
...159 โฃ...
"Kenapa kamu ada di sini?" Agara membalas pertanyaan Raehan dengan sebuah pertanyaan lain nya.
"Tentu saja mencari mu.. Untuk apa lagi..." Sahut Raehan dengan cepat, sembari menampil kan cengiran khas kuda.
"Untuk apa?" Agara menatap Raehan dengan serius, bahkan ia berjalan mendekat ke arah Raehan.
Membuat tubuh Raehan melangkah mundur, saat jarak di antara diri nya dan Agara semakin terpangkas.
Ke dua mata Raehan menatap lekat pada bola mata merah semerah darah yang juga kini menatap ke dua bola mata nya.
Deg...
Deg...
Deg..
Jantung ke dua nya saling bertalu dengan cepat, memompa dengan kecepatan di atas normal bahkan rasa gugup mulai mengerayani ke dua nya.
Raehan begitu gugup dengan Agara yang terus mendekat ke arah nya, di iringi dengan tatapan misterius yang bahkan ia sama sekali tidak bisa mengartikan atau pun membaca tatapan itu.
Sementara Agara semakin terhanyut dengan ke dua bola mata coklat, yang begitu kontras dengan warna kulit putih bersih Raehan.
Bulu mata yang berkedip tak beraturan membuat tatapan nya ingin rasa nya masuk ke dalam dua bola mata coklat itu.
Dugh...
Tubuh Raehan terhenti melangkah mundur, saat punggung nya mengenai pohon besar di belakang nya.
Raehan semakin gugup dengan degupan jantung yang semakin bertalu dengan cepat, saat melihat Agara tidak berhenti sedikit pun untuk mengikis jarak antara mereka berdua.
Dada Raehan terlihat turun naik, karna nafas yang semakin tidak teratur, atmosfer udara di sekitar nya terasa menipis dengan oksigen yang menghilang entah kemana.
Wajah tampan Agara semakin mendekat, bahkan ia bisa dengan begitu jelas melihat lekuk dan detail wajah yang sangat mempesona.
Rasa nya saat ini tubuh nya ingin meledak, karna suhu yang semakin memanas.
Raehan memejam kan ke dua mata nya dengan cepat, ia tidak sanggup lagi melihat ketampanan hakiki yang kini hanya berjarak dua sentimeter dari tubuh nya.
Meski ia selalu memimpi kan untuk sedekat ini dengan Agara, tapi ini sangat mendadak. Bahkan ia tidak sempat mengambil ponsel nya untuk mengabadi kan moment langka ini.
Agara menatap wajah Raehan dengan ke dua mata terpejam, di kening Raehan kini mulai terbentuk butiran- butiran bening bak kristal.
Bahkan bibir gadis di hadapan nya bergetar.
Agara menunduk kan sedikit wajah nya, menatap lebih dekat lagi wajah mungil yang mungkin hanya sebesar telapak tangan nya.
Pipi chuby berisi yang begitu menggoda dengan rambut pendek yang tertiup oleh angin.
__ADS_1
Agara mengerjap beberapa kali, seandai nya bisa untuk sekali saja. Ia ingin menghenti kan waktu untuk tetap memandang wajah Raehan hingga ke dua mata nya merasa kan kepuasan.
Ke dua tangan Agara terangkat menumpu di pohon, mengapit tubuh Raehan yang berada di antara ke dua nya.
Raehan semakin mengerat kan pejaman nya, saat merasakan hembusan nafas menerpa area wajah nya.
Dingin namun menggeli kan, entah seberapa dekat diri nya dengan Agara hingga hembusan nafas Agara semakin kencang.
"Astaga, aku bisa merasa kan nafas kak Aga.. Tapi kenapa hembusan nafas nya semakin dekat... Apa dia akan mencium ku?" Cicit Raehan dengan isi kepala yang mulai menjelajah melewati batas terlarang.
Sudut bibir Agara tertarik ke atas , melihat tingkah Raehan yang semakin menutup mata nya saat ia semakin mendekat kan wajah nya.
Tangan Agara terangkat menyentuh pipi bulat Chuby Raehan, menyisip kan anak rambut yang jatuh di wajah gadis itu.
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung Raehan rasa nya saat ini ingin meledak, saat jari- jemari hangat mulai menyentuh pipi nya.
Astaga apa yang di mimpikan semalam, hingga ia mendapat kan jacpot besar seperti ini.
Jika saja saat ini ia sedang menjadi penonton, sudah di pasti kan ia akan pingsan melihat adegan romantis yang kini tengah di alami nya.
"Ayo lah mata bekerja sama lah, jika kamu tidak terbuka sekarang... Maka keberuntungan melihat wajah tampan Kak Aga akan musnah... Kesempatan sebaik mana lagi yang bisa aku dapat kan untuk menatap wajah tampan kak Aga yang hampir sempurna..." Ringgis Raehan dalam hati dengan detakan jantung yang sudah seperti bedug yang di tabuh.
Dengan sekali gerakan, Raehan membuka ke dua kelopak mata nya dengan cepat.
Prang...
Bola mata nya rasa nya pecah seketika, karna melihat wajah yang begitu tampan dan mempesona kini berada tepat di depan wajah nya.
"Apa kak Aga akan mencium ku...?" Raehan langsung menutup mulut nakal nya dengan ke dua tangan nya.
Pertanyaan seperti apa itu?
Jatuh sudah harga diri nya sebagai seorang gadis ?
Pekik Raehan sambil membekap mulut nya yang kurang ajar dan asal nyerocos.
Ingin rasa nya saat ini diri nya menjahit bibir tidak tahu malu nya.
"Bbbbb buahahahaha........" Tawa Agara langsung pecah terbawa angin.
Perut nya rasa nya di gelitik ribuan kupu- kupu saat ini. Sangat menggelikan.
Jadi hal itu yang di pikir kan gadis kecil di depan nya.
__ADS_1
Bahkan dengan enteng nya dia bertanya apa diri nya akan memcium nya.
Makhluk seperti apa sebenar nya gadis sial ini. Ia sangat lucu bahkan berhasil membuat diri nya tertawa lepas tanpa beban.
Bahkan ke dua mata Agara berair karna tertawa.
"Maaf tapi bibir ku terbawa suasana..." Cicit Raehan dengan wajah memerah seperti tomat busuk.
Jika bisa, ia sudah melipat dan membungkus wajah nya karna saking malu nya dengan kelakuan mulut tanpa rem. Benar- benar tidak tahu kondisi.
"Dasar bibir bodoh.. Lihat saja nanti akan ku hukum kamu dengan makanan pedas..." Rutuk Raehan kesal.
Agara menetralisir tawa nya, menarik nafas dalam lalu menatap Raehan yang menunduk dalam.
"Pikiran mu ternyata cukup--"
"Tidak... Stop jangan meledek ku... Hanya saja aku benar- benar tidak sengaja mengatakan hal itu..." Potong Raehan cepat, ia benar - benar tidak sanggup mendengar pendapat Agara tentang pikiran nya.
Lagi pula ini memang salah nya, kenapa ia bisa keceplosan alias rem blong.
Agara menarik dagu Raehan, mengangkat wajah gadis itu untuk menghadap nya.
Tatapan ke dua nya kembali beradu, seolah saling berbicara dan mengutarakan sesuatu yang tak dapat di ucap kan oleh bibir masing - masing.
Untuk sejenak suasana di antara mereka semakin intim dengan tiupan angin yang semakin membawa suasana romantis di antara mereka.
Ke dua nya sama- sama menikmati tatapan satu sama lain, meski salah satu nya hanya memberi luka.
"Apa kamu mendengar semua nya?" Ujar Agara memulai pembicaraan, yang langsung membuat Raehan membatu di tempat.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???