Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Aku tidak keberatan masuk penjara


__ADS_3

...209πŸ’›...


Srak....


Bugh...


Tubuh kecil Raehan di hempas kan, dan langsung terpelanting membentur tembok.


Di mana punggung nya merasa sangat sakit saat mengenai tembok besar dan keras.


"Aaahhhh...." Ringgis Raehan memegangi bahu nya.


Raehan dapat memastikan jika tulang punggung nya pasti memar karna benturan keras itu.


Tapi siapa yang berani menarik diri nya?.


"Aku sangat senang melihat mu kesakitan.. Gadis cebol...!" Sentak suara sinis yang begitu Familiar di telinga Raehan.


"Kita harus memberikan pelajaran yang tidak akan pernah dia lupa kan... Tangan ku sudah sangat gatal untuk memukul wajah nya yang sok imut..." Tambah suara seseorang lagi.


Raehan menatap empat kaki yang sedang berdiri di depan nya, mengangkat wajah nya untuk melihat siapa yang berani melakukan ini pada nya.


Dan tentu saja Raehan sudah menduga jika dia adalah Lessia dan juga Kiara yang sedang menatap nya memangsa.


Sumpah demi apa pun, kenapa dua perusuh ini menggangu nya di saat ia benar- benar malas untuk berkelahi.


"Ayo bangun... Bukan kah kamu selalu menantang aku? " Bentak Lessia dengan ke dua mata memerah karna marah.


Tangan nya sudah sangat gatal untuk menghancur kan wajah sok imut yang benar- benar memuak kan di mata nya.


Bayangan Agara mencium pipi Raehan kembali bergelantungan di ufuk mata Lessia.


Membangkit kan amarah dan emosi yang ingin meledak.


Raehan menegak kan tubuh nya, menatap Lessia dan juga Kiara dengan tatapan datar.


"Henti kan ... Aku sedang mengantuk dan tidak ingin berkelahi dengan siapa pun.. Jadi permisi biar kan aku pergi..." Seru Raehan dengan ucapan datar, lalu melangkah kan kaki nya untuk segera pergi.


Namun lagi- lagi tangan Kiara menghalangi nya dan mendorong tubuh Raehan hingga mundur beberapa langkah.


Raehan mencebik kan bibir nya, karna dua orang perusuh di hadapan nya tidak membiar kan diri nya pergi.


Harus kah ia melawan dan bertengkar dengan ke dua anak anjing di depan nya ?.


Pikir Raehan dengan malas.


"Kenapa? Apa sekarang kau takut.. Hah..." Celetuk Lessia kini dengan melayang kan tangan nya ke arah rambut Raehan dan menarik nya dengan keras.

__ADS_1


"Auuuhhhh...!!!" Pekik Raehan saat rambut kepala nya terasa ingin lepas dari kepala nya karna tarikan tangan Lessia.


"Ha... Ha... kali ini kamu tidak akan lolos Raehan Angelina... Aku sudah lama menunggu moment ini untuk membalas semua yang sudah kau lakukan pada ku...!"


Plak....


Satu tamparan keras melayang tepat di pipi chuby Raehan. Pipi nya terasa begitu kebas dan perih karna menerima tamparan dari Kiara.


Belum lagi rambut nya yang di tarik dengan keras oleh Lessia membuat bagian kepala nya terasa sakit.


Kiara mengibas kan tangan nya, dan meniup tangan nya yang terasa panas karna menampar pipi empuk Raehan.


Tapi ia puas dengan apa yang ia lakukan.


"Brengsek... Mereka hanya berani keroyokan...." Umpat Raehan yang masih mencoba melepas kan tangan Lessia dari rambut nya yang sudah menempel dengan kuat.


"Lepas kan Aku.. Ck... Lepas kan... Jika kalian masih ingin selamat lepas kan aku.. Jangan menguji kesabaran ku..." Kata Raehan dengan suara tinggi.


"Hmmm... Kamu pikir aku akan melepas kan mu setelah kau berani mendekati tunangan ku..." Lessia mencengkram kuat dagu Raehan.


"Tunangan... Ha... Apa kau tidak malu mengatakan itu.? Agara sudah menjadi milik ku dan kau hanya bermimpi untuk memiliki nya... Asal kau tahu nenek sihir jelek aku dan Agara sudah menjadi pacar... Jadi jangan berani- berani untuk menggangu Agara.. Apa lagi dengan memanfaat kan ayah nya Agara..." Sarkas Raehan dengan wajah tanpa gentar.


Lessia mendorong tubuh Raehan dengan keras, hingga tubuh Raehan terjerembab jatuh ke lantai.


Slak...


"Kau yang seharus nya berhenti bermimpi... Aku seharus nya tidak perlu mengundang seorang pelakor untuk datang ke acara pertunangan ku... Namun karna aku berbaik hati pada mu.. Aku memberikan undangan pertama ini untuk mu... Aku sangat berharap supaya kau bisa datang... Karna kau akan melihat aku dan Agara bertunangan dan hal itu akan menyadar kan diri mu jika kau bukan tandingan seorang Lessia..." Lessia menatap benci pada Raehan dengan ke dua tangan di lipat di depan dada.


Kiara tersenyum miring melihat Raehan tidak melawan sama sekali.


Pasti gadis kecil ini takut, karna hanya sendiri di tempat sepi. Pikir Kiara kini dengan berjongkok.


Raehan meraih kertas undangan, di mana di kertas itu tercetak dengan tebal nama Lessia dan Agara. Yang akan di selenggara kan besok malam di sebuah gedung berbintang.


Hati Raehan terasa panas melihat nama kekasih nya bersanding dengan gadis lain.


Apa lagi jika gadis itu adalah Lessia.


"Tulisan undangan itu terbuat dari emas, jadi kau bisa menggorek nya dan menjual emas nya.. Karna aku tahu kau tidak pernah melihat undangan semewah itu.." Olok Kiara dengan tangan nya yang melayang hendak mencekik leher Raehan.


Plak...


Namun belum sempat tangan Kiara berhasil menyentuh leher putih Raehan. Tangan nya berhenti di udara karna Raehan mencekal tangan Kiara dan memelintir nya dengan perlahan.


Ke dua mata Kiara melotot karna Raehan masih berani menangklis tangan nya.


Kiara menarik tangan nya, namun Raehan sama sekali tidak melepas kan cengkraman nya.

__ADS_1


Raehan mengangkat wajah nya, di mana ke dua mata nya sudah berubah memerah dengan wajah yang terlihat begitu menyeram kan.


Glek..


Kiara menelan saliva nya paksa, melihat tatapan membunuh dari ke dua mata Raehan yang memerah seperti iblis.


Raehan menyeringgai devil, melihat wajah kaget Kiara.


"Aku sudah bilang jangan mengusik ku.. Tapi tangan mu sudah berani menampar wajah ku... Kira- kira apa yang akan aku lakukan pada tangan lentik mu ini... Apakah aku harus memotong jari mu dengan gigi ku..." Ujar Raehan dengan mendekat kan tangan Kiara ke arah mulut nya.


Kiara terlihat ketakutan, melihat Raehan yang terlihat seperti iblis.


Apa lagi ia tahu Raehan tidak pernah main- main dengan perkataan nya.


Apa tangan nya akan terpotong?


Ringgis Kiara berusaha menarik tangan nya, namun sia- sia. Tangan nya di cengkram dengan begitu kuat.


"Jika kau berani melakukan itu aku akan pasti kan kau masuk penjara...!" Ancam Kiara dengan memandang Lessia yang hanya diam menjadi penonton.


"Sial Lessia bahkan hanya diam tidak membantu ku.. Astaga aku tidak ingin tangan ku terpotong..." Ringgis Kiara dalam hati yang sudah mati ketakutan.


"Aku tidak keberatan jika masuk ke dalam penjara setelah memberi pelajaran pada gadis seperti mu..." Kekeh Raehan dengan tampang mengerikan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


__ADS_2