Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Fir..


__ADS_3

...37...


Raehan berjalan sambil menundukkan wajah nya. Siswa dan siswi yang di lewati nya sejak tadi terus saja memperhatikan diri nya.


Menatap nya dengan tatapan bertanya- tanya bahkan menatap nya dengan jijik.


Rasa nya diri nya ingin menyembunyikan tubuh nya, karna begitu canggung dengan tatapan- tatapan itu.


"Rae..." Panggil suara khas, saat Raehan masuk kelas.


Fir segera mendekat ke arah Raehan.


Tatapan nya menyapu setiap inci tubuh sahabat nya itu. Sungguh berantakan pikir nya.


"Kau dari mana saja?" Sosor Fir dengan pertanyaan penuh nada cemas. Sambil menggoyangkan bahu Raehan.


Raehan mengangkat wajah nya, menumbruk tatapan penuh kecemasan dari pria tampan di depan nya.


"Kau tahu aku sangat khawatir pada mu..." Lanjut nya lagi kini dengan wajah memelas.


"Aku baik- baik saja..." Jawab Raehan singkat.


Melangkah kan kaki nya mendekat ke arah meja nya. Ia hanya ingin mengambil tas nya, lalu setelah itu pulang.


Tubuh dan pikiran nya begitu sangat lelah dengan kejadian hari ini.


Ia ingin segera istirahat dan menenangkan diri.


Seperti nya diri nya harus melewatkan satu pelajaran lagi.


"Kau mau kemana?" Tanya Fir lagi, kini dengan mencekal tangan Raehan.


Raehan tersenyum tipis, sungguh ia sangat beruntung memiliki teman sakaligus sahabat seperti Fir. Yang sangat peduli pada diri nya.


"Aku ingin pulang Fir..." Timpal Raehan lirih tanpa semangat.


Dada Fir terasa terenyuh mendengar suara penuh dengan keletihan itu.


Ia sangat prihatin dengan sahabat nya ini, pasti akan sangat sulit melalui semua hal yang baru saja menimpa diri nya. Tapi meski begitu sahabat nya ini masih bisa tersenyum.


Sedangkan di sisi lain, sahabatnya yang lain tengah sok dengan kejadian yang di lihat nya.


"Aku akan mengantarmu Rae..." Mantap Fir kini meraih ransel nya.


Raehan mengerut kan kening nya.


"Tidak usah... Jika kau mengantar ku kau bisa melewatkan mata pelajaran..." Tolak Raehan halus.


"Ahhh itu tidak penting... Aku bisa mengejar nya nanti Rae... Aku bisa membeli buku nya nanti... Aku janji akan meminjam kan mu catatan ku juga nanti...


Jangan khawatirkan aku... Lihat diri mu apa dalam kondisi ini kau bisa mengendarai motor...


Bisa- bisa kamu kecebur got nanti..." Ujar Fir memasang wajah lucu.


Ahh, gemas nya Raehan melihat tingkah Fir.

__ADS_1


"Baiklah..." Jawab Raehan menyetujui. Benar apa yang di katakan Fir, ia tidak akan bisa fokus saat berkendara jika dalam kondisi seperti ini.


"Wah... Wah... Akhir nya tersangka nya keliatan juga Ya..." Teriak seseorang, yang membuat langkah ke dua sahabat itu berhenti.


Tampak dari depan, Kiara dan ke dua antek- antek nya berjalan mendekat ke arah Raehan dan Fir.


Fir merotasi mata malas, harus berhadapan dengan gadis centil ini.


Entah apa kejahatan nya di masa lalu, hingga bisa sekelas dengan gadis seperti Kiara.


"Maksud mu apa?" Tanya Raehan dengan mengkerut kan alis nya.


"Dia pura- pura tidak tagu Gaes... Ha..ha...:


"Ha... Ha..."


Mereka bertiga tertawa bersama, yang semakin membuat Raehan heran.


"Kami semua tahu ya cebol, karna kamu Mika jadi bunuh diri..." Sosor Kiara dengan tatapan jijik.


"Ehhh kamu jangan asal nuduh dong..." Sarkas Fir tidak suka.


Sejak tadi Kiara terus saja menghasut semua orang, jika Raehan lah alasan Mika bunuh diri.


Sungguh kejam. Pekik Fir dalam hati.


"Helllooo... Aku ngak asal nuduh,, kalau bukan dia siapa lagi... Dia yang bersama Mika... Membawa tubuh Mika keluar dari toilet." Kiara.


"Di sana juga ada Miya, kamu jangan memojok kan Raehan terus donk..." Fir.


Sejaj tadi diri nya lah yang selalu di tuduh dan di salah kan. Seolah- olah diri nya bukan siapa- siapa. Hanya karna masalah tinggi badan yang berbeda, bukan berarti semua orang menganggap diri nya adalah sumber masalah.


Tidak Dion tidak Kiara semua nya sama saja. Hanya Agara yang mengerti diri nya. Batin Raehan kesal.


"Aku ngak lagi mau berdebat sama kamu, Aku lagi malas. Jadi ngak usah banyak omong... Dan please kalau kamu ngak tahu apa- apa mending kamu diam.." Skakmat Raehan dengan mode jutek.


Fir menyeringai, melihat ekspresi Kiara yang sudah terbakar karna ucapan pedas Raehan.


"Fir ayo.." Sentak Raehan dengan menarik tangan Fir.


Tidak ada yang bisa membiarkan diri nya tenang, selalu saja ada yang datang menghancurkan mood nya.


Raehan tidak habis pikir, apa salah nya pada orang -orang ini hingga tidak menyukai diri nya.


Hhh menyebalkan sekali...


Raehan melempar kunci vespa nya ke arah Fir. Yang langsung di tangkap oleh Fir.


Sungguh ia benar- benar lelah hari ini, untuk bicara saja ia rasa nya tidak ingin.


Raehan langsung menaiki vespa nya, lalu memeluk Fir dari belakang.


Hhh seperti nya ia membutuhkan bahu sahabat nya ini untuk bersandar.


Fir mulai melajukan motor Raehan membelah jalanan.

__ADS_1


"Sebenar nya apa yang terjadi dengan Mika Rae?" Celetuk Fir dengan mata fokus ke depan.


Raehan menghela nafas nya, sebelum menjawab pertanyaan Fir.


"Setelah bertemu kak Dion,, saat aku melewati toilet.. Tiba- tina Miya menarik ku masuk.. Aku pikir tadi nya dia menarik ku karna mengira suara tangis Mika adalah suara hantu... Tapi.."


Raehan terdiam sejenak, ingatan menyeramkan itu kembali berputar dengan jelas di ingatan nya. Membuat lingkran tangan nya di pinggang Fir mengerat.


Fir menyadari akan hal itu, ia mengerti tidak semudah itu melewati insident berbalut dengan darah.


Yang ia sesal kan kenapa harus ke dua sahabat nya yang terlibat bukan nya orang lain.


"Tapi setelah aku mendengar lebih dekat, dia menangis karna patah hati... Kejadian begitu cepat Fir.. Setelah pintu terbuka Mika langsung memotong pergelangan tangan nya.. " Ujar Raehan menyelesaikan cerita nya.


"Semua nya akan baik- baik saja Rae..." Balas Fir dengan mengelus punggung tangan Raehan yang melingkar di pinggang nya.


Ia tidak bisa membayangkan betapa takut nya ke dua gadis ini saat itu.


"Kau tahu Rae... Aku sangat kesal dengan Kiara.. Jika bisa ingin ku sumpal mulut nya yang lebar itu dengan Drum minyak..." Celetuk Fir dengan menggebu- gebu.


Raehan terkekeh kecil, lalu memukul pundak Fir ringan.


"Mulut Kiara tidak selebar itu, hingga drum minyak bisa masuk.. He..he.." Kekeh Raehan.


"Jika begitu, lebih baik kita jahit saja mulut comberan nya..Ha.. Ha.." Timpal Fir dengan tertawa.


"Kau kira mau bikin baju pake acara di jahit - jahit..."Pangkas Raehan.


...----------------...


Agara memarkirkan mobil sport nya di depan sebuah apartemen mewah.


Apartemen yang sudah menjadi tempat tinggal nya saat usia nya menginjak 15 tahun.


Sungguh tragis ia harus tinggal sendiri tanpa ada sosok keluarga yang merawat nya.


Agara membuka knok pintu, dan melangkah masuk.


Langkah nya terhenti seketika, bersamaan dengan tubuh nya yang membatu di tempat.


Netra nya menangkap dua sosok yang tengah berdiri dengan menyungging kan senyum ke arah nya.


"Untuk apa mereka di sini?" Batin nya menatap dengan penuh kebencian.


...----------------...


...****************...


Berikan apresiasi kalian dengan koment atau vote yaa 😇


Biar karya othor makin terkenal giti😄 yah meskipun karangan recehan.. Tapi moga bisa menghibur😙


Oh ya thor lagi bimbang nih... Menurut kalian Raehan cocok nya ama siapa ya?


Agara atau Dion?

__ADS_1


__ADS_2