
...195โฃ...
"Apa kau sudah siap rubah betina ?" Sarkas suara dingin menghancur kan obrolan sepasang kekasih itu.
Raehan dan Agara langsung mendongak, di mana kini Dion sudah berdiri di hadapan mereka, dengan tatapan nyalang ke arah Agara.
Di mana Agara juga mengarah kan tatapan bermusuhan nya ke arah Dion.
Bahkan kini Raehan bisa merasa kan asa percikan listrik yang mengalir dari ke dua mata pria tampan yang saat ini sedang beradu tatapan.
Tatapan mereka seperti tatapan di mana mereka sedang melakukan perduelan yang sangat sengit.
Di mana dunia ini hanya milik mereka berdua.
Tapi Raehan merasa aneh dengan tatapan ke dua nya.
Membuat diri nya bertanya- tanya apa yang menyebab kan ke dua orang dalam satu organisasi saling menatap dengan kebencian.
Tanpa diri nya sadari jika alasan di balik tatapan ke dua nya adalah karna diri nya sendiri.
"Ekhhmmm... Kak Dion juga ada di sini..." Cicit Raehan dengan nada sedikit takut di mana kini tatapan tajam dan nyalang itu mengarah kepada diri nya.
Tubuh nya rasa nya langsung terbelah dua , karna tatapan tajam yang sangat mengerikan yang di tujukan kepada diri nya.
Astaga apa salah nya.?
Apa ia berbicara di waktu yang salah?
Pekik Raehan yang benar- benar tidak nyaman dengan tatapan menusuk dari Agara dan Dion.
"Kenapa kalian menatap ku seperti seorang musuh.?" Cicit Raehan lagi dengan nada kaku.
Yang langsung membuat tatapan ke dua pria tampan itu langsung melembut.
"Bukan seperti itu..!"
"Bukan seperti itu..!"
Seru Agara dan Dion bersamaan, membuat Raehan terhenyak melihat kekompakan ke dua nya.
Sementara Agara dan Dion mendesah kesal, lalu saling menatap kembali dengan tatapan bermusuhan, sama seperti barusan.
"Jangan menjadi tukang copy paste..." Sosor Dion dengan rahang mengeras.
Ia rasa nya saat ini ingin menghancur kan Agara, menunjuk kan di depan Raehan jika diri nya jauh lebih segala nya dari Agara.
"Kau yang jangan jadi nyamuk...!" Sergap Agara tak kalah sinis.
Ia tidak akan pernah mau kalah, dengan pria sok berkuasa seperti Dion.
Hubungan mereka memang buruk, tapi semakin memburuk, saat ke dua nya memperebut kan seorang gadis yang sama.
__ADS_1
Gadis yang sudah berhasil mengobrak abrik hati mereka, dan meluluh lanta kan hidup mereka.
Dan semua itu karna Raehan, jika dulu mereka saling bermusuhan namun masih bisa saling merangkul untuk menjadi patner.
Namun kini jangan harap hal itu akan terjadi.
"Apa kau bilang? Nyamuk?.. Apa kau sekarang sudah bertambah bodoh Agara.. Atau otak mu sudah idiot... Kau bilang aku nyamuk lihat aku ini manusia.. Bahkan pria tampan.." Balas Dion dengan nada mengejek.
Agara mengepal kan ke dua tangan nya dengan erat, hingga buku- buku tangan nya memutih dengan sempurna.
Ingin rasa nya saat ini, ia melayang kan sebuah tinju untuk membuat wajah sok tampan Dion ternoda.
Namun ia tidak akan menghancur kan image nya di depan kekasih nya.
Agara tersenyum menyeringgai, lalu tangan nya terangkat mengusap bahu Dion, yang langsung di tepis kasar oleh Dion.
"Tentu saja aku tahu jika diri mu adalah seorang manusia, tapi tingkah mu seperti nyamuk.. Yang selalu menganggu seseorang..." Ujar Agara tak kalah meledek, di mana kini Dion merasa marah dan sangat kesal.
Raehan menepuk kening nya, melihat perdebatan ke dua pria di depan nya.
Jantung nya saat ini sedang jedag- jedug berdisko karna takut jika ke dua nya sampai bertengkar di tempat seleksi, bisa- bisa acara ini gagal karna ulah mereka.
Dan hal itu terjadi karna masalah sepele.
Apa lagi Raehan semakin takut, saat melihat urat- urat Dion yang menegang yang arti nya pria itu berada dalam mode marah.
Sungguh ia tidak ingin kekasih nya di pukuli.
Agara terlihat tidak suka dengan sikap Raehan.
Glek..
"Mampus aku..." Batin Raehan yang bergidik ngeri melihat tatapan Agara.
Urat - urat kemarahan Dion melemas ketika Raehan menengahi ketegangan di antara diri nya dan Agara.
"Kak Dion sudah dengar kan? Aku sudah siap.. Lihat ini visi mis yang ku buat..." Seru Raehan lagi dengan menyodor kan buku tulis nya pada Dion.
Dia berharap ia bisa mengalih kan ketegangan ke dua orang ini.
Jika tidak perang ke tiga pasti akan terjadi dan menciptakan kehebohan yang akan viral selama setahun penuh.
Raehan memejam kan mata nya, rasa nya saat ini punggung nya merinding takut, karna Agara menatap nya tajam.
Dion menurun kan pandangan nya pada buku tulis yang di berikan Raehan.
Dahi nya berkerut dengan ke dua alis nya yang bertaut.
"Ini visi misi macam apa? apa gadis ini gila.. Ia hanya menulis satu kalimat... Apa ini pantas di sebut visi misi..." Umpat Dion bingung dengan membalik- bolak kan kertas buku tulis itu untuk mencari lanjutan dari visi misi Raehan, yang di tulis hanya satu kalimat bahkan kurang dari satu paragraf.
"Kau ini gila atau gimana? kenapa hanya dua kalimat... Ini bukan visi misi...!" Gertak Dion yang merasa Raehan benar- benar tidak serius dengan seleksi hari ini.
__ADS_1
Di mana sebelum nya ia berharap Raehan akan menampil kan hal yang terbaik, tapi lihat lah gadis ini hanya membuat kalimat simple.
Raehan merotasi mata nya kesal, bagaimana tidak.?
Ia sudah memikir kan visi misi itu selama semalaman.
Tapi lihat lah malah ia terkena semprotan pedas dari bibir Dion.
"Kak Dio--"
"Jangan berani memanggil nya gadis gila..." Sosor Agara dengan cepat memotong ucapan Raehan.
Di mana Agara langsung mendorong bahu Dion keras.
Hingga tubuh Dion mundur dua langkah.
"Kenapa ? Apa kau keberatan? Raehan saja tidak keberatan.. Dan memang dia sudah gila mana ada visi dan misi hanya di buat dua kalimat.. Jika tidak gila berarti dia bodoh..." Balas Dion yang sudah muak dengan sikap perhatin yang Agata tunjuk kan.
Ia tidak suka jika Agara memperhati kan Raehan, hati nya terbakar api cemburu.
"Tutup mulut keparat mu itu...! itu adalah hak nya jika ingin menulis apa pun yang ia suka... Sekali lagi kau mengatai nya gila aku pasti kan wajah mu akan ku buat mengeri kan..." Geram Agara yang sudah di kusai kemarahan.
"Waooo... Sekarang kau membela nya... Memang nya diri mu siapa Raehan? bukan kah kau ingin Raehan menjauh dari mu? Lalu ada apa sekarang..? Kau malah membela nya?" Cecar Dion dengan pertanyaan tajam, di mana diri nya juga sedikit bingung dengan perubahan sikap Agara pada Raehan.
Di mana sebelum nya ia tahu, jika Agara tidak menyukai Raehan.
Sedang kan Raehan hanya bisa meringgis melihat pertengkaran di antara Dion dan Agara.
"Rae... Seharus nya kamu menghindar dari dua bocah yang sedang bertengkar..." Sinis suara bariton memecah pertengkaran di antara Dion dan Agara.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???