Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Ini adalah Resiko mencintai mu


__ADS_3

...213πŸ’›...


Raehan menyuap kan sendok terakhir ice cream nya, sementara bibir nya sudah belepotan dengan cairan dingin yang sangat lezat itu.


Agara cekikikan melihat tingkah kekanak- kanakan Raehan.


Namun hal seperti ini yang membuat Raehan terlihat berbeda di mata Agara.


Gadis yang menujuk kan diri nya apa ada nya, dengan semua tingkah konyol namun terlihat sangat manis.


Agara meraih beberapa helai tisu, lalu perlahan tangan Agara mengusap bibir Raehan yang penuh dengan noda es cream.


Aksi makan es cream Raehan terhenti , di mana ke dua mata Raehan membeku menatap ke arah Agara.


"Dasar bocah, makan saja sampe belepotan..." Cicit Agara dengan senyum mengembang namun terkesan mengejek.


Raehan hanya diam membisu , menerima perlakuan Agara yang benar- benar sangat manis.


Adegan yang saat ini terjadi seperti adegan dalam drama korea.


Astaga benar- benar sangat romantis, andai saja ada yang merekam kejadian ini dan mengabadikan nya.


Tuing...


Raehan mengerjap kan ke dua mata nya cepat, saat Agara dengan jahil nya menoel hidung mini nya.


"Terpesona lagi? Atau kau sedang membayang kan adegan ini seperti dalam drama korea..?" Sergap Agara dengan nada meledek di mana ia langsung terkekeh geli.


"Kak Aga... Ck..." Decak Raehan sebal.


"Sekarang kata kan apa yang sebenar nya kamu sembunyi kan dari ku?" Kini suasana berubah menjadi serius , dengan pertanyaan yang di lontar kan oleh Agara.


Raehan menghembus kan nafas nya perlahan.


Memang tidak ada jalan mengelak lagi dari Agara.


"Aku sempat bertemu dengan kak Lessia..." Seru Raehan dengan wajah sendu bercampur dengan dilema.


"Apa kau baik- baik saja.. Dia tidak melukai mu ...-- " Ucapan Agara mengambang di udara saat melihat tangan kanan Raehan yang membiru.


"Tangan mu lebam... Apa dia yang melakukan nya...?" Lanjut Agara dengan suara geram penuh amarah.


Terlihat dengan jelas jika lengan putih Raehan yang kurus membiru.

__ADS_1


"Tidak seperti itu.. Sebenar nya---"


"Lalu seragam mu sampai sobek ?? Gadis keparat...." Sergap Agara memotong ucapan Raehan saat ia memperhatikan seluruh bagian inci tubuh Raehan, dan mendapati seragam gadis di hadapan sobek di bagian lengan atas.


"Kak Aga dengar kan aku dulu!..." Seru Raehan berusaha mencerita kan apa yang sebenar nya terjadi.


Namun seperti nya emosi Agara saat ini benar- benar tidak stabil.


Itu terlihat dari rahang nya yang mengeras dengan sorot mata merah nya yang menajam.


"Kenapa kau tidak mengata kan nya pada ku? Ck... Berani sekali perempuan sialan itu..." Gumam Agara yang mulai terlihat tidak terkontrol.


Raehan menggaruk kepala nya, melihat respon Agara yang langsung meledak bahkan sebelum ia mencerita kan semua nya.


Meski pun apa yang di pikir kan Agara memang benar jika Lessia yang melakukan ini pada nya.


Tapi ia tidak selemah yang di pikir kan Agara.


Raehan meraih ke dua tangan Agara yang berada di atas meja.


Mengusap nya dengan lembut, di mana wajah nya terlihat sedih, dan seolah mengisyarat kan kepada Agara untuk menahan emosi nya.


Tidak bisa melihat tatapan mengiba Raehan, Agara menghembus kan nafas nya kasar.


"Ayo lah... Jangan selalu marah, di saat mendengar kan sesuatu.. Lagi pula ini urusan sesama perempuan jadi semua nya aman..." Ujar Raehan dengan menyungging kan senyum nya, mengata kan pada Agara jika ia baik- baik saja.


"Bagaimana bisa aman Rae... lengan mu lebam pasti sangat sakit..." Sanggah Agara yang benar- benar tidak percaya dengan apa yang di kata kan Raehan.


"Lebam seperti ini akan sembuh dalam tiga hari.. Jadi kak Aga tidak perlu khawatir... Ayo lah pacar mu ini kuat, menerima luka seperti ini bukan lah apa- apa..." Seru Raehan menyakin kan Agara.


"Sekarang kata kan bagaimana bisa kau berkelahi dengan Lessia... Aku tahu pasti dia kan yang mencari masalah dengan mu... Seharus nya saat dia ingin melukai mu kau segera lari dan mencari ku.. Ck.. Pantas saja dia keluar di jam pelajaran, seperti nya ia pergi merundung diri mu..." Kata Agara dengan mimik wajah tak berguna.


"Ini adalah resiko aku mencintai mu.. Di mana aku harus berhadapan dengan Kak Lessia.. Tapi itu bukan lah tantangan yang besar... Wajar kak Lessia melabrak dan berusaha melukai ku, karna dia melihat kak Aga mencium pipi ku di lorong..."


"Hah? wajar kata mu?" Agara memandang tidak percaya pada Raehan , dengan enteng nya Raehan mengata kan apa yang di lakukan Lessia adalah wajar.


Ayo lah, ini bukan kewajaran tapi kekerasan.


Pekik Agara membatin, yang sungguh tidak mengerti sudut pandang Raehan, yang selalu berbeda.


Di mana semua orang melihat dari sudut kejahatan , dan gadis di depan nya malah memandang dari sudut kebaikan.


Raehan bodoh? Atau gila?

__ADS_1


"Ya.. Iya... Karna cemburu, seorang gadis bisa melakukan apa pun... Tentang perasaan tidak ada yang bisa mengatur kepada siapa ia akan jatuh cinta... Dan aku tahu kak Lessia menyukai mu bahkan ia melakukan apa pun untuk memiliki mu..." Ucap Raehan tanpa sedikit pun ada kebencian di setiap kata yang ia ucap kan.


Agara benar- benar kagum dengan sosok di hadapan nya.


Raehan masih bisa mengata kan jika Lessia tidak bersalah, meski pun ia di lukai.


"Kau terlalu baik Rae... Sekarang cerita kan apa yang di lakukan Lessia...!" Ujar Agara dengan nada yang mulai stabil, tidak ada kemarahan lagi di mata nya.


"Tapi sebelum itu.. Jika aku mencerita kan nya... Kak Aga harus mengabul kan satu permintaan ku..." Pinta Raehan dengan menggigit bibir nya.


"Kau? baik lah..." Ardenalin emosi Agara benar- benar di permain kan oleh Raehan. Namun ia memilih untuk menyetujui permintaan Raehan.


Bukan kah mengabul kan apa yang di ingin kan kekasih nya, adalah tugas nya.


Hati Raehan bersorak ria, mendengar persetujuan Agara.


Ia harus memanfaat kan kesempatan ini untuk membatal kan pertunangan Agara.


Ia harus memperjuang kan cinta nya. Meski apa pun yang terjadi ia akan mencoba terus untuk melangkah, dan membebas kan Agara dari tuntutan pertunangan itu.


"Waktu itu, kak Lessia tiba- tiba menarik ku hingga ke lorong dekat toilet, karna aku sempat pergi ke sana. Lalu di sana ya kami berkelahi.. Kak Lessia tidak sendiri ia bersama dengan teman kelas ku.. Nama nya Kiara. Yah kak Aga tahu lah perkelahian antar gadis. Di mana kak Lessia menjambak rambut ku, lalu Kiara menampar ku..." Raehan menarik nafas nya dalam sebelum melanjut kan akhir dari cerita nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2