Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Aku akan mati bersama mu


__ADS_3

...187โฃ...


Fir memutar bolpoin di tangan nya, ia tidak bisa fokus mengerjakan tugas malam ini.


Kepala nya benar- benar mumet, terlebih lagi otak nya tidak bisa di ajak kerja sama karna terus mengingat bayangan gadis berambut panjang sepinggang, dengan gurat wajah yang tegas namun cantik.


"Haduuhhh kok aku terus kepikiran wajah kakak tingkat yang judes itu sih.. Ada apa dengan diri ku? Tapi dia lumayan cantik... Jessi..." Gumam Fir dan tersenyum saat bibir nya menyebut nama gadis tersebut.


Waktu pertama kali melihat nya, diri nya merasa tertarik dengan sifat berbeda Jessi.


Wajah cantik namun terkesan begitu dingin dan tegas, seolah jika tersentuh diri mu akan ikut membeku.


Diri nya semakin penasaran pada gadis bermata tajam itu, saat gadis itu acuh dan terkesan tidak peduli dengan sekitar nya.


Benar- benar karakter yang begitu aneh, unik, dan memikat.


Fir menyentak tubuh nya, menggeleng- geleng kan kepala nya untuk menepis bayangan gadis yang mulai mengganggu nya.


"Seperti nya ia bukan manusia tapi kuntilanak,,, seperti nya dia sudah memelet ku sehingga aku terus memikir kan nya..." Fir menatap buku tulis di depan nya lalu mulai menulis sesuatu di atas kertas putih itu.


Namun ke dua alis nya langsung bertaut, dengan kening yang berkerut dalam.


Bagaimana tidak, saat ini apa yang di tulis nya benar- benar membuat diri nya kaget setengah mati.


"Jessi..!" Lirih Fir tidak percaya membaca hasil karya tangan nya.


Bagaimana bisa ia menulis nama gadis dingin itu?


Ada apa dengan diri nya.?


Fir segera merobek kertas tersebut, lalu meremas nya dengan kuat lalu melempar nya dengan kasar hingga masuk ke dalam tong sampah.


Fir menghembus kan nafas nya pelan, menyugar rambut nya lalu mengusap wajah nya.


"Seperti nya lebih baik aku tidur..." Cicit Fir yang langsung menghempas kan tubuh nya ke atas ranjang berukuran king size.


Lebih baik ia tidur sekarang, jika tidak bisa- bisa ia menjadi gila karna bayangan gadis bermuka tembok itu.


...----------------...


"Bagaimana? Apa mau menambah satu porsi lagi?" Tanya Raehan dengan wajah masam pada Agara.


Bagaimana tidak, sekarang pria yang jijik dengan makanan pinggiran jalan, kini malah menghabis kan empat porsi sate.


Bahkan beserta lontong dan juga kerupuk, bahkan diri nya pun sampai tidak kebagian karna kerakusan Agara.


Agara mengibas kan tangan nya, lalu mengunyah tusuk sate terakhir milik nya.


"Tidak... Aku sudah sangat kenyang errrrgggghhhh....." Jawab Agara dengan sendawa panjang di akhir kalimat nya.


Agara langsung menutup mulut nya cepat.


Astaga bagaimana bisa ia bersendawa begitu besar di hadapan seorang gadis.

__ADS_1


Benar- benar sangat memalukan.


Harga diri nya benar- benar jatuh di hadapan Raehan.


"Ha... Ha... Ha...!!!" Tawa Raehan langsung pecah, mendengar suara sendawa Agara yang sudah mirip dengan sendawa gondoruwo.


Ini adalah sesuatu yang sangat lucu dan langka.


Bayang kan seorang pria tampan dan terkesan dingin, bersendewa di hadapan mu dengan bibir terbuka dan bergetar.


Sangat lucu.


Perut Raehan benar- benar terasa di gelitik ribuan cacing sangat - sangat menggelikan.


Sedang kan wajah Agara kini sudah semerah tomat busuk.


Ia benar- benar malu, jika bisa ia sudah memotong kepala nya lalu membungkus nya.


Apa lagi sekarang gadis di hadapan nya terus saja tertawa tanpa henti, membuat diri nya tertular tawa nyaring itu.


Perut nya rasa nya tergelitik, seolah tawa Raehan menular kepada nya.


"Ha... Ha... Ha...!!"


"Ha... Ha... Ha...!!"


Tawa ke dua nya semakin pecah , saat tawa mereka saling bersahutan satu sama lain. Yang semakin menggila mengocok perut mereka.


Kini mereka sudah berada di dekat vespa mini orange kesayangan Raehan, setelah sebelum nya membayar sate ter- lezat malam ini.


Sementara di tangan Agara sudah ada sebuah keresek makanan berisi batagor.


Sebelum nya Agara memaksa untuk mencoba makanan pinggiran itu juga, meski Raehan sudah menolak karna diri nya maupun Agara sudah kenyang.


Namun Agara merenggek dan meminta untuk mencicipi makanan pinggir jalan itu, yang seperti nya sekarang lidah nya sudah benar- benar candu dengan makanan rakyat biasa itu.


Dan seperti biasa, Raehan mana tega melihat sang pujaan hati kecewa dengan bibir di manyun kan ke depan.


Dan tentu saja jawaban nya, mereka jadi membeli satu porsi batagor yang di ingin kan Agara.


"Mana kunci motor nya ?" Tanya Raehan sambil menengadah kan tangan nya pada Agara.


"Tidak... Kali ini aku yang akan membonceng mu... Ayo naik..." Timpal Agara yang langsung membuat Raehan menaik kan ke dua alis nya.


"Baik lah.... Aku juga merasa mengantuk... Lebih baik kak Aga yang jadi depan..." Setuju Raehan yang akan naik ke atas motor mini nya, namun tiba- tiba di tahan oleh Agara.


Raehan mengerjit bingung pada Agara.


Agara memasang kan helm pada Raehan, yang langsung membuat Raehan mematung seketika. Dengan wajah merona seperti buah chery.


"Kau lupa memakai helm gadis sial...., Jadi lah pengguna jalan yang baik.. Jika terjadi sesuatu di jalan kepala mu akan terlindungi..." Ujar Agara dengan nada menasihati.


"Jika aku jatuh di jalan dan aku mati bagaimana?" Tanya Raehan ngelantur, bahkan ia sendiri tidak sadar jika mulut bodoh nya mengata kan hal itu.

__ADS_1


"Jawaban nya terlalu mudah, aku akan minta tuhan untuk memanggil ku juga... Akan lebih seru bukan jika mati bersama..." Jawab Agara dengan tersenyum lebar.


Hati Raehan rasa nya saat ini meleleh menjadi air, karna terenyuh dan tersentuh dengan ucapan Agara.


Satu kalimat yang lagi- lagi membuat diri nya melayang.


Ia sungguh tidak menyangka jika Agara akan mengata kan hal itu.


Ke dua mata Raehan berkaca- kaca, rasa nya ia ingin menangis karna terharu mendengar kata- kata Agara barusan.


Jiwa mellow nya benar- benar meronta.


"Kok jadi pengen nangis sih He.. he..." Kekeh Agara melihat air mata yang siap tumpah dari mata Raehan.


Bibir bawah Raehan langsung maju ke depan.


"Aku terharu...!" Cicit Raehan malu, lalu mengusap air mata nakal nya yang langsung terjun tanpa aba- aba.


"Dasar cengeng... Ayo lah aku tidak sebodoh itu untuk ikut mati bersama mu.. Aku pasti akan mencari gadis yang lebih cantik dan lebih tinggi dari mu..." Ledek Agara dengan wajah menyebal kan.


Puk...


Puk..


Raehan memberengut kesal, dan langsung melayang kan pukulan ringan pada Agara yang langsung tertawa, karna melihat wajah penuh air mata namun kecewa.


Sungguh ia berasa konyol karna Agara terus saja meledek nya.


"Baik lah henti kan...!! Ha... Ha.." Ucap Agara dengan tawa yang masih belum bisa terkontrol.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2