Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Taman


__ADS_3

...188โฃ...


Agara dan Raehan menikmati hembusan angin malam, yang menyapu kulit wajah mereka.


Senyum lebar tanpa beban tidak pernah surut dari wajah ke dua nya.


Apa lagi Agara yang benar- benar sangat bahagia.


Mungkin ini adalah malam dan juga hari terindah dalam hidup nya.


Yang pasti nya ia tidak akan pernah melupakan moment ini.


Moment ini akan selalu ia kenang sampai nafas nya terhenti.


Begitu pula dengan Raehan.


Kencan mendadak nya sungguh sangat luar biasa.


Ini adalah pertama kali dalam hidup nya ia jatuh cinta pada seorang pria.


Setelah melalui banyak tangis dan juga patah hati, akhir nya ia menemukan pelangi di ujung jalan.


Agara meraba tangan Raehan, Menggengam tangan mungil yang terasa dingin itu dan menarik nya untuk memeluk pinggang nya.


Hati Raehan benar- benar berdebar tak karuan karna saking senang nya.


Saat tangan Agara menuntun tangan nya untuk memeluk pinggang Agara.


Rasa nya sangat canggung, tapi ia tidak mau melepas kan kesempatan emas ini.


Mata Raehan merem melek karna saking gugup nya.


"Bukan kah kau memgantuk?.. Tidur lah di bahu ku.. Aku akan menjaga mu..." Seru Agara dengan menarik tengguk Raehan hingga kepala Raehan menyentuh pundak Agara.


Rasa nya benar - benar sangat nyaman. Pekik Raehan dengan hati yang semakin berbunga - bunga karna di perlakukan dengan begitu manis dan romantis.


Posisi mereka kini benar- benar terbalik, di mana awal nya Agara yang berada di posisi ini, duduk di belakang dengan memeluk diri nya.


Dan sekarang ia yang menempati posisi itu.


Raehan mengerat kan pelukan nya pada pinggang Agara, membuat Agara menipis kan bibir nya.


Suara deru mesin dan juga para pengguna lain nya menemani moment indah ke dua nya.


Hembusan angin yang cukup kencang namun seperti belaian lembut untuk ke dua nya yang sedang di mabuk cinta.


Agara menepikan motor mini tersebut, saat mereka telah sampai di sebuah taman indah dengan lampu kecil yang berkerlap- kerlip.


Di iringi dengan bunga- bunga dengan warna berbagai macam rupa yang berjejer dengan rapi.


Suasana taman tersebut cukup sepi dan senggang, mungkin di karna kan malam sudah semakin larut.


Raehan mengerjap kan ke dua mata nya yang sempat terlelap sebentar , namun kembali terbuka saat merasa kan motor yang di tumpangi nya berhenti.

__ADS_1


"Apa sudah sampai ? Hhhhhh...." Lengkuh Raehan dengan melepas pelukan nya pada pinggang Agara.


Merentang kan tangan nya ke atas, dengan mulut yang menguap karna mengantuk.


"Kita belum sampai..." Jawab Agara sambil memutar kepala nya ke arah Raehan, di mana ia bisa melihat dengan jelas ke dua mata gadis itu memerah karna mengantuk.


Sudah sangat jelas jika gadis mungil di hadapan nya ingin segera masuk ke dalam dunia mimpi dengan di belai kasur empuk.


Tapi diri nya tidak mau melewat kan moment ini , mumpung ke dua nya juga sudah berhenti di taman.


"Lalu kenapa berhenti...? " Cicit Raehan bingung dengan memasang wajah sembraut.


"Untuk mencicipi batagor yang tadi kita beli..." Balas Agara dengan cengiran jahil.


Raehan menghela nafas nya kasar.


Ayo lah mata nya sudah sangat berat, ia ingin segera pulang dan tidur sekarang.


Tapi Agara malah mengajak nya untuk mencicipi batagor, apa pria di depan nya tidak bisa memakan nya nanti di rumah nya. Ringgis Raehan dengan lesu.


"Ahhhhh kak Aga masak kita berhenti cuma gara- gara mau makan batagor... Kak Aga makan di rumah aja... Sumpah aku sudah pengen tidur...." Celoteh Raehan dengan mencicit ingin menangis.


Sambil menutup wajah nya dengan ke dua tangan.


"Ayo lah... Aku mohon cuma sebentar saja... Setelah itu kita akan pulang... Aku janji setelah ini aku tidak akan menghalangi mu untuk tidur oke.. Ayo lah temani pria tampan ini... Lagi pula ini juga salah mu..?" Bujuk Agara dengan memasang wajah imut bahkan super imut yang diri nya miliki.


"Hah? Apa aku tidak salah dengar? Kak Aga bilang ini salah ku?" Kini Raehan menunjuk diri nya sendiri.


Kenapa diri nya yang di salah kan sekarang?.


Ia sedikit bingung.


"Tentu saja ini salah mu, jika kamu tidak mengajak ku untuk makan di pinggir jalan, di mana makanan nya benar- benar sangat enak tidak mungkin aku membeli batagor ini dan meminta mu untuk menemani ku makan... Aku tidak mau tahu kamu harus bertanggung jawab ..." Agara menatap Raehan dengan tajam, seolah tidak ingin mendengar penolakan lagi.


"Ck... Baik lah.. Ayo lah tapi setelah batagor nya habis. Kak Aga harus mengantar ku pulang... Aku sudah sangat lelah..." Seru Raehan yang akhir nya setuju dan turun dari motor.


Agara tersenyum senang, mendengar ucapan Raehan.


Ia pun turun dari motor lalu berjalan di samping Raehan memasuki area taman, lalu menuju pada kursi panjang yang berjejer dengan rapi..


Raehan mengucek ke dua mata nya yang benar- benar sudah semakin berat.


Namun jika ia terus menolak maka ia tidak akan sampai di rumah dan bertemu dengan kasur empuk nya.


Lagi pula percuma ia menolak, pada akhir nya ia akan kalah dengan permintaan Agara.


Pada dasar nya ia tidak akan tega menolak permintaan Agara. Apa lagi menghancur kan kebahagian Agara malam ini.


Raehan tersentak kaget, saat tangan nya merasa hangat karna tangan kekar Agara menggengam tangan nya.


Raehan menoleh ke arah Agara, di mana netra nya langsung di sambut dengan senyuman manis Agara.


"Bukan kah taman nya sangat indah?" Ucap Agara dengan senyum manis yang semakin membuat wajah nya terlihat tampan, di mana lampu dengan cahaya temaram taman yang semakin membuat aura ketampanan nya semakin sempurna.

__ADS_1


Bahkan kini Raehan rasa nya meleleh karna terpesona dengan wajah tampan tanpa cela itu.


Ini semua seperti mimpi, batin Raehan menatap lekat wajah Agara yang terus tersenyum pada nya.


"Iya... Tapi sayang nya aku mengantuk... " Jawab Raehan dengan bibir yang di manyun kan ke depan.


"Tahan sedikit lagi, setelah ini kamu bisa tidur sampai pagi." Agara mengacak rambut Raehan gemas, lalu menarik tangan Raehan untuk duduk di sebuah bangku panjang dengan deretan bunga di samping nya.


Pemandangan taman semakin indah saat langit menampil kan bulan bulat dengan taburan bintang yang bersinar terang.


Benar- benar sangat indah.


Agara membuka kresek batagor dan mulai menusuk makanan pinggir jalan itu.


Memasuk kan makanan tersebut dengan yakin, tidak seperti sebelum nya di mana ia memakan sate dengan penuh keraguan.


Dan yah, satu kata untuk makanan ini PERFECTO.


Lagi- lagi lidah nya di goyang dengan rasa gurih dan enak dari makanan ini.


Sangat enak, dan mungkin ia akan menambahkan makanan ini dalam list makanan favorit nya.


"Kak Aga tahu kepanjangan dari Batagor?" Tanya Raehan membuka kebisuan di antara mereka.


"Tidak..." Jawab Agara sambil menikmati makanan nya.


"Bakso Tahu Goreng..."


Agara mencebik kan bibir nya mengerti.


...----------------...


...****************...



Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2