Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Kebaikan hatimu.


__ADS_3

...300...


Dion terus melajukan mobilnya dengan tatapan fokus pada jalanan di depan. Sesekali ia melirik ke samping, mencuri pandang pada gadis yang sedang duduk tapi dengan wajah muram sedikit masam.


Dion benar-benar menyesal dengan apa yang sudah ia katakan pada Raehan tadi. Seharusnya ia tidak mengatakan hal semenjijikkan itu. Pasti karna ucapannya hati gadis yang dicintainya terluka.


"Ekhmm," dehem Dion menatap sekilas ke arah Raehan.


Raehan menghembuskan nafasnya, ia masih kesal dan sakit hati dengan perkataan Dion. Untuk itu ia memilih untuk diam, dari pada meladeni Dion yang memiliki mulut pedas.


Sepertinya dia sangat marah. Batin Dion kecewa.


Dion memelankan laju mobilnya dan menepi di bawah pohon rindang yang ada di tepi jalan. Hal itu membuat Raehan memandang Dion dengan tatapan bertanya.


Dion membuka dashbord depan mobil dan mengambil berkas dari dalam. Lalu menyerahkan berkas tersebut pada Raehan. Kening Raehan berkerut, bertanya-tanya berkas apa yang diberikan oleh Dion.


"Berkas apa ini?" tanya Raehan.


"Formulir beasiswa," jawab Dion singkat.


Wajah masam Raehan yang sejak tadi tertekuk dalam seketika mengulum senyum manis dan menawan. Dion sudah bisa menebak jika hal ini akan mengembalikan senyum Raehan yang tadi ia renggut tanpa sengaja.


"Beasiswa? Ini serius?" ujar Raehan masih tidak percaya.


"Apa aku pernah tidak serius jika menyangkut tentang dirimu."


Bibir Raehan semakin tersenyum lebar. Ia sangat senang karna ternyata Dion mendengarkan keinginannya. Yaitu, mencari beasiswa untuk Kazuya. Kabar ini tentu saja membuat dirinya sangat senang.


Ia tidak bisa membayangkan jika Kazuya akan bersekolah di Milver High School, sekolah paling terkenal di seluruh kota. Raehan yakin Kazuya pasti akan senang mendengar hal ini. Sangat disayangkan jika pria seperti Kazuya tidak mendapatkan pendidikan yang baik.

__ADS_1


Melihat senyum Raehan yang sudah kembali, membuat Dion juga tersenyum senang. Senyum indah di bibir Raehan begitu menular pada dirinya. Seakan kebahagiannya tergantung pada kebahagiaan Raehan. Sayang sekali kenyataan jika Raehan hanya mencintai Agara dan bukan dirinya.


"Terimakasih kak Dion, kamu memang yang terbaik. Aku yakin Kazuya pasti akan senang mendengar hal ini,"


"Sama-sama, tapi beasiswa itu tidak didapatkan dengan percuma. Dari tiga beasiswa yang ada hanya satu beasiswa yang belum penuh, dan itu adalah beasiswa murid berprestasi. Untuk mendapatkan beasiswa itu Kazuya harus mengikuti tes terlebih dahulu, dan aku tidak yakin jika dia bisa."


"Tapi, aku yakin jika Kazuya pasti lolos."


"Kenapa kamu seyakin itu pada Kazuya?" Dion sedikit merasa tidak suka karna Raehan terlihat begitu perhatian pada Kazuya. Tentu saja hal itu menimbulkan percikan kecemburuan di hatinya.


"Entah, tapi aku yakin Kazuya bisa lulus dalam tes ini. Aku sendiri yang akan membantu dan mengajarinya." Raehan mengepalkan tangannya ke udara dengan yakin. Ia hanya ingin merubah kehidupan Kazuya yang melarat menjadi lebih baik. Melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain adalah satu hal yang selalu bisa membuat dirinya bahagia.


"Terserah padamu, tapi aku punya saran untukmu," ujar Dion dengan senyum liciknya.


"Apa?" jawab Raehan dengan antusias.


Raehan terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh Dion. Ia merasa hal itu bukan masalah jika ia mengajari Kazuya di rumah Dion. Toh, jika ia menolak memangnya ia akan mengajari Kazuya di mana lagi. Tidak mungkin setiap hari mereka akan bertemu di cafe.


"Baiklah aku setuju!" seru Raehan mengganggukkan kepalanya cepat.


Yes, Batin Dion bersorak-sorai penuh kebahagian.


Dion menatap Raehan semakin intens, wajah mungil Raehan dan Kecantikan alami yang dimiliki gadis itu benar-benar memikat hati Dion.


Tanpa sadar Dion mengangkat tangannya dan mengelus lembut pipi chuby Raehan. Seketika Raehan menjadi gelagapan karna Dion yang mengelus pipinya dengan tiba-tiba. Raehan langsung memalingkan wajahnya, sehingga Dion menyadari jika tangannya sudah lancang menyentuh pipi Raehan.


"Maaf, aku hanya terbawa suasana," ujar Dion minta maaf. Lalu segera melajukan kembali mobilnya membelah jalanan yang cukup senggang.


"Tidak apa-apa. Aku boleh bertanya?"

__ADS_1


"Tentu,"


"Apa yang membuat kak Dion jatuh cinta padaku?" Raehan memandang wajah Dion yang fokus melihat jalanan. Jika boleh jujur, Dion terlihat sangat tampan bahkan tidak kalah tampan dengan Agara. Akan tetapi, entah mengapa ia tidak bisa membuka hati untuk Dion dan masih mengharapkan Agara. Mendengar pertanyaan Raehan, Dion tersenyum kecut.


"Kebaikan hatimu," jawab Dion dengan jujur. Ia ingin Raehan tahu apa yang membuat ia bisa jatuh cinta pada gadis itu. Siapa tahu jika ia mengatakannya membuat setitik peluang untuk ia bisa masuk ke dalam hati Raehan.


"Jika hanya kebaikan hati, Kak Dion bisa mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dariku. Kak Dion pria yang sangat baik. Kamu tidak akan kesulitan untuk mendapatkan gadis lain yang lebih cantik dan lebih segalanya dariku. Aku mengatakan hal ini karna aku tidak ingin Kak Dion tersiksa dengan rasa cinta itu. Aku juga tidak ingin memberikan harapan sekecil apapun karna hal itu akan membuat Kak Dion terluka."


Dion tersenyum pahit mendengar perkataan Raehan. Raehan menolaknya dengan cara yang sangat halus, mengatakan jika dia menolak dirinya hanya karna tidak ingin ia tersakiti.


Dada Dion terasa diremas dengan kuat, ada sesuatu yang patah tanpa suara.


"Kamu menolakku dengan sangat halus Rae. Ini yang membuat hatiku bisa luluh karnamu. Aku tidak terlalu buruk dari Agara, bahkan kami setara. Kamu menyukai Agara karna wajahnya yang tampan, aku juga memilikinya. Lalu harta, aku juga punya. Agara mencintaimu, aku pun mencintaimu Rae. Lalu kenapa aku tidak bisa masuk ke dalam hatimu?" tutur Dion dengan kerongkongan yang terasa tercekat.


Raehan menundukkan wajahnya. Menyelami perasaannya sendiri yang begitu tergila-gila dengan Agara. Setiap berada di dekat Agara, jantungnya selalu berdetak dengan tidak normal. Aliran darahnya berdesir dengan hebat dan ia selalu merasa nyaman dan bahagia saat berada di sekitar Agara. Hal yang tidak bisa ia rasakan saat berada di samping Dion.


Jika saja ia bisa memilih kepada siapa hatinya berlabuh, mungkin Dion adalah pria yang ia pilih karna pria itu selalu ada untuknya.


"Aku boleh jujur?" cicit Raehan dengan suara rendah. Pembicaraannya dengan Dion memang sudah terlalu jauh. Ia tahu jika Dion akan merasa terluka dan sakit hati. Namun, Raehan hanya ingin Dion berhenti berharap padanya karna ada gadis yang lebih pantas untuk menerima perasaan tulus Dion.


"Katakan!" jawab Dion dengan tangan meremas stir mobil. Ia tahu hatinya akan semakin hancur mendengar kejujuran Raehan. Akan tetapi, ia ingin tahu semuanya.


...----------------...


...****************...


Dion dion dah lah besok otohor kasi gebetan kamu. Jangan ngarep lagi sama Raehan kamu😮‍💨 Dah di tolak juga.


Jangan lupa like, koment, gift and vote ya😅

__ADS_1


__ADS_2