Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Mencari Dion


__ADS_3

...346...


"Wah, Orange Jusnya enak banget ya. Kamu pandai banget buatnya," puji Miya melancarkan aksinya untuk mendapatkan hati Kazuya.


"Makasih, tapi sayangnya itu bukan Jus buatanku. Itu Jus kotak yang sudah jadi," balas Kazuya, yang lansung membuat Miya malu setengah mati. Sementara Fir sudah tertawa terbahak-bahak.


"Ha ... Ha ..., rasain tuh," ledek Fir dengan menyumpahi Miya, yang direspon dengan pelototan dari gadis itu. Kali ini, Miya harus menjaga image di depan Kazuya. Tidak mungkin ia menunjukkan sisi bar-barnya seperti biasa. Bisa-bisa Kazuya lansung ngacir sebelum ia bisa mengikat pria tampan itu.


"Mi, kok kamu duduk di sana sendiri. Sini duduk di samping Kazuya!" seru Raehan membuat peluang pada Miya untuk dekat dengan Kazuya. Tentu saja, ia akan membantu sahabatnya itu untuk mendapatkan pria yang diinginkan.


"Oke." Dengan senang hati, Miya segera berhambur dan duduk di samping Kazuya yang membuat jantungnya lansung berdetak dua kali lebih cepat.


"Kak Dion mana, Kazuya?" tanya Raehan yang sejak tadi belum melihat kehadiran pria itu.


"Ohh, Dion. Sepertinya dia ada di balkon," timpal Kazuya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena sedikit risih dengan Miya yang duduk di sampingnya. Apalagi, gadis itu terus mencubit kecil lengan kurus miliknya. Ingin menolak tetapi ia tidak enak hati karena Miya adalah sahabat Raehan. Gadis yang menjadi penyelamat dalam hidupnya.


"Aku akan menemuinya." Raehan bangkit dari duduknya dan hendak melangkah. Namun, tanganya lansung di cekal oleh Fir.

__ADS_1


"Aku ikut, aku ingin menemui Dion," ucap Fir yang sudah siap hendak bangkit dari duduknya. Miya yang mendengar Fir akan pergi dengan Raehan lansung menarik senang tangannya ke belakang.


Yes, artinya aku bakal berdua dengan Kazuya. Pergilah para nyamuk. Batin Miya dengan menahan senyum kesenangan.


Raehan menatap Fir dengan lekat. Ia bisa membaca isi pikiran sahabatnya ini. Pasti Fir ingin bertemu dengan Dion untuk membuat pertengkaran karena masalah ia jatuh ke jurang. Tentu saja, ia tidak akan membiarkan hal itu karena di sini tidak ada yang boleh disalahkan kecuali Kiara.


"Fir, kamu tetap di sini. Ada yang harus aku bicarakan dengan Kak Dion," tolak Raehan menekan bahu Fir agar kembali duduk ke sofa.


"Tapi aku ing---"


Fir berdecak sebal sembari menganga melihat Raehan sudah ngacir berlari dengan kecepatan lari seribu meninggalkan dirinya. Ingin mengejar, tetapi tidak mungkin karena kurang dari tiga detik tubuh mungil Raehan sudah menghilang di balik tembok. Ia tidak mungkin mencari Dion di rumah yang cukup besar ini. Ia sama sekali tidak tahu seluk beluk rumah si pria paling menyebalkan di seluruh dunia.


Miya mendengus kecewa. Harapan ingin berdua dengan Kazuya pupus begitu saja karena Fir tidak jadi pergi.


"Kenapa mukanya di tekuk kayak gitu?" tanya Kazuya basa-basi pada Miya meski dirinya tidak nyaman sama sekali.


"Ohh, ternyata Kazuya bisa perhatian juga," ucap Miya yang malah mengatakan hal lain dengan wajah yang berubah menjadi sumringah. Setidaknya, ada hikmah dari balik kejadian ini. Yaitu, Kazuya menunjukkan perhatian padanya. Sungguh hal yang lansung membuat taman bunga di hatinya seketika bermekaran.

__ADS_1


...----------------...


...****************...


UP dikit dulu... besok up double ya


jangan lupa


like


komen


gift


vote


tips

__ADS_1


__ADS_2