
...183โฃ...
"Karna aku menunggu tukang ojek ku dan itu adalah kamu..." Tunjuk Agara dengan menaik turun kan alis nya.
"Hah?" Mulut Raehan lagi- lagi menganga dengan kalimat yang benar- benar membagong kan ini.
Tukang ojek?
Diri nya?
Apa Agara tida salah dengan mengata kan semua itu?
Atau kepala pria tampan ini sedang di srepet oleh sesuatu.
Kenapa semakin ke sini sikap nya sangat berbeda 360 ยฐ, benar- benar sangat berbeda dan mengejut kan.
"Kenapa bibir mu terbuka seperti ikan..." Tangan Agara mendarat di rahang Raehan, dan menekan rahang tersebut agar bibir gadis di hadapan nya tertutup.
"Ayo cepat....!" Seru Agara lagi, kini dengan mendorong tubuh Raehan untuk menjadi depan, di mana Raehan yang akan mengendarai vespa tersebut dan diri nya lah yang akan menjadi penumpang.
Sangat berbeda bukan?
Tentu saja.
"Ini salah kak, seharus nya kakak yang jadi depan bukan aku... Tidak etis sekali cewek yang jadi depan... " Cicit Raehan menolak dan berbalik menghadap Agara yang memutar bola mata nya kesal.
Karna setiap kali Raehan selalu saja membantah , seperti nya bibir gadis itu tidak akan tenang jika tidak mencicit menolak.
" Dari mana kamu mendapat kan filosofi seperti itu?. Otak mu yang terlalu dangkal..."
Puk...
Agara menoyor kening Raehan tanpa rasa bersalah, membuat Raehan melebar kan mata nya.
"Cepat naik dan bonceng aku... Aku lagi malas untuk mengendarai vespa... Lagi pula ini motor mu kamu yang lebih tahu bukan...?" Seru Agara yang langsung meletak kan bokong nya di atas jok belakang.
Sungguh Raehan benar- benar kesal dengan sikap bossy Agara, tapi tetap saja hati nya jatuh dalam pesona seorang Agara Vandeerzee.
Anggap saja ia sedang mendapat jackpot besar dengan tingkah mengesal kan Agara.
Raehan menghentak kan kaki kiri nya dengan keras, lalu menaiki vespa mini nya.
Seperti nya ia harus semakin memperluas kesabaran nya untuk menghadapi sikap baru Agara.
Tapi setidak nya ini lebih baik, dari pada selalu melihat wajah datar tanpa ekspresi itu.
"Ya sudah ayo kita berangkat!!" Teriak Raehan dengan bersemangat.
Membonceng seorang pria rasa nya tidak terlalu buruk, tapi terasa sangat romantis.
Raehan menyungging kan senyum lebar nya bahkan hingga gigi nya terlihat dari balik benda kenyal yang selalu di warnai dengan warna pich.
Ini adalah malam pertama untuk diri nya, di mana ia jalan bersama dengan seorang pria. Apa lagi pria itu adalah pria yang sangat ia sukai.
Apa ini yang di nama kan kencan, lagi- lagi jantung nya berdetak dengan tidak normal.
Raehan menekan stater motor, hingga motor mini kesayangan nya mengeluar kan suara deruman yang terdengar merdu di telinga Raehan.
__ADS_1
Sementara di belakang Raehan, Agara memejam kan mata nya rapat, dengan nafas yang terus menghirup aroma tubuh Raehan yang benar- benar membuat nya terasa melayang.
Sungguh berada di dekat Raehan benar- benar membuat nya semakin terpikat dengan semua yang ada pada gadis itu.
"Ayo donk pegangan... Kalau kak Aga ngak pegangan jangan salah kan aku jika kakak jatuh ...." Ujar Raehan dengan sedikit berteriak, karna diri nya tahu jika Agara memakai helm yang akan membuat suara nya terdengar sedikit tidak jelas.
Agara langsung mengerjap, saat fantasi nya di hancur kan oleh Raehan.
"Bisa ngak suara nya jangan kek towa masjid..." Decak Agara.
"Maka nya pegangan...."
Ke dua tangan kekar Agara langsung melingkar di pinggang ramping Raehan.
Yang langsung membuat Raehan menahan nafas nya, dengan wajah nya yang terasa memanas.
Astaga demi apa pun, bulu kuduk nya rasa nya berdiri semua.
Belum selesai keterkejutan Raegan, dagu Agara sudah menempel dengan sempurna di bahu nya.
Duar...
Rasa nya jantung nya mau meledak, dengan semua sikap yang benar- benar membuat nya mati di tempat.
Demi apa pun rasa nya ia ingin pingsan untuk sebentar saja.
"Ayo jalan...!" Seru Agara hampir berbisik.
Ke dua mata Raehan merem - melek merasa kan hembusan nafas Agara yang mengenai leher nya.
Sangat menggelikan membuat tubuh nya meremang dan gugup.
Raehan menelan saliva nya paksa, menghembus kan nafas nya perlahan.
Menetralisir rasa yang benar- benar membuat kewarasan menghilang.
Ternyata seperti ini rasa nya jatuh cinta. Sangat mendebar kan dan membuat ardelin terpacu hebat.
Raehan mulai menjalan kan vespa mini nya dengan perlahan, menggiring vespa mini nya keluar dari pekarangan kontrakan nya.
Lalu melaju bersama dengan para pemotor lain nya.
Agara sangat menikmati posisi mereka sangat ini, ia benar- benar sangat nyaman.
Hembusan angin yang cukup kencang, menerpa kulit putih nya yang membuat bulu tangan nya meremang karna kedinginan.
Agara semakin menyeruak kan kepala nya di leher Raehan yang begitu nyaman dengan posisi seperti ini.
Semakin menghirup aroma tubuh Raehan yang seperti harum nya buah strawbery.
Menghirup nya dengan begitu rakus, dan serakah.
Sementara Raehan masih menetralisir rasa yang benar- benar ingin meledak dari dalam diri nya.
Posisi diri nya dan Agara sangat intim. Bahkan untuk sekedar bernafas saja rasa nya begitu sulit.
Ia tidak bisa seperti ini terus, menikmati semua nya dalam sepi di baluti dengan terpaan angin malam membuat diri nya bisa- bisa mati lebih cepat.
__ADS_1
"Ehhhmmmm..." Dehem Raehan untuk mencair kan suasana yang benar- benar sangat romantis bahkan sangat terlewat romantis.
Andai saja si nenek sihir Lessi melihat semua ini, pasti ia akan melipat wajah nya dan menyembunyi kan wajah jelek nya itu di balik pantat.
Raehan menepis kasar pikiran mengganggu nya. Melempar wajah jelek Lessia yang meraung- raung hasil dari imajinasi nya.
"Kak Aga ini tujuan kita kemana? kak Aga mau makan di mana?" Tanya Raehan mengontrol jedag- jedug perasaan nya.
Ia tidak mungkin bukan terus menjalan kan motor nya tanpa tahu tujuan mereka kemana.
"Terserah pada mu..." Jawab Agara singkat padat dan jelas.
Raehan menghela nafas nya frustasi. Tapi baik lah terserah pada nya bukan?.
Mari memburu jajanan dan makanan enak malam ini. Pekik Raehan dalam hati lalu mempercepat laju motor nya.
...----------------...
Lessia terlihat tertawa senang.
Saat ini ia tengah berada di ruang tengah rumah nya, menyambut kedatangan sang calon mertua.
Siapa lagi jika bukan Mr. Vinsion .
Untuk apa?
Untuk membahas pertunangan diri nya dengan Agara.
Akhir nya hari yang di tunggu- tunggu akhir nya tiba.
Tinggal dua hari lagi, seperti yang sudah di janji kan oleh Mr. Vinsion bahwa pertunangan nya dengan Agara akan di lansung kan.
Saat hari itu, ia pasti kan akan mengundang semua murid sekolah Milver termasuk Raehan, gadis pendek yang sangat ia benci.
Ia akan memperlihat kan kepada Raehan, bagaimana pun gadis itu berusaha untuk mendekati Agara , pada akhir nya Agara hanya milik Lessia seorang.
...----------------...
...****************...
Pengen cubit si Raehan deh๐
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???