
...256π...
"Aaaaaaaa......!!!" Teriak Penculik itu saat Raehan menggores kulit wajah nya mengguna kan paku tajam.
"Ini belum seberapa dengan rasa sakit hati ku..." Ucap Raehan dengan tatapan yang semakin nyalang.
"Ka... Kamu sangat mengeri kan...!!" Cicit penculik itu dengan rasa takut.
Entah apa yang di gambar Raehan di wajah nya, tapi demi apa pun pipi kanan nya terasa perih dan jelas berdarah karna ia bisa merasa kan darah nya mengalir.
Raehan tersenyum melihat ukiran tangan nya.
"Hmmm tidak buruk..." Gumam Raehan dengan seringgai iblis nya.
Tidak ada lagi wajah imut yang selalu di tunjuk kan Raehan.
Ia lebih mirip terlihat seperti hantu di mana wajah putih nya semakin memucat dengan luka sobek di bibir nya yang membiru.
Bammm....
Raehan memutar kepala nya ke belakang saat suara benturan keras yang ternyata adalah Kazuya yang terhempas karna terkena tendangan penculik.
"Seperti nya sudah cukup aku membiar kan mu bernafas... Kamu akan menjadi bukti jika aku tidak main- main dengan semua yang aku kata kan..."
Raehan mengangkat kaki nya, dan menginjak leher penculik itu dan menekan nya dengan sangat keras.
Krak..
Krek...
"Ekkkhhhhmmmmm"
Suara retakan dan patahan tulang terdengar dengan begitu jelas di telinga Raehan.
Di mana penculik di bawah kaki nya memuntahkan darah yang cukup banyak dari bibir nya.
Namun pemandangan mengeri kan itu tidak membuat diri nya merasa takut atau jijik.
Raehan seperti sedang menginjak kecoa di mana Raehan hanya menunjuk kan wajah datar.
Tubuh penculik itu langsung melemas seketika. Di mana ke dua mata nya tetap terbuka.
Raehan melempar potongan balok yang di gunakan untuk memukul penculik itu tepat di samping tubuh penculik itu yang sudah tidak bergerak.
Raehan segera bergegas berlari untuk membantu Kazuya.
Di mana tangan mungil nya meraih sebuah besi yang tergeletak begitu saja.
Kazuya memuntah kan darah. Rasa nya dada nya terasa remuk karna terus menerima tendangan dari penculik yang tengah ia hadapi.
Tapi seperti nya penculik itu tidak pernah kehabisan tenaga untuk memukul nya. Meski Kazuya berhasil membanting tubuh penculik itu tapi tetap saja ia terluka karna memang ia tidak terlalu bisa bela diri.
Penculik tersebut tersenyum miring, saat melihat Kazuya yang sudah tersungkur tak berdaya.
Hanya tinggal satu kali hantaman maka ia pasti kan remaja pria yang sok jago ini akan tiada.
Penculik itu meraih kerah baju Kazuya, di mana tangan nya siap melayang kan bogem mentah tepat di kepala Kazuya.
__ADS_1
"Mau coba melawan ku hah... Jangan sok jago kamu... Rasakan ini.!!!!!" Teriak penculik itu dan melayang kan pukulan nya pada Kazuya.
Spontan Kazuya menutup ke dua mata nya.
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
Trakkkk...
Bam....
Kazuya membuka perlahan ke dua mata nya saat ia tak kunjung merasa kan pukulan dari penculik itu.
Tapi malah ia mendengar suata bantingan yang cukup keras.
Kazuya mengangkat wajah nya, di mana di hadapan nya sudah berdiri gadis yang sangat familiar bagi nya.
Gadis yang selalu datang tepat waktu untuk menyelamat kan diri nya.
Siapa lagi jika bukan Raehan.
"Aaaccchhhh sialan...!" Umpat penculik yang berhasil di pukul dan di banting oleh Raehan. Sebelum penculik itu berhasil melukai Kazuya.
Penculik itu menatap meremeh kan gadis yang tengah berdiri di hadapan nya dengan tatapan yang begitu datar dan dingin.
Seolah tidak ada aura kehangatan kehidupan di mata coklat itu.
"Aku yakin kamu akan menyesal sudah mengata kan hal itu pada ku... Sekarang lihat di sebelah sana..." Raehan menunjuk ke arah penculik yang sudah ia buat terkapar tak berdaya dengan darah yang merembes dari bibir nya.
Penculik tersebut terbelalak kaget bukan kepalang. Melihat kondisi teman nya yang begitu mengenas kan dan mengerikan.
"Apa kamu yakin dia masih hidup ? Aku menjanji kan pada nya bahwa jika aku bebas aku akan mematah kan leher nya. Dan lihat sekarang aku sudah menepati janji ku..."
Penculik iti bergidik ngeri, di mana bulu roma di seluruh tubuh nya berdiri.
Ia hanya bisa menalan saliva nya paksa di mana ia menatap Raehan dengan bergetar.
Raehan memiring kan kepala nya.
"Aku menjanjikan pada mu jika aku akan mematah kan ke dua tangan mu.. Dengan bonus memukul kepala mu itu karna sudah berani memukul ku dari belakang..." Ujar Raehan dengan begitu dingin bahkan seluruh atmosfer di sekitar nya terasa mencekam.
Dion yang sudah berhasil melumpuh kan lawan nya akhir nya berjalan mendekat pada Raehan.
Sedang kan Kazuya menatap serius apa yang akan di lakukan Raehan.
Tapi satu hal yang ke dua nya bisa rasa kan jika kemarahan Raehan begitu besar hingga membuat sosok yang ceria terbakar bersama dengan sosok yang cukup mengerikan.
"Tidak... Gadis kecil seperti mu tidak akan bisa membunuh ku..." Beo penculik itu yang masih merendah kan Raehan.
Penculik itu mengumpul kan kekuatan nya. Satu hal yang harus ia lakukan sekarang. Yaitu dia harus kabur dari hadapan gadis ini.
Raehan yang melihat usaha penculik itu untuk kabur mengeram kesal.
Dengan keras, Raehan mengayun kan tongkat nya tepat di kepala penculik itu.
__ADS_1
Trakkk...
Suara besi yang mengenai benda tumpul terdengar cukup nyaring. Itu arti nya pukulan Raehan cukup keras.
"Aaaaaaakhhhh..." Penculik itu melolong kesakitan bersamaan dengan tubuh nya yang ambruk ke lantai.
Darah segar dengan bau amis langsung menayapa penciuman Dion dan Kazuya yang terdiam seribu bahasa dengan ke dua mata yang hampir keluar dari cangkang nya.
Penculik itu membalik kan tubuh nya. Di mana posisi nya kini terlentang. Tangan nya mengusap kepala nya yang berdengung dan melihat dengan buram cairan merah yang semakin membuat diri nya ketakutan.
"Monster..." Lirih nya melirik ke arah Raehan yang masih dengan ekspresi datar nya.
"Itu untuk balasan karna kau sudah berani memukul kepala ku saat itu.. Aku yakin pembuluh darah mu pasti sudah pecah..."
Raehan berjongkok di hadapan penculik yang masih setengah sadar itu. Mengambil paku yang sama yang di guna kan untuk mengukir hal yang sama pada wajah penculik itu.
"Sssshhhh hentikan sakit...!!" Jerit penculik itu saat merasa kan wajah nya di gores dengan benda tajam.
Raehan menatap sekilas hasil karya tangan nya pada pipi kanan penculik itu.
Di mana kini ia beralih pada tongkat besi yang ia pegang.
"Sudah cukup waktu mu... Seperti janji ku... Akan ku patah kan tangan mu..."
Trakkkk...
Krakkk...
Raehan menancap kan tongkat besi itu tepat pada sendi tangan penculik itu hingga menimbul kan suara patahan dan retakan tulang.
Tubuh penculik itu melemas seketika di mana ke dua mata nya memejam sempurna dengan ekspresi wajah yang menahan rasa sakit.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
.
__ADS_1