Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
kalian akan rugi


__ADS_3

...243πŸ’›...


"Kata kan mobil yang mana yang menculik Raehan?" Tanya Dion di mana ke dua mata nya fokus dengan jalanan yang cukup ramai di depan nya.


Dion terus menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi.


Ia sama sekali tidak mau sampai kehilangan jejak.


Dion berharap jauh di dalam lubuk hati nya, agar Raehan baik- baik saja.


"Mobil hitam dengan nomer plat CF 3456 7 QR.." Jawab Kazuya cepat.


Untung saat melihat para penculik itu ia ingat untuk menghafal kan plat nomer kendaraan mereka.


Otak nya memang sangat menyukai angka, sehingga hanya dua kali baca angka- angka itu akan melekat dengan jelas di kepala nya.


"Tapi bagaimana kamu bisa mengenal Raehan?" Mode introgasi Dion menyala.


Ia ingin tahu kenapa bisa Raehan sampai bisa berteman dengan gelandangan seperti pria di samping nya.


Lalu para penculik itu, untuk apa mereka menculik Raehan.


Dion benar- benar sangat khawatir, di mana pikiran nya benar- benar sembraut.


"Kami bertemu pertama kali di mall. Aku tidak sengaja membantu Raehan yang hampir terjatuh.. Lalu setelah pertemuan kami hari ini. Raehan membantu ku menghadapi pria yang mengira aku mencopet dompet nya. Raehan juga sempat mengajak ku untuk ke IGD untuk mengobati luka ku karna di pukuli oleh pria itu. Kami pun sempat makan di outlet terdekat.. Setelah keluar dari ourlet makanan tiba- tiba mobil hitam berhenti dan membekap Raehan..." Kazuya menjeda kalimat nya, menarik nafas nya dalam lalu melanjut kan cerita nya.


"Aku dan Raehan sempat berhasil kabur, tapi karna aku yang lemah dan tidak berguna. Kami berhenti di jalan sepi dekat gang... Aku yang menyebab kan Raehan tertangkap.. Aku meminta nya untuk lari tapi dia menolak.. Dia mengata kan dia tidak akan meninggal kan aku sendiri... Sampai akhir nya para penculik itu datang... Aku tidak menyangka selain gadis yang sangat baik Raehan juga sangat pemberani... Dia melawan dua penculik itu sendirian.. Dan lagi- lagi aku hanya menjadi beban karna kaki ku yang terluka.. Tapi Raehan berhasil mengalah kan ke dua nya. Namun tiba- tiba penculik lain nya datang dan memukul tengkuk Raehan yang membuat Raehan pingsan...." Kazuya membekap mulut nya sendiri.


Di mana dada nya kini terlihat turun naik tidak beraturan.


Sungguh jika sampai Raehan kenapa- kenapa ia tidak akan pernah bisa memaaf kan diri nya.


Sementara Dion yang hanya diam mendengar kan kini semakin cemas dengan Raehan.


Saat mendengar jika gadis sial nya ternyata terkena pukulan.


"Dia memang gadis yang bodoh.. Sangat bodoh.. Kenapa dia menghadapi penculik itu sendiri..." Sebal Dion dengan menginjak pedal gas semakin dalam.


Menyalip kendaraan di depan nya dengan begitu lihai.


"Dia benar- benar sok berani.. Tapi tuhan aku mohon lindungi lah Raehan...!" Batin Dion berdoa agar Raehan baik - baik saja.


"Aku mohon selamat kan dia.. Dia gadis yang sangat baik....!" Renggek Kazuya yang terlihat sangat kalut dan frsutasi.

__ADS_1


"Apa itu mobil nya?" Teriak Dion dengan cepat, saat ia melihat mobil hitam di depan nya yang di tutupi oleh mobil pick up.


Kazuya segera melihat ke arah depan, di mana ia bisa melihat mobil hitam yang sama persis dengan mobil penculik itu.


"Iya itu mobil nya.. Kejar terus.....!!!" Ujar Kazuya dengan berteriak pula.


Ia sedikit merasa bersyukur akhir nya mereka bisa menemu kan mobil yang membawa Raehan.


Dion terus mengejar mobil di depan nya, meski terkadang ia sempat terhalang oleh beberapa kendaraan yang lain nya.


Sementara di dalam mobil penculik, terlihat Raehan tengah memejam kan ke dua mata nya.


Ke dua tangan nya di ikat dengan tali. Ia duduk di samping penculik yang sedang terluka.


Rasa dingin menyentuh kulit bahu Raehan, membuat Raehan menggeliat dengan perlahan.


Perlahan Raehan membuka kelopak mata nya, di mana kini ia sedang berada di dalam mobil.


"Dia sadar Tuan...!" Seru Penculik yang menjaga Raehan pada supir yang di panggil nya Tuan.


"Jaga dia baik- baik jangan sampai berani untuk kabur...." Titah sang supir dengan nada dingin dan datar.


"Sial ternyata aku tertangkap oleh penculik ini.. Sebenar nya apa yang mereka ingin kan? Kenapa menculik gadis miskin yang tidak punya apa- apa..." Batin Raehan mendumel kesal dengan tengkuk nya yang terasa sakit.


Raehan menatap ke samping bahu nya, ternyata rasa dingin di bahu nya terkena darah penculik yang di pukul nya.


"Lepas kan aku...!" Dengus Raehan dengan menggerak kan tangan nya yang di ikat.


"Diam lah bocah... Jika tidak aku akan membunuh mu..." Ancam penculik di samping Raehan yang terus waspada.


"Kalian sebenar nya siapa? kenapa kalian menculik ku?" Raehan sungguh penasaran. Lebih baik ia bertanya pada para penculik ini.


"Jangan banyak tanya.. Diam dan menurut lah jika kamu ingin tetap hidup dan selamat..." Tegas penculik itu lagi, yang seperti nya kesal dengan Raehan yang terus saja bertanya.


"Setidak nya aku tahu alasan kenapa kalian menculik ku.. Aku bukan dari keluarga yang kaya raya, aku pun tidak kaya.. Malah makan ku banyak.. Kalau kalian menculik ku sama saja kalian akan rugi..." Oceh Raehan yang terus mengedar kan pandangan nya keluar dari jendela mobil.


Menajam kan ingatan dan penglihatan nya. Untuk mengenal jalanan yang mereka lewati.


Jika ia berhasil kabur setidak nya ia bisa pulang tanpa tersesat.


Melihat gelagat Raehan yang sedang merekam jejak perjalan ternyata di sadari oleh supir.


"Bius dia...!" Titah supir yang di panggil tuan itu pada anak buah nya.

__ADS_1


Mendengar perintah itu membuat Raehan terlihat panik.


Jika ia di bius , itu arti nya dia tidak akan bisa memperhati kan jalanan di sekitar nya.


"Jangan bius ku.. Aku janji tidak akan melawan..." Seru Raehan meronta di mana tangan penculik itu sudah memegang sapu tangan yang akan segera di tempel kan ke wajah nya.


"Jangan sok pintar gadis kecil dengan cara merekam jejak jalan di kepala mu...!" Timpal sang supir di balik kursi kemudi.


Raehan cukup terkesiap mendengar ucapan supir itu.


Ia tidak menduga jika supir itu tahu apa yang ada di dalam pikiran nya.


Push..


"Ehmmm....." Raehan berusaha untuk menghindar.


Namun sayang pergerakan nya yang terbatas membuat penculik itu dengan mudah membius nya.


"Sial ternyata supir itu cukup cerdik juga..." Batin Raehan di mana kesadaran nya mulai di ambil dengan penglihatan nya yang memburam. Sampai ke dua mata nya terlelap kembali.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???

__ADS_1


.


__ADS_2