Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Jiwa kismin bangkit.


__ADS_3

...129 โฃ...


Mobil Agara berhenti di parkiran mall terbesar kota Milver.


Agara menatap jengah ke arah bangunan yang terdiri dari dua puluh lantai itu.


Melihat bangunan itu saja membuat nya malas, ia bukan tipe pria yang suka jalan- jalan di tempat ramai seperti ini.


Tapi semua ini adalah keinginan sang ondel- ondel yang kini sudah berdiri di luar mobil sembari mengetuk kaca mobil Agara.


Tuk..


Tuk..


Tuk..


"Aga sayang ayo turun...!" Seru Lessia dengan menampil kan wajah imut nya , yang sama sekali tidak berpengaruh pada Agara.


Agara turun dari mobil, tangan nya langsung melayang jatuh dalam dekapan Lessia.


Ingin menolak, tapi percuma. Ia tidak ingin menghancur kan mood nya.


Mari nikmati jalan- jalan malam ini. Setidak nya untuk sesaat ia bisa melupakan bayangan gadis pendek itu yang hampir membuat nya kehilangan akal.


Anggap saja saat ini gadis ondel- ondel ini tidak ada. Anggap saja sebagai pajangan batu.


Lessia semakin mengerat kan pelukan tangan nya pada Agara.


Entah apa mimpi nya semalam, hingga malam ini ia bisa berada sedekat ini dengan Agara.


Perlahan tapi pasti, ia yakin Agara akan jatuh dalam genggaman nya.


Lihat, bahkan kali ini meski diri nya bersikap agresif Agara hanya diam dan tidak merespon kasar seperti sebelum nya.


Seperti nya PR nya kali ini adalah membuat mulut pedas Agara berubah menjadi manis dan memuji diri nya.


Agara dan Lessia berjalan beriringan masuk ke dalam mall, dengan Lessia yang bergelayut manja di lengan Agara.


...----------------...


Raehan dan Miya terlihat berlari ke sana kemari, dengan beberapa paper bag cukup banyak di ke dua tangan mereka.


Namun dapat di lihat mereka belum puas untuk membeli barang- barang lain nya.


Sementara Fir juga asik memilah dan memilih barang- barang yang di jajakan otlet yang menarik di mata nya.


"Rae... Ini kayak nya bagus deh buat kamu.. Baju nya pas , manis kalau kamu yang pake..." Seru Miya yang menunjukkan sebuah kaos over size dengan gambar panda.


"Lucu banget Mi... Tapi lihat harga nya mahal banget..." Nada Raehan langsung melemas melihat nominal angka yang terselip pada cap baju tersebut.


Miya merotasi mata jengah, ayo lah di sini mana ada barang murah.


Jika ingin menemukan barang murah, lebih baik mengujungi pasar bukan?


Pekik Miya yang sudah mulai gemas dengan Raehan, yang sejak tadi hanya mengoceh masalah harga yang mahal.


Bahkan yang lebih memalukan lagi, bahkan Raehan menawar di kasir.


Sungguh memalukan.


"Aduh,,, Rae kan udah di bilang jangan takut.. Kan yang bayar si Fir..." Sahut Miya yang mencocok kan baju tersebut dengan tubuh Raehan. Bahkan ia sangat gemas melihat tubuh Raehan yang kecil pasti sangat cocok dengan baju tersebut.

__ADS_1


"Tapi apa ngak salah Mi.. Ntar kartu kredit Fir tiris gimana..? Ahhh mending pilih yang murah- murah aja..."


Miya menepuk jidat nya, jiwa norak dan kampungan sahabat nya kayak nya kambuh lagi.


Sejak awal Raehan hanya memilih barang- barang yang paling murah , sangat berbeda dengan diri nya yang menyabet barang- barang mahal dan berkelas.


Tapi memang ini tujuan nya, menghabis kan uang Fir.


"Jangan khawatir Rae, kartu ku mana ada kata tiris.. Yang ada bakal nambah terus..." Sela Fir yang tersenyum sembari mengambil baju dress selutut berwarna creame dan mencocok kan nya di tubuh Raehan.


Miya mengangguk setuju dengan perkataan Fir. Fir kan anak sultan seorang pebisnis sukses. Jadi tidak mungkin kartu nya sangat gampang habis.


"Kalian ini,, tapi untuk apa memboros kan uang sebanyak ini untuk membeli barang- barang ini.. Dan Fir jauh kan baju mahal itu dari ku..." Raehan menunjuk ke arah baju yang di pegang Fir.


"Astaga Rae.. Jangan norak gitu donk.. Kita kan ke sini untuk belanja.. Jadi nikmati saja oke..." Seru Miya lalu menyabet gaun yang di pegang Fir dan memberi kan nya pada Raehan.


"Iya,,, aku mengajak mu ke sini untuk berbelanja... Begini saja, aku akan memberi mu uang saku tiga juta.. Tapi nikmati shooping ini mengerti....!!!"


Raehan melongo mendengar ucapan Fir.


Tiga juga...!


Uang saku....!


Astaga itu cukup untuk biaya hidup nya satu bulan..!


Itu sangat menggiur kan bukan?


Pikir Raehan membayangkan lembaran- lembaran uang berjatuhan di sekitar nya.


Penawaran yang sangat menggiur kan.


Baik lah , ini adalah kesempatan emas. Selain mendapat uang saku ia juga memetik barang- barang gratis.


"Baik lah... Aku menerima tawaran mu.. Jangan salah kan aku jika tidak bisa mengontrol diri ku saat belanja Fir.. Ingat jangan henti kan aku... Aku akan menghabis kan uang mu..." Seru Raehan dengan nada menantang.


"Ha... Ha... Coba saja jika kamu bisa..." Balas Fir dengan senyum miring.


Miya dan Raehan kembali sibuk memilih barang - barang yang di jajakan otlet tersebut.


Mulai dari baju, celana, sepatu, dan juga barang- barang lain nya.


"Lihat saja, kali ini aku tidak akan sungkan lagi untuk mengambil barang- barang mahal... Tapi ini terlalu mahal..." Keluh Raehan saat melihat bandroll harga pada baju tipe gardigan di tangan nya.


Jiwa kismin dalam diri nya meronta- meronta.


Jika di tempat ini ia hanya mendapat kan satu barang dengan harga selangit, tapi di pasar tradisional ia akan mendapat kan beberapa barang- barang dengan harga murah.


Satu barang di tempat besar ini sama dengan dua atau tiga barang di pasar.


Netra Raehan tertuju pada bandana lucu berhias kan mutiara.


Terlihat begitu indah dan menarik di mata nya.


Raehan kembali meletak kan baju yang sempat di ambil nya, lalu berjalan menjauh menuju otlet souvenir meninggal kan Miya dan Fir yang masih asik memilih pakaian yang mereka ingin kan.


Raehan mengambil bandana tersebut, melihat nya dari dekat benar- benar memperlihat kan keindahan.


Jiwa memiliki Raehan bangkit. Ia melirik pada cap harga bandana tersebut.


Ke dua mata nya membola melihat harga bandana tersebut hampir dua juta.

__ADS_1


Apa ini tidak salah?


Atau pihak toko mengambil untung yang sangat banyak?


"Itu adalah edisi spesial tahun ini , bandana mutiara asli nona..." Jelas suara ramah yang membuyar kan lamunan Raehan.


"Iya ini sangat cantik..."


"Pasti sangat cocok jika nona yang memakai nya..."


"Aku juga berpikir hal yang sama, tapi harga bandana ini terlalu mahal... Bisakah harga nya menjadi seratus ribu saja..." Tawar Raehan dengan ke dua manik mata nya penuh harap.


"Ahha.. Ha... Nona ini sudah harga pas untuk bandana ini.. Maaf jika di toko ini barang barang tersebut tidak bisa di tawar..."


Pipi Raehan mengembung sedih, mendengar ucapan petugas toko.


Padahal ia belum mengeluar kan jurus maut tawar menawar nya.


Tapi sang petugas toko langsung menghilang kan harapan nya.


"Rae....!!" Teriak Miya memanggil Raehan yang berdiri di seberang sana.


Raehan meletak kan bandana itu kembali ke tampat asal nya, lalu bergegas dengan berlari menuju ke arah Miya.


Brukkk...


Bugh...


Baru di pertengahan jalan, tubuh Raehan terasa menabrak sesuatu yang keras, hingga membuat tubuh kecil nya terasa melayang dan terpental.


Bokong nya pasti akan sangat sakit jika menyentuh lantai keras dan dingin di bawah kaki nya. Batin Raehan memejam kan mata nya rapat, bersiap untuk menunggu detik dimana bokong nya akan terhempas ke lantai yang keras.


Satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


Tubuh nya tidak merasakan lantai keras dan dingin , melain kan ia merasakan ada tangan kekar yang sedang memegang pinggang ramping nya.


Ke dua mata Raehan terbuka dengan perlahan, dan langsung membeku seketika melihat wajah yang cukup dekat dari wajah nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2