
...149 โฃ...
Usai pidato yang di sampai kan Agara dan Lessia, kini seleksi benar- benar di resmi kan.
Sejak tadi Raehan hanya menunduk dalam, ia tidak berminat untuk melihat siapa yang sedang berdiri di atas podium.
Ia hanya ingin menjaga hati nya, supaya bisa mengikuti seleksi dengan benar dan fokus.
Ia tidak ingin hati nya kembali di remas kuat oleh kenyataan yang ada di depan mata nya.
Dan ia juga tidak ingin, otak nya terkontaminasi dengan apa yang di lihat nya. Karna semua itu akan menganggu fokus nya.
Ia hanya ingin melakukan yang terbaik. Dan tidak mengecewakan Dion.
Biar lah, rasa sakit dan cemburu ini ia pendam dahulu.
Toh mereka hanya berdiri berdampingan di atas podium, bahkan ia pernah melihat yang lebih di antara mereka.
Hanya saja, ia sedikit kekeh untuk memperjuang kan perasaan nya pada Agara.
Entah perasaan nya akan terbalas atau pun tidak, ia tidak tahu jawaban nya.
Dion menatap gelagat Raehan sejak tadi, rubah betina nya sejak tadi hanya menunduk dalam.
"Hhhhh... Setidak nya kamu tahu jika apa yang kamu lihat adalah kebenaran nya... Kenapa begitu keras kepala untuk mengejar seseorang seperti itu... Kenapa tidak melihat ku yang di sini setia menunggu mu..." Lirih Dion dengan nada cukup kesal.
Niel yang mendengar dumelan ketua osis yang akan turun jabatan hanya kurang satu bulan itu tersenyum miring.
Ia menepuk bahu Dion keras, yang langsung mendapat kan tatapan mematikan dari Dion.
"Tidak ingin menghibur nya?" Tanya Dion dengan wajah jahil nya , sembari sudut mata nya tertuju pada Raehan yang masih setia menunduk kan kepala nya.
"Ck... Untuk apa, aku tidak peduli... Lagi pula dia seperti itu karna melihat Lessia dan Agara..." Sahut Dion sinis, memutar bola mata nya malas.
"Cih, masih sok jual mahal lagi... Ini itu kesempatan tahu... Kamu ini pintar apa tolol sih, giliran masalah cewek aja... Tolol nya level akhir..."
"Maksud mu apa mengatai ku seperti itu??...! " Geram Dion yang tidak terima di katai bodoh oleh sahabat laknat nya.
Bahkan kini tangan nya sudah berada di leher Niel, yang siap menjepit leher sahabat nya.
"Lepas kan...!!" Gertak Niel yang langsung menghempas kan tangan kurang ajar Dion, yang sedikit mencekik leher indah nya.
"Kamu lihat dia,,, Raehan sedang sedih... Ini adalah kesempatan mu, untuk membuat nya tersenyum, lalu dia akan merasa ada orang lain yang lebih peduli dengan nya.. Dan setelah itu sedikit demi sedikit hati nya mungkin akan berpindah untuk mu..." Jelas Niel dengan suara lirih dan seringgai yang muncul di bibir nya.
Dion mengusap dagu lancip dan mulus nya. Menimbang apa yang di katakan Niel.
__ADS_1
Apa yang di katakan sahabat laknat nya ada benar nya juga.
Tapi diri nya sedikit takut dan gugup untuk menghadapi Raehan.
Apa diri nya memiliki keberanian untuk menghibur gadis itu.
Selama beberapa hari terakhir, karna kesibukan osis ia tidak pernah bertemu dengan Raehan.
Ia sangat senang bisa mengendalikan diri nya untuk tidak lari menemui gadis kecil itu, meski rasa rindu nya kadang- kadang hampir membuat nya gila. Tapi dengan sekuat tenaga ia menahan perasaan nya.
"Ayo cepat...!! Sebelum ada pria lain yang mendahului mu... Setidak nya jika kamu memang menyerah untuk memperjuang kan dia, namun tetap lah jadi penyemangat untuk dia.. Hati itu bisa berubah secepat membalik kan telapak tangan..."
Niel mendorong tubuh Dion untuk pergi mendekat ke arah Raehan.
Ia hanya ingin melihat Dion bahagia, karna diri nya adalah saksi mata, bagaimana berat nya Dion mengendalikan perasaan nya pada Raehan.
Setiap malam kadang sahabat nya itu tidak bisa tidur, bahkan ia bisa menatap layar laptop nya selama semalaman hanya untuk melihat foto Raehan.
Dan paling menyedih kan, kadang ia sampai menangis dan mengumpat tentang perasaan nya.
Mencintai bukan lah perkara yang mudah, apa lagi jika cinta bertepuk sebelah tangan. Bukan bahagia yang akan di dapat kan namun hanya luka dan sakit hati.
Agara menatap Raehan lekat, ingin rasa nya ia merengkuh tubuh gadis itu dan membenam kan nya dalam pelukan nya.
Sejak ia menaiki podium hingga turun, sedetik pun Raehan tidak mengangkat wajah nya.
Namun Netra Agar membesar, saat melihat Dion berjalan mendekat ke arah Raehan.
Rahang nya langsung menegang, dengan ke dua tangan yang langsung terkepal kuat.
Darah nya terasa mendidih hingga ke ubun- ubun, sorot mata nya menyala dan hati nya terbakar tidak terima.
Tanpa sadar, Agara bangkit dari duduk nya. Namun tangan nya langsung di tarik oleh Lessia.
"Kamu mau kemana?" Tanya Lessia dengan manis, seolah melupakan kejadian waktu itu di mana Agara meninggal kan diri nya yang hampir mati ketakutan karna perbuatan pria di hadapan nya.
Namun setan sombong dan angkuh Lessia kembali mengisi daya keberanian Lessia, hingga ia memutus kan tidak akan mundur dan membuat Raehan menang.
Ia tidak ingin kalah, karna diri nya adalah yang terhebat. Ia tidak akan sanggup melihat wajah jelek Raehan menertawakan diri nya yang kalah, karna gagal membuat Agara jatuh dalam kendali nya.
Raehan masih memain kan jari- jemari nya satu sama lain.
Rasa gugup nya semakin bertambah, karna sebentar lagi seleksi tes tulis nya akan di mulai.
"Apa kamu akan terus menunduk hingga leher mu patah?" Seru Dion yang langsung menghenti kan jari- jari tangan Raehan untuk bergerak.
__ADS_1
Raehan masih membisu dan tidak ingin mengangkat kepala nya.
Ck, kenapa Dion harus menghampiri nya? Pekik Raehan dengan menggigit bibir bawah nya.
"Astaga ternyata tidak bertemu dengan mu selama beberapa hari, telinga mu jadi tuli..." Ledek Dion dengan senyum mengejek.
Raehan langsung mengangkat wajah nya, dengan wajah cemberut.
Tatapan nya mengkilat menunjuk kan tatapan bermusuhan.
Sekali saja, apa pria menyebal kan ini tidak bisa tidak mengejek nya.?
Diri nya sedang gugup tapi malah di cela. Ingin rasa nya tangan nya menjahit mulut Dion hingga pria itu tidak bisa mengeluar kan suara nya lagi.
"Kak Dion mau apa?... Jangan terus menganggu ku atau aku akan kabur dan tidak mengikuti tes ini.." Ancam Raehan dengan ketus.
Dion terkekeh geli melihat sikap Raehan yang tidak pernah berubah.
Selalu galak dan suka marah- marah pada diri nya.
"Gadis ini sangat mahir menyembunyi kan perasaan nya... Dasar bodoh..." Umpat Dion yang masih terkekeh.
Ia sudah sangat lama merindu kan wajah rubah betina ini.
Dan saat melihat nya, hati nya menghangat dan ingin sekali membuat gadis kecil ini hanya menjadi milik nya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???