Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Jangan merasa senang dulu


__ADS_3

...264πŸ’›...


Agara menyugar rambut nya, ia terus saja berjalan mondar - mandir di depan pintu.


Sementara wajah nya terlihat semakin cemas.


Hingga akhir nya pintu kamar terbuka, menampil kan sosok anggun dengan gaun mewah nya.


Lessia cukup terkejut saat melihat sosok Agara yang tengah memunggungi nya.


Lessia berjalan dengan perlahan dan mendekat.


"Kapan ini semua akan selesai ? aku hanya ingin melihat Raehan?. Huhhh aku mencintai mu Rae..." Lirih Agara dengan memegang erat pembatas lantai.


Sementara Lessia terdiam di tempat , saat mendengar ucapan Agara entah mengapa hati nya terasa pecah.


Namun ia tidak peduli, mau Agara mencintai Raehan atau pun tidak. Asal kan Agara siap bertunangan dengan nya itu sudah cukup untuk nya.


"Agara...!" Panggil Lessia.


Agara langsung memutar tubuh nya ke belakang. Di mana kini ia berhadapan dengan gadis yang sudah membuat hidup nya kacau.


Gadis yang sudah membuat diri nya dan Raehan berpisah.


Tatapan Agara semakin menusuk pada Lessia.


Meski penampilan Lessia begitu menawan, tapi di mata Agara dia tidak lebih dari seorang perempuan ular.


Ia sangat membenci Lessia.


Agara memutar tubuh nya kembali, mengacuh kan kehadiran Lessia.


Lessia meremas dengan kuat jari- jemari nya satu sama lain nya.


Saat melihat Agara sama sekali mengacuh kan diri nya.


Sebelum nya ia berharap Agara akan memuji nya. Namun semua itu tidak terjadi.


"Lebih baik kamu pergi dari hadapan ku...!" Sentak Agara dengan dingin.


Atmosfer di sekitar Lessia tiba- tiba berubah menjadi berat.


"Kenapa aku harus pergi.. Aku ini calon tunangan mu.. Tinggal beberapa menit lagi kita akan menjadi tunangan..." Timpal Lessia dengan menahan emosi nya di mana hati nya di remas dengan sangat kuat. Sangat sesak.


"Karna aku sangat muak melihat wajah mu..." Sinis Agara, yang langsung mematah kan hati Lessia.


Satu buliran bening lolos begitu saja dari sudut mata Lessia.


Padahal ia sudah tampil dengan begitu cantik, tapi kenapa Agara masih tetap memandang nya jijik seperti itu.


Bahkan kini di ke dua mata merah itu terlihat ada kebencian untuk nya.

__ADS_1


"Aku berharap sikap mu akan berubah, karna seorang tunangan tidak akan bersikap seperti itu pada calon tunangan nya..." Ucap Lessia dengan suara nya yang di tahan.


Agara mencengkram pembatas lantai semakin erat.


Saat Lessia berani mengatur diri nya yang harus bersikap seperti apa.


Agara memutar tubuh nya, di mana ia menatap Lessia begitu tajam.


Lessia merasa kan tubuh nya terbelah menjadi dua karna tatapan Agara yang begitu tajam.


"Jika kamu ingin aku bersikap baik, maka itu tidak akan pernah terjadi--"


"Kenapa?? Kenapa Agara? Aku sudah melakukan semua nya pada mu... Tapi sedikit pun kamu tidak mau melihat diri ku?" Emosi Lessia pecah seketika.


Ia sudah tidak kuat lagi, melihat Agara yang terus menghina diri nya.


"Karna aku hanya mencintai Raehan.. Hati ku hanya milik nya.. Mata ku hanya mampu menatap wajah nya... Dia terlalu indah, dia terlalu baik, tidak seperti mu yang kehadiran mu hanya membawa kehancuran untuk ku..."


Gleg..


Lessia menelan saliva nya dengan paksa, di mana kata- kata Agara yang membanding kan diri nya dengan Raehan begitu sangat melukai hati nya.


"Kamu pikir kecantikan mu itu bisa membuat semua mata bertekuk lutut di hadapan mu?.. Tidak, kamu mungkin cantik dan menawan tapi hati mu tidak lebih busuk dari pada bangkai.. Hhh sekarang kamu pasti senang karna diri mu akhir nya mendapat kan apa yang kamu ingin kan.. Kamu berhasil membuat diri ku bertunangan dengan mu.. Tapi, ini tidak akan bertahan lama karna aku akan segera terlepas dari pertunangan laknat ini... " Tekan Agara lalu melangkah pergi meninggal kan Lessia yang terdiam menahan emosi nya yang siap meledak.


"Akhhhh... Brengsek... Sialan...!!" Umpat Lessia memukul pembatas lantai.


Lagi- lagi Raehan, dan terus saja Raehan.


Padahal diri nya jauh lebih segala nya dari Raehan.


.


"Tante, Miya apa sudah siap?" Tanya Fir yang sedang duduk di sofa di mana di hadapan nya ibu Miya sedang meletak kan segelas minuman dan sepiring cemilan untuk Fir.


Yah, saat ini diri nya berada di rumah Miya untuk menjemput gadis itu untuk pergi bersama ke acara Lessia.


Mereka ingin memasti kan apa kah benar apa yang tertera di undangan tersebut.


Mereka ingin melihat jika semua ini bukan lah rekayasa Lessia.


Pasal nya mereka tahu jika Raehan dan Agara adalah sepasang kekasih, jadi rasa nya tidak mungkin Agara bertunangan dengan Lessia dan meninggal kan sahabat mereka.


Jika itu sampai terjadi mereka tidak akan mengampuni Agara.


Ibu Miya tersenyum ramah.


"Tante akan memanggil Miya.. Kau minum lah dulu... Tapi ngomong- ngomong kalian akan pergi ke acara apa?" Tanya Ibu Miya dengan penasaran.


Sebelum nya ia tidak peduli, namun melihat penampilan Fir yang begitu tampan membuat rasa penasaran nya membesar.


"Kami akan pergi ke acara pertunangan Lessia dan Agara..."

__ADS_1


Ibu Miya langsung mengerut kan dahi nya, mendengar nama yang di sebut kan oleh Fir.


"Agara? bukan kah dia adalah kekasih Raehan?" Cecar Ibu Miya yang semakin penasaran.


Ia tahu jika Agara adalah kekasih Raehan karna Miya yang mencerita kan hal itu.


"Aku juga tidak mengerti tante.. Tapi jika sampai benar Agara bertunangan dengan Lessia. Aku tidak akan memaaf kan diri nya karna sudah menyakiti Raehan." Tekan Fir di mana ke dua tangan nya mengepal dengan sangat erat.


"Fir aku sudah siap...!" Seru Miya di mana tubuh nya kini di baluti dengan gaun mengembang selutut berwarna dusty pink.


"Bagaimana penampilan ku..?" Tanya Miya dengan menggoyang kan tubuh nya ke kanan dan kiri.


"Kamu terlihat seperti telethubis..." Jawab Fir dengan cepat, yang langsung membuat wajah Miya berkerut.


"Mam...!!" Dengus Miya dengan menghentak kan kaki nya di lantai.


Ia tidak terima dengan ucapan Fir yang mengejek diri nya.


Ia sudah bersusah payah bersiap hingga secantik ini. Tapi lihat lah mulut Fir yang kurang akhlak itu malah mengatai nya.


Ibu Miya menggeleng kan kepala nya pelan melihat ke dua remaja di hadapan nya.


"Kamu sangat cantik sayang, mending kalian berangkat sekarang.. Bukan kah kalian sangat penasaran dengan pertunangan itu." Ucap Ibu Miya yang langsung mengusir ke dua remaja itu dengan halus.


Ia tidak mau mendengar keributan karna perkelahian mereka di rumah nya yang damai ini.


"Baik lah tante... Kami pamit..." Pamit Fir yang bangkit dari duduk nya dan menyalimi Ibu Miya.


"By mom..." Ucap Miya dengan mencium pipi sang Ibu lalu berjalan beriringan keluar bersama dengan Fir.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.


__ADS_2