datang.
Kemarin juga diri nya tidak jadi pergi saat menjenguk Miya bersama Fir karna masalah pura- pura sakit nya.
Lalu sekarang Agara melarang nya pergi, meski diri nya sudah siap.
"Tidak... Tidak.. Sahabat lebih penting dari cinta.. Fighting Rae..." Batin Raehan menyemangati diri nya.
"Aku akan tetap pergi kak... Lagian aku juga sudah tidak sakit lagi. Rasa kan kening ku tidak dingin atau panas lagi...." Raehan menyentuh kening nya.
"Panas atau tidak nya sebuah kening bukan berarti tidak sakit.." Sarkas Agara.
Wajah Raehan semakin pias bagaimana lagi ia harus membujuk pria ini untuk membiarkan nya pergi.
Sedetik kemudian muncul ide gila dari Raehan.
__ADS_1
"Apa ini sebuah larangan seorang kekasih...?" Sungut nya menghempas kan diri nya tepat di samping Agara.
Refleks Agara segera menjauh. Menatap lekat wajah yang memandang nya dengan jahil.
Seketika gengsi Agara memuncak karna bumbu yang di lempar kan Raehan.
"Ini larangan seorang teman.. Mana mungkin larangan seorang kekasih... Kita kan tidak saling mencintai..."
"Aku serius kak... Ini larangan seorang kekasih... Seorang teman tidak melarang kawan nya seperti itu... Tapi jika teman itu melarang maka ia akan langsung mengawasi teman nya untuk tidak melakukan hal tersebut.." Jelas Raehan berharap gengsi Agara muncul karna hasutan nya.
Diri nya sangat tahu kalau pria di depan nya sangat gengsian.
Perasaan nya saja tidak ingin di sadari karna gengsi yang tinggi.
"Benar kah seperti itu? Lakukan sesuatu Agara atau gadis sial ini akan semakin percaya diri jika kamu memang ada perasaan dengan nya." Batin Agara menatap Raehan yang memasang smirk nya.
"Baik lah aku akan mengantar mu..." Lugas Agara lalu berjalan lebih dulu.
"Yes berhasil..." Pekik Raehan dengan berbisik, sementara tangan nya terkepal bahagia.
"Tapi tunggu dulu..." Ujar Raehan lagi yang kini memasang wajah bingung.
Agara langsung berbalik menatap Raehan seolah- olah mengatakan ada apa.
"Aku tidak percaya jika kak Aga memberes kan kontrakan ku sebersih ini dan juga terbilang sangat cepat..." Imbuh Raehan bingung.
Diri nya hanya membutuh kan waktu 10 menit untuk menyelesai kan ritual nya itu.
Bukan kah ini terlalu singkat untuk membereskan semua nya ?.
Agara tersenyum bangga atas kemampuan nya. Ia sangat bahagia melihat wajah celigukan Raehan.
"Aku mengucap kan mantra uang.. Ayo cepat sebelum aku berubah pikiran dan tidak jadi mengizin kan mu pergi..." Ancam Agara, yang langsung membuat Raehan berlari mengejar langkah nya.
...----------------...
Sofia tampak duduk di sofa sebuah rumah mewah dengan raut sedih.
Kaki nya tak berhenti untuk bergerak, karna cemas.
Seorang wanita empat puluh tahunan keluar dari ambang pintu, dengan wajah pucat pasi dan syal yang melingkar di leher nya.
Terlihat jelas jika saat ini kesehatan nya sedang tidak baik.
"Bibi....!" Panggil Sofia dengan air mata yang langsung meluncur bebas di pipi nya, saat melihat kemunculan wanita itu.
__ADS_1
Sofia langsung menghambur ke dalam pelukan wanita itu. Ia tidak bisa lagi menahan air mata nya.
Saat ini diri nya sangat sedih dan terluka, ketika tahu jika Agara adalah tunangan Lessia. Murid baru di kelas nya.
Bibi Sabrina selalu mengatakan jika ia akan di jodoh kan dengan Agara.
Lalu apa ini, kenapa sekarang Lessia yang bertunangan dengan Agara.
"Apa kau berniat membunuh bibi..." Ujar wanita itu yang merasa sesak dengan pelukan keponakan nya.
Sofia langsung mengurai pelukan nya.
"Maaf bibi sabrina.. Mari duduk dulu..." Timpal Sofia sambil menuntun Ny. Sabrina untuk duduk di sofa.
Ya, wanita yang kini bersama Sofia adalah Ny. Sabrina. Ibu dari Agara yang sangat di benci oleh pria itu.
Ny. Sabrina kini sudah pensiun menjadi seorang artis, karna penyakit kanker yang ia derita.
Penyelasan selalu datang terakhir. Diri nya sadar jika ini adalah karma karna meninggal kan putra nya hanya demi uang.
Pernah sekali ia menemui Agara, tapi putra nya menatap nya dengan penuh kebencian. Tidak ada cinta antara ibu dan anak di antara mereka.
Untuk sebab itu lah, Ny. Sabrina meminta bantuan kepada Sofia sepupu Agara yang juga satu kelas dengan Agara untuk mendekat kan hubungan nya dengan Agara.
Tapi sampai sekarang gadis itu tidak pernah berhasil melakukan nya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???