Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Senang !!!


__ADS_3

...164โฃ...


Agara menduduk kan tubuh Raehan di atas kasur, yang masih diam membisu seperti patung. Bahkan kelopak mata Raehan sama sekali tidak berkedip sejak tadi.


Sekarang mereka berdua berada di ruang privat milik Agara.


Wajah Raehan yang mimisan sudah berhasil diri nya bersih kan.


Sejak tadi ia sudah berusaha membuat gadis mungil ini berbicara atau pun bergerak. Tapi seperti nya gadis di hadapan nya ini benar- benar sudah di kutuk menjadi patung.


Sebenar nya apa yang salah di sini?.


Ucapan dari nya apa yang membuat Raehan seperti ini?


"Rae.. Jangan diam terus donk... Ayo bicara...!! Kamu membuat ku khawatir dan takut..." Ujar Agara dengan tangan nya menggenggam tangan mungil putih itu, yang sudah terasa seperti bongkahan es sangat dingin.


"Apa aku salah mengatakan sesuatu?. Katakan...! Kamu boleh memaki ku atau memukul ku... Tapi aku mohon jangan diam begini..." Ke dua mata Agara mulai berkaca- kaca.


Jujur, ia sangat takut dan panik melihat kondisi Raehan di hadapan nya.


Bahkan kini seluruh tubuh nya gemetar karna merasa takut, pasti saat ini ia telihat seperti anak kecil yang kehilangan ibu nya.


Seperti anak ayam yang kedinginan tanpa bekapan sang induk.


Agara mengusap wajah Raehan, sebelum sebuah tatapan berbinar muncul pada ke dua mata nya.


Ia ingat, jika Raehan sangat suka makan. Dan pada saat insident kuah bakso antara diri nya dan Raehan.


Raehan sangat lahap memakan semangkok bend bulat itu dan mengingin kan bakso meledak.


" Baik lah tunggu di sini... Aku akan membeli kan mu bakso meledak di kantin bawah... Semoga benda bulat itu bisa membuat mu kembali ceria dan tidak diam seperti patung liberti..." Seloroh Agara yang langsung bangkit dari duduk nya dan keluar dari ruangan.


Brak...


"Hah...?" Tubuh Raehan langsung tersentak, saat suara pintu ruangan tersebut di tutup dengan keras.


Suara pintu yang di tutup dengan keras , berhasil membuyar kan kebisuan nya. Seperti sebuah penawar setelah bertahun- tahun di kutuk.


Wajah nya langsung memerah hingga ke dua telinga nya.


Ke dua mata Raehan melebar dengan detakan jantung yang hampir ingin meledak.


"Aaaaaaaa......!!!" Teriak Raehan kencang dengan senyum sumringah di wajah nya.


Bahkan ia sampai berjoget- joget asal karna saking senang nya.


Ia benar- benar tidak percaya ini, Agara mau membuka hati nya untuk diri nya.

__ADS_1


Mimpi apa diri nya semalam hingga mendapat kan kebahagian ini.


Astaga bahkan saking senang nya ia merasa sesak nafas.


Kemenangan apa lagi dan harapan terwujud mana lagi yang lebih besar dari hal ini.


Setelah sekian lama ia berjuang habis- habisan , untuk masuk ke dalam hidup Agara. Akhir nya ia berhasil mendapat kan apa yang ia ingin kan.


Ia tahu, setiap perjuangan tidak akan pernah menghianati hasil.


Setiap perjuangan pasti akan membuah kan hasil gemilang dan memuas kan.


Meski ia sudah berkali- kali di dorong dan di usir bahkan di maki hingga di hina oleh Agara, tapi ia tetap tidak menyerah dan terus memperjuang kan cinta nya.


Memang terdengar gila, bahkan mungkin semua nya mengira diri nya adalah gadis murahan karna mengejar seorang pria.


Tapi cinta untuk di perjuang kan, bukan untuk di pasrah kan.


Bagaimana bisa ketika cinta bersemi, dan saat itu di tolak bahkan di usir oleh sang pujaan, langsung membuat cinta layu.


Tidak, kata menyerah adalah pilihan terakhir dalam kamus nya. Selagi ia masih mampu untuk berjuang dan hati nya yakin dengan tekad nya. Maka seorang Raehan tidak akan menyerah dengan mudah.


Tubuh Raehan terus meliuk- liuk gembira, bahkan ia sampai jungkir balik dan salto di atas kasur.


Ingin rasa nya saat ini ia memeluk semua orang, untuk membagi rasa suka cita nya yang meluap - luap ingin meledak.


"Ya ampun.. Aku dan kak Aga sekarang... Astaga... Mimpi apa aku semalam...." Gumam Raehan dengan menepuk- nepuk ke dua pipi nya.


"Aku sangat bahagia... Aku tidak akan meninggal kan mu kak Aga... Ehhh tapi tunggu dulu hidung ku.?" Raehan meraba hidung mungil nya yang tidak mancung bahkan tidak pesek, tapi masih memiliki dua lubang sempurna.


Darah di hidung nya sudah tidak mengalir lagi.


Diri nya benar- benar konyol , bagaimana bisa hidung pasaran ini langsung mimisan seperti itu tadi. Pikir Raehan dengan ekspresi malu di wajah nya.


Raehan berlari menuju cermin, ia memperhati kan hidung nya yang terlihat sudah bersih. Tidak ada darah maupun bercak- bercak sedikit pun.


"Semoga saja hidung ku tidak mimisan lagi.. Dasar hidung lebay, jika saja kau bisa di ganti sudah ku ganti kamu dengan hidung mancung ..." Cicit Raehan dengan memencet- mencet hidung nya.


Raehan mengedar kan pandangan nya, memperhati kan setiap sudut ruangan di mana sekarang ia berada.


Ia baru sadar, jika ternyata diri nya berada di ruangan privat milik Agara.


Sejak kapan diri nya ada di ruangan ini?


Kapan diri nya berpindah ke tempat ini?


Pikir Raehan dengan pertanyaan - pertanyaan yang bermunculan di kepala nya.

__ADS_1


Ia benar- benar tidak sadar, setelah mendengar kata terindah dari bibir Agara.


Seperti waktu berhenti di sekeliling nya, membuat diri nya diam membatu, karna saking kaget nya mendengar jawaban Agara yang pasti nya tidak akan pernah bisa ia lupa kan.


Namun sedetik kemudian, mata Raehan terbelalak saat melihat kasur Agara yang sangat berantakan karna ulah nya.


Bahkan sprei serta selimut dan juga bantal- bantal nya sudah berserakan di lantai.


Sungguh, ternyata diri nya sangat brutal hingga membuat kasur mewah itu berantakan.


"Astaga apa yang sudah ku perbuat, aku menghancur kan kamar ini... Dasar Raehan bodoh... Aku harus memberes kan nya sebelum kak Aga datang..." Ujar Raehan dengan sedikit panik, di iringi dengan tatapan ngeri melihat kekacauan yang sudah ia buat.


Dengan cepat, Raehan memungut setiap bantal yang sudah ia porak - porandakan. Lalu menata nya di headbord ranjang.


Lalu dengan telaten ke dua tangan mungil nya, menarik- menarik setiap ujung sprei membuat sprei tersebut kencang dan rapi.


Untung saja ia sudah terbiasa mengerjakan semua ini, sehingga tidak butuh waktu lama ranjang berukuran king size itu telah rapi seperti semula.


"Selesai...!"


...----------------...


...****************...


Holla...


Gaes author benar- benar butuh suport sistem dari kalian...


Ayo donk dukung othor dengan kasi vote or gift dan juga like serta koment...


Tega kah kalian pada author yang imut ini๐Ÿ˜–๐Ÿ˜ญ


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???


__ADS_2