
...88...
Tiga porsi piring nasi goreng sudah tersaji dengan rapi di atas meja.
Empat mata menatap takjub dan penuh selera, aroma nasi goreng yang menggelitik setiap inci lubang hidung mereka.
Bahkan air liur Miya dan Fir hampir menetes dari sudut bibir mereka masing- masing.
Raehan sedikit heran dengan tingkah laku ke dua sahabat nya itu.
Apa yang istimewa dari nasi goreng buatan nya. Toh jika mau ke dua orang ini bisa membeli nasi goreng istimewa di restaurant ternama jika mereka mau.
Tapi lihat lah, ke dua nya saat ini sedang menatap lekat sepiring nasi goreng yang sangat menggugah selera makan mereka.
Kriukk...
Krokk..
Suara perut Fir membuyar kan keheningan yang sedang terjadi pada ruangan kecil tersebut.
Raehan bertukar pandang dengan Miya, sedang kan Fir hanya bisa cengengesan menyembunyi kan wajah nya malu.
"Makan donk ini kan makanan yang membuat kalian bertengkar..." Seloroh Raehan mencair kan suasana.
"Hmmmm aroma nya sangat wangi, aku tidak tega memakan nya.. Apa bisa ku museum kan saja nasi goreng ini..." Balas Miya dengan nada sedih.
"Ha... Ha.... Hello jangan bertingkah konyol Mi..." Tawa Raehan langsung meledak mendengar ide gila sahabat nya.
"Fir kenapa masih diam aja.. Makan Donk kasian perut nya udah bunyi..." Lanjut Raehan mencoba meredakan tawa nya.
Fir menatap sendu ke arah Raehan, membuat Raehan mengerjit heran.
"Apa kamu tidak suka?" Tanya Raehan memastikan.
Fir menggeleng pelan, wajah ke dua sahabat nya kini benar- benar mendung seperti akan turun hujan yang sangat lebat.
"Ini terlalu istimewa..." Lirih Fir.
"Hei itu hanya nasi goreng biasa, bahkan kalian bisa membeli yang lebih berkelas di restaurant terkenal..." Raehan.
"Tentu saja aku bisa, tapi ini sangat berbeda... Untuk pertama kali nya aku di buat kan nasi goreng dengan penuh cinta... Bahkan ibu ku saja tidak pernah melakukan itu. Ini nasi goreng yang pertama yang ku dapat dari orang yang penting yaitu kamu Rae.. " Fir menundukkan kepala nya.
"Lalu Miya. ?" Raehan.
"Sejak kecil aku tidak pernah mempunyai teman, mereka selalu menjauhi ku karna kasar... Gadis- gadis miskin itu ingin berteman dengan ku karna aku sering menyogok mereka dengan hadiah dan uang... Sedang kan aku tidak pernah mendapat kan hadiah atau apa pun dari mereka yang mengatas nama kan pertemanan... Aku hanya punya diri mu Rae, kamu yang menerima ku apa ada nya. Tidak memandang ku karna aku anak orang kaya. Bahkan setiap kali aku memberikan sesuatu kamu selalu menolak nya... Jadi aku pikir bukan kah nasi yang berharga ini tidak pantas masuk ke dalam perut lalu menjadi kotoran yang bau..." Jelas Miya dengan mata berkaca- kaca.
Suasana hening semakin bersarang di antara mereka.
Kisah kecil yang berhasil membuat hati Raehan sedikit nyilu, namun juga sedikit bersyukur.
Ia tidak pernah tahu kehidupan orang kaya seperti apa, tapi seperti nya karna harta mereka merasa kesepian.
__ADS_1
Bahkan untuk berteman mereka harus mengandal kan uang.
Hubungan itu adakah sebuah ikatan yang tak akan bisa di di beli oleh uang.
Raehan mengerti sekarang alasan mengapa ke dua sahabat nya selalu bersikap protektiv pada diri nya.
Itu hanya karna mereka sudah menempat kan diri nya di tempat khusus pada hati mereka masing- masing .
Raehan mengulas senyum indah di bibir nya. Seperti sebuah lengkungan pelangi tanpa ujung dengan campuran warna yang terlihat begitu kontras.
Raehan bangkit dari duduk nya, lalu duduk menengahi antara Fir dan Miya yang duduk berdampingan.
Melingkar kan lengan kurus nya di leher ke dua orang tersebut lalu menarik mereka ke dalam pelukan nya.
"Aku tidak tahu kisah kalian begitu menyedih kan.. Tapi jangan mengingat sesuatu yang sedih saat kita bersama. Itu bukan hal yang bagus. Nikmati saja waktu kita sekarang dengan bahagia. Jangan pikir kan nasi goreng yang akan habis. Kalian makan saja sampai kenyang.. Aku janji jika kalian mengingin kan makan nasi goreng lagi aku akan membuat kan ke dua sahabat ku ini dengan senang hati..." Ujar Raehan panjang lebar.
Fir dan Miya langsung berbinar, seolah mendapat harta karun yang berharga setelah sekian ratusan tahun mencari.
Mereka benar- benar sangat beruntung memiliki sahabat seperti Raehan.
Gadis kecil yang baik, dan juga pintar. Tentu saja mereka tidak akan pernah meninggal kan Raehan sendiri.
"Wah... Kamu memang yang terbaik Rae.. Kalau gitu aku akan minta makan setiap ha---"
"Jika ada waktu..." Potong Raehan cepat sebelum Fir menyelesai kan kalimat nya.
Ia sudah bisa menebak jika Fir akan meminta diri nya untuk membuat nasi goreng setiap hari.
"hhhuuhh" Fir mendengus kesal, rencana nya gagal karna sudah bisa di tebak oleh Raehan.
"Ohhh Seperti nya jatah Miya kali ini dua piring.. Karna Fir kelihatan nya tidak mengingin kan nasi goreng nya..." Goda Raehan mengancam.
"Uwaaaahhhh... Aku akan mengambil nya dengan senang hati.." Teriak Miya antusias bersiap mengambil piring yang ada di depan Fir.
Plak....
"Aaaaaaauuuuuu...." Pekik Miya menarik tangan nya kembali.
Satu tepukan keras mendarat di punggung tangan nya. Siapa lagi pelaku nya jika bukan Fir.
"Awasss kalau berani menyentuh piring ku.. Ku tinggal kamu di sini.." Fir menatap Miya dengan tajam.
"Hello ngaca donk yang bawa mobil kan aku... Wekkk..." Balas Miya dengan menjulur kan lidah nya mengejek.
"Selamat makan...!!!" Teriak Raehan menghenti kan pertengkaran ke dua nya seperti biasa, dan juga sebagai pertanda memulai untuk makan.
...----------------...
Apartement kawasan Elit.
Seperti biasa, setiap hari libur atau weekend Agara akan menghabis kan waktu pagi nya dengan joging alias berolah raga pagi, dengan berlari mengelilingi kawasan kompleks di dekat apartemen nya.
__ADS_1
Suasana pagi yang begitu cerah, di selingi dengan kicauan burung yang berterbangan.
Membuat kawasan ini terlihat begitu damai.
Agara berlari- lari kecil memakai kaos oblong dengan celana pendek sebagai terusan.
Sedang kan di telinga nya terpasang earphone berwarna hitam.
Langkah kaki Agara terus mengayun dengan mata terus menatap lurus ke depan.
Sorot mata yang terlihat dingin namun begitu tajam, seperti hunusan pedang samurai yang siap membelah tubuh musuh.
Wajah tampan namun terkesan dingin dan datar, namun tak menyurut kan pesona nya.
Dari arah yang tidak terduga tiba- tiba.
Bugh...
"Auuuuu....!" Pekik seorang gadis yang langsung tersungkur di depan Agara.
Tubuh Agara sedikit terdorong ke depan, saat sesuatu yang besar menabrak tubuh nya.
Tap.. Tap..
Tap..
Tap..
Suara beberapa derap kaki semakin keras mendekat. Bersamaan dengan wajah gadis tersebut yang ketakutan.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???