
...141 โฃ...
"Gadis aneh, bagaimana bisa kamu menunjuk seorang model yang menjadi pelaku nya, bahkan ia bisa membeli bersama toko nya jika dia mau..." Celetuk salah seorang dari orang- orang yang sedang mengerumuni mereka. Yang merasa otak Raehan sudah tidak waras.
Bahkan kini lagi- lagi semua orang menertawakan diri nya, karna ucapan orang tersebut.
"Lebih baik sekarang kita geledah kelima remaja ini...!" Usul sang petugas toko yang langsung di angguki oleh ke dua satpam yang sejak tadi hanya berdiri, menyaksikan perdebatan yang terjadi.
Ke dua satpam tersebut langsung mendekat ke arah Raehan.
Memperhatikan tubuh mungil Raehan yang terlihat begitu ringkih dan lemah.
Sementara Raehan hanya menatap mereka dengan ekspresi biasa saja.
Toh , diri nya bukan pelaku nya jadi untuk apa ia takut.
"Stop...!!" Selosor Fir yang langsung menghenti kan pergerakan ke dua satpam yang hendak menyentuh Raehan.
Bibir Agara yang sempat ingin melakukan hal yang sama seperti Fir, yaitu menghentikan ke dua satpam itu untuk menyentuh Raehan langsung mengatup kan bibir nya kembali.
Lagi- lagi gerakan Fir jauh lebih cepat dari pada diri nya. Seolah sahabat pria gadis sial ini menekan diri nya jika ia tidak berhak melakukan apa pun untuk Raehan. Karna ada diri nya yang akan selalu menjaga gadis itu.
"Biar kan teman gadis kami yang melakukan nya... Menyentuh seorang remaja apalagi dia adalah seorang gadis bukan lah hal yang baik... Kalian berdua pasti tahu maksud ku..." Lanjut Fir menunjukkan aura kebijaksanaan yang menguar dari tubuh nya.
"Apa teman mu bisa di percaya? bagaimana jika dia membantu Raehan..?" Sahut Lessia yang sedikit tidak terima dengan ucapan Fir yang begitu menjaga Raehan.
Entah apa yang di berikan gadis ini pada semua orang, hingga banyak orang yang begitu melindungi nya. Bahkan diri nya merasa seperti sampah di sekitar orang - orang yang begitu memuja Raehan.
Cantik tidak, tubuh indah juga tidak, lalu kenapa ia selalu di tempeli oleh banyak pria.
Jika di banding kan dengan diri nya, tentu saja seperti bumi dan langit. Di mana diri nya lebih cantik dan menarik dari pada Raehan.
Tapi seperti nya semua mata pria tersebut sedang buta hingga salah mengenali dewi yang sebenar nya.
"Tentu saja aku bisa di percaya , kamu pikir aku seperti mu gadis dengan banyak akal jahat... Pak biar kan aku yang memeriksa teman ku.. Lagi pula kita menggeledah Raehan di depan umum, jadi semua orang bisa melihat nya sendiri... " Cerocos Miya yang sudah muak dengan Lessia, yang terus saja memojok kan Raehan.
"Apa ada yang keberatan ?" Tanya Fir dengan nada tegas tidak tertolak kan.
Ke dua satpam tersebut, mengangguk memberi kan izin kepada Miya untuk menggeledah Raehan.
Miya mulai melakukan tugas nya. Ia meraba setiap bagian tubuh Raehan seperti seorang petugas bandara yang sedang mengecek penumpang nya.
__ADS_1
Mulai dari bagian leher hingga ke lutut. Lalu memeriksa kantong baju Raehan yang sama sekali tidak ada apa pun dalam baju sahabat nya itu.
Dan yang terakhir adalah sepatu kets putih yang di kenakan Raehan. Sepatu yang di berikan Dion waktu itu.
"Rae buka sepatu mu...!" Titah Miya, yang langsung di lakukan Raehan.
Lessia mengkerut kan kening nya tidak percaya.
Bagaimana bisa kalung mahal itu tidak di temukan di saku baju Raehan?
Seingat nya ia memasukkan kalung itu ke dalam saku baju Raehan saat menabrak nya.?
Diri nya tidak mungkin salah memasukkan kalung itu bukan?
Atau kalung itu sebenar nya jatuh saat ia dengan sengaja menabrak bahu Raehan.
Tapi tidak mungkin, ia sangat mengingat jika ia memasukkan kalung itu ke dalam saku baju Raehan.
"Lihat, kalian semua sudah melihat jika sahabat kecil ku ini bukan pelaku nya... Kalian lihat sendiri jika tidak ada apa pun yang ada di dalam saku baju nya, atau pun melekat pada diri nya..." Ketus Miya dengan memutar bola mata kesal.
Fir dan Agara menghela nafas lega.
"Tapi tidak mungkin alarm toko kami berbunyi, jika tidak ada di antara kalian yang mencuri perhiasan kami.?" Seru penjaga toko, yang kini menatap Raehan dengan nada bersalah.
"Tidak ada yang salah di sini... Penjaga toko memang benar, tidak mungkin alarm toko ini rusak Fir.. Lihat saja banyak orang yang berlalu lalang keluar melewati pintu yang akan kita lewati, namun hanya saat kita berlima yang melewati nya, alarm nya berbunyi, itu arti nya di antara kita memang ada yang mencuri perhiasan toko ini..." Kini Raehan mulai menyuarakan pendapat nya.
"Itu benar, mungkin teman gadis ini tidak memeriksa gadis ini dengan baik..." Lessia menunjuk ke arah Miya dan Raehan bergantian.
"Kenapa wajah kak Lessia panik seperti itu, Apa kakak tidak bisa menerima kenyataan jika aku bukan pencuri nya? Aku bingung kenapa kakak terus saja menuduh ku... ?" Ujar Raehan yang semakin membuat Lessia panik.
Pikiran Lessia terus berpikir kemana sebenar nya kalung itu?
"Pak satpam dan juga petugas toko, lebih baik kalian menggeledah kami semua untuk membuktikan siapa pencuri asli nya..." Saran Raehan dengan lantang.
Petugas toko dan ke dua satpam tersebut mengangguk setuju dengan apa yang di ucap kan Raehan.
Gadis kecil dan mungil yang sempat semua orang pojok kan seperti nya tidak seburuk yang mereka lihat.
"Pak kalian periksa dua remaja laki- laki itu, dan aku akan memeriksa ketiga remaja gadis ini..." Seru penjaga toko yang memang seorang wanita, sembari tangan nya menunjukkan ke arah Agara dan Fir yang sejak tadi melempar tatapan bermusuhan satu sama lain nya.
Ke dua satpam tersebut mengangguk, mendekati Agara dan Fir untuk melakukan tugas nya.
__ADS_1
Raehan kembali di periksa, hal yang sama di lalukan petugas toko seperti apa yang di lakukan Miya.
Melihat Raehan yang sedang di geledah, Lessia sangat berharap jika petugas toko itu menemukan kalung tersebut di dalam saku Raehan.
Namun seperti nya harapan nya kandas begitu saja. Seperti sebelum nya, petugas tidak menemukan apa pun di dalam saku baju Raehan.
" Bagaimana bisa...?" Batin Lessia dengan wajah tidak percaya.
Kini tiba lah giliran Lessia yang akan di periksa oleh petugas toko.
"Aku kata kan pada mu, jika aku bukan pencuri.. Jadi tidak perlu menggeledah dan memeriksa ku..." Sinis Lessia yang berhasil membuat nyali penjaga toko tersebut menciut.
"Biar kan petugas toko ini menjalan kan tugas nya.. Lagi pula jika kak Lessia tidak mencuri perhiasan itu , kenapa harus melarang nya menggeledah kakak..." Seru Raehan, yang membuat Lessia menatap nya dengan tatapan benci.
Petugas toko itu pun, segera melakukan tugas nya, menggeledah Lessia.
Lessia benar- benar tidak percaya jika mendapat perlakuan tidak mengenak kan seperti ini, apa lagi saat ini beberapa pengunjung sedang menyalakan kamera ponsel mereka untuk merekam kejadian ini.
"Aku menemukan nya!!!"
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???